Kategori
Refleksi

Politik Dalam Pelajaran Sejarah SMP-ku Dulu

Politik itu permainan logika tingkat tinggi, sampel eksperimennya otak-otak manusia yang ga tekan mikirnya. Kalo ga nyampe mikirnya, mending kerjain yang lain aja Om. Cukup pegang prinsip kejujuran dalam tindakan-tindakan kita, dan semampu kita melakukan. Rakyat biasa yang jujur yang lugu senjatane doa yang mustajab kalo dia sadar bahwa dia sedang dizalimi penguasanya dan tidak mengeluh hingga misuh-misuh. Tetap bekerja dan bersolidaritas dengan yang lain.

Jadi ingat nasihat guru IPS SMP ketika beliau mengajar sejarah. Pelajari sejarah dengan benar untuk memahami logika bagaimana politik itu bermain, jangan berpolitik dengan koran, karena itu menumpulkan analisismu. Terima kasih Pak Sumaryanta atas wejangannya di tahun pelajaran 2004/2005 itu, aku teringat dengan ruang kelas IX A ketika itu Anda memakai peci dan menuliskan kata kunci itu. Aku masih ingat, dan hari ini kata-kata Anda terbukti Bapak, bagaimana politik hari ini menjadi komoditas paling menarik dalam bisnis informasi untuk mempengaruhi pikiran banyak orang hingga dia lupa melihat masa lalu dengan cermat, dan berakibat mereka melihat masa depan dengan cemas.

Ya Allah, lindungilah bangsa ini dari kemerosotan adab dan perkataan yang kotor dari lisan-lisan bodoh nan dungu. Apapun pilihan kami tuntunlah kami untuk memilih yang terbaik dalam pandangan kami, dan biarlah Engkau yang akan menjaga dia yang terpilih. Jika ia yang terpilih adalah pribadi jujur dan benar, maka tolonglah urusannya dan menangkanlah perjuangannya. Jika ia yang terpilih adalah pengkhianat, segerakanlah hukuman untuknya agar negeri Indonesia ini dapat segera keluar dari cengkeraman angkara murka dan masyarakatnya dapat tersenyum cerah dalam kesyukuran pada-Mu.

Facebook

Kategori
Pendidikan

Ini (Asli) Berita Politik

Selamat dini hari, Pemirsa..

Breaking News kali ini kami buka dengan berita politik dua kubu Capres.

Seperti telah diprediksi banyak pihak, Jokowi akhirnya berpasangan dengan Jusuf Kalla atau JK.

Mengingat dua tokoh ini berlatar belakang pengusaha, maka
diyakini tak hanya mampu menjadikan INDONESIA HEBAT!, tapi juga Indonesia Hemat!

Jokowi menegaskan tak akan menerapkan politik bagi-bagi kursi, karena itu bisa merugikan perusahaan mebel miliknya.

Sementara itu, walaupun tak punya kendaraan politik, JK telah diunggulkan sejak awal, karena tanpa kendaraan pun beliau berpengalaman menjadi supplier kendaraan dibawah korporasi Hadji Kalla.

Saat mengumumkan JK sebagai Cawapres, Jokowi sempat dianggap bercanda oleh simpatisan, karena JK diduga sekadar singkatan Just Kidding.

Saat ditanya kesiapan, protes, serta isu negatif yang berkembang saat konfrensi pers, wartawan hanya mendapat jawaban 3-R: RaMIKIR, RaPOPO, dan RAIMU.

Di saat yang sama pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa juga resmi dideklarasikan.

Penunjukan Hatta sebagai Cawapres sedikit banyak dinilai untuk mengingatkan pemilih pada pasangan legendaris Soekarno-Hatta.

Hanya saja, sebagian pihak kurang setuju dengan anggapan pembanding ini, mengingat Soekarno dikenal sebagai tokoh penakluk wanita, sementara Prabowo hingga kini masih jomblo saja. Eaaa.

Hatta sempat membantah adanya isu sejumlah besar mahar yang digelontorkan dalam keputusan pemilihannya. Istilah mahar menurutnya hanya dipakai oleh pengobatan alternatif.

Pasangan ini sempat bingung menentukan akronim apakah akan memakai Prabowo-Hatta disingkat WOTA, ataukah Prabowo-Hatta Rajasa, disingkat PRAHARA.

Pasangan Jokowi-JK dideklarasikan di gedung Joang 45, sementara Prabowo-Hatta di Rumah Polonia Jalan Cipinang. Mengapa memilih pendeklarasian di ke dua tempat tersebut?

Untuk sementara alasannya karena Balai Sarbini akan dipakai oleh Indonesian Idol, sementara Studio Indosiar Daan Mogot juga sudah dikontrak oleh Dangdut Academy.

Sementara itu, Golkar sempat bingung menentukan arah. Ical sebelumnya diketahui menawarkan diri dan elektabilitasnya di berbagai kubu, namun tak ada kesepakatan yang dicapai hingga injury time.

Nyaris frustasi, Ical diusulkan untuk menawarkan diri ke Tokobagus dan Berniaga.com saja, sebelum akhirnya merapat ke kubu Prabowo-Hatta.

Kecewa karena tak dimasukkan ke koalisi oleh PDIP, Ical dan Golkar-nya sempat mengajak Nasdem berkoalisi membuat poros baru.

Nasdem dan Golkar berkoalisi menjadi Nasgor.Tapi akhirnya kesepakatan ini juga mengalami deadlock. Ical dan Paloh dianggap tak punya chemistry. Mereka tak bisa akur. Ini mengingatkan kita pada Popeye dan Brutus.

Adapun jika koalisi telah terbentuk sempurna, PDIP diperkirakan tak akan menjadwalkan Tri Rismaharini dan Ganjar Pranowo sebagai Juru Kampanye, karena keduanya diketahui sedang sibuk mengurus panitia Eskrim dan jembatan timbang di Youtube.

Yang mengejutkan, PKB adalah satu-satunya Partai berbasis islam yang tak merapat pada kubu Prabowo-Hatta, mengikut pendahulunya PKS, PPP dan PBB, serta PAN yang berafilasi pada
Muhammadiyah.

Ini dikhawatirkan akan berimbas pada berlarut-larutn ya permasalahan antara NU dan Muhammadiyah dalam penentuan tanggal Lebaran.

Cak Imin dan PKB-nya resmi bergabung dengan koalisi partai pendukung Jokowi-JK, setelah sebelumnya mem-PHP Rhoma Irama. Tapi ini dianggap tak terlalu berpengaruh pada kekuatan koalisi.

Kubu Cak Imin dipastikan hanya akan kuat jika bersatu dengan kubu Cak Norris.

Rhoma Irama yang terlanjur kecewa, tak akan tinggal diam. Ia rencananya akan mengajak pimpinan partai PKPI, Sutiyoso untuk bergabung membentuk kekuatan baru. Diusulkan nama “Serikat Pendukung Rhoma Irama dan Sutiyoso untuk Indonesia”, disingkat SPERMATOSOID.

Rhoma Irama tak takut pada kekuatan koalisi partai pemenang Jokowi-JK, bahkan pada koalisi partai Prabowo-Hatta sekalipun. Koalisi bersepeda dengan koalisi berkuda, menurutnya bisa dilawan dengan koalisi bergitar.

Yang mulai cemas justru anak Rhoma Irama, Debby Irama.
Jika Jokowi-JK menang, Debby rencananya siap-siap membuat passport kewarganegaraan Kongo.

Diluar dugaan, WIN-HT akhirnya pecah kongsi. Kuis hoax Kebangsaan pun terancam bubar. Wiranto terlebih dahulu merapat ke Jokowi-JK. Inipun sebenarnya tak terlalu berpengaruh. Hanura oleh sebagian pihak dianggap HANURA (Hanya Numpang Rame).

Ini bertolak belakang dengan keputusan Harry Tanoe atau HT yang merapat ke Prabowo-Hatta.

Misi awal HT akan menjadikan pasangan Prabowo-Hatta jadi cameo dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Informasi ini konon dibocorkan oleh Wiranto sendiri
setelah sempat mematai-matai dengan menyamar menjadi tukang becak.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan, Demokrat masih memilih Netral. Sikap ini dikecam oleh berbagai pihak. Demokrat dianggap tidak konsisten. Memilih NETRAL, padahal SBY adalah
fans JAMRUD.

Bukankah ini inkonsisten? Konvensi Partai Demokrat dinilai hanya akal-akalan. Konvensi dianggap sekadar mencetak calon tanpa kepastian nasib.

Hal ini tidak dibantah oleh pihak demokrat. Konvensi menurut mereka memang hanya
mencetak calon. Karena yang mencetak sablon itu bukan konvensi namanya, tapi konveksi.

Ini sangat disayangkan, padahal banyak tokoh berpotensi yang sempat ikut konvensi. Anis Baswedan misalnya. Ia juga bisa menjadi kuda hitam, apalagi jika Anis Baswedan berpasangan
dengan Anis Matta membentuk kekuatan baru, duo Anis.

Ini bisa bertambah kuat lagi jika didukung oleh Anisa Bahar dan Anisa Cherrybelle.

Pemirsa…
Apapun hasil akhirnya, menarik untuk kita kawal dan ikuti hingga proses akhir pemilihan. Semua opini masih bisa berkembang tanpa perlu bubuk fermipan.

Yang perlu kita pahami, persoalan gemuk dan ramping bukanlah sekadar persoalan koalisi yang rumit, melainkan persoalan kozui slimming suit

Demikian, Arham Kendari melaporkan..

Facebook

Kategori
Pendidikan

“Nggragasi” Politik dan Kerja Produktif

Kalo banyak orang sekarang yang mikirnya politis sih mungkin iya. Tapi kalo sekarang banyak politisi yang “berpolitik” mah, nanti dulu, aku ga mau bilang iya. Nalarku yang bodoh ini lebih melihat banyak politisi yang sedang berbisnis materi, bukan berpolitik. Mengapa? Karena berpolitik itu butuh keberanian dan kelurusan hati. Sedangkan bisnis materi itu modal berani sama analisis untung rugi yang cermat.

Ya sudah Pak Bu, mari lanjutkan kerja lagi, jenengan nggagasi politik tenanan yo ra marai tentrem neng ati to. Apalagi jenengan bukan pelaku politik dalam skala yang diperdebatkan itu. Kita masih punya urusan politik Dul, yakni mendirikan parlemen dihati kita untuk memutuskan apakah detik ini, dalam suasana begini, dan untuk tujuan ini kita harus misuh-misuh atau kalem, harus membenci atau mencintai. Kalo sudah nanti tinggal naik ke level keluarga, RT, RW, Kampung, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, Nasional. Semoga sukses.

Gabung di komunitas online itu dapat keteladanan penting tentang arti rendah hati. Sejauh bergaul dengan orang-orang hebat yang hobi “nungguin leptop dan PC” mereka adalah orang-orang yang cenderung silent dan produktif. Keahlian mereka ditunjukkan dalam bekerja, bukan wacana. Sang suhu coding hingga yang mbaurekso server justru terkadang tersembunyikan dalam kesahajaannya. Seperti halnya sang sopir yang mengawal kami dalam perjalanan Bandung-Bogor adalah seorang konsultan sebuah perusahaan. Dan guru-guru hebat itu selalu tersembunyi, baru ngaku kalo kita sungguh-sungguh ingin belajar ilmu-ilmu penting padanya. Maka tidak usah tertipu dengan label-label, cukuplah label sebagai tanda pengenal tapi itu bukan standar.

Sumber :

Facebook 1 

Facebook 2

Kategori
Pendidikan

“Minat” Membaca

Banyak orangtua dan guru bertanya, “bagaimana caranya menumbuhkan MINAT MEMBACA pada anak?”

Lalu karena panik, banyak yang kerasukan setan pabrik, maka anak2 digegas dan ditargetkan membaca yang kadang membebani dan membuat ketegangan di rumah atau di sekolah. Entah demi siapa? Demi daya saing? Ada yang mentargetkan anaknya utk membaca satu buku perhari, ada yang mewajibkan 10 buku per-minggu dstnya. Mirip upacara ritual, padahal kesesatan yang dianut para penghamba Darwinisme Sosial.

Seharusnya pertanyaannya dibuat, “bagaimana caranya menumbuhkan MINAT pada anak?”, dengan menghapus kata MEMBACA. Ingat bahwa anak2 secara fitrah adalah pembelajar tangguh dan memiliki sifat2 produktif yang harus direlasikan dengan minatnya.

Seringkali kita tergesa2 dan langsung meloncat kepada penjejalan pengetahuan, padahal Abu Bakar ra berpesan, bukan Aib bagi seseorang yang tidak mengetahui sesuatu yang tidak berelasi dengan dirinya. Jadi Minat, sesungguhnya harus berangkat dari Sifat2 atau Potensi2 Produktif atau Bakat seseorang.

Misalnya anak2 yang punya potensi/sifat produktif spt suka berbagi (sharing), suka melihat oranglain pintar (developer), suka menjelaskan (explainer) dsbnya yang biasa terdapat pada peran Guru, maka pasti akan sangat berminat membaca buku2 yang terkait dunia pendidikan. Misalnya anak2 yg punya potensi/sifat produktif spt designer, engineer, visioner dll yang biasanya terdapat pada sosok peran Arsitek, maka pasti akan sangat berminat membaca buku2 tentang arsitektur.

Minat yang tidak berangkat dari sifat/potensi produktif akan cenderung berangkat dari dorongan syahwat dunia spt ranking, gelar, materi, medali, gengsi dsbnya. Ujung2nya adalah kehampaan dalam karya2 yang bermanfaat bagi ummat.

Itulah mengapa pula Abu Bakar ra berpesan bahwa dua hal yang paling utama adalah mengenal diri (menghebatkan bakat) dan mengenal Allah (memuliakan akhlak).

Salam pendidikan berbasis potensi dan akhlak.
?#?pendidikanberbasispotensi?

Harry Hasan Santosa

Kategori
Misi Perubahan

Jokowi atau Prabowo?

Wis to, mau Prabowo atau Jokowi (atau nanti ada tambahan lagi) yang penting pilih dengan hati kita sendiri, jangan bersandar pada opini orang lain. Opini2 orang itu sejatinya menguji nalar sehat dan hati kita untuk membuat keputusan sendiri. Karena nanti kita sendiri yang akan bertanggung jawab atas pilihan kita.

Yang berbagi berita, tolong ya bagiin berita2 yang valid dan bermutu. Sehingga saling berlomba kampanye sisi positifnya, bukan belang2nya terus. Nek ndelalahe fitnah, lha endah dosamu melu2 nyebar kuwi.

Yang sudah teteg jadi pendukung salah satunya, ya sudah dukung aja, ga usah pake hantam yang lain. Teteg ing karep terus lakukan upaya terbaik untuk dukung capres pilihan.

Yang bingung sampai sekarang, sinis, skeptis, fanatik buta, dan kebanyakan komentar di berita-berita politik, silahkan hitung berapa kerugian waktu Anda akibat terlalu banyak baca gosip politik, berapa tingkat rasa sakit hati dan teraduk-aduknya perasaan Anda gara-gara tokoh Anda dijelek-jelekin, hitung berapa rasa sombong dan merendahkan Anda saat tokoh antagonis Anda diserang balik. Termasuk hitung habis berapa pulsa internet yang Anda pakai sepanjang masa pemilu itu akibat jadi relawan pengamat berita yang sejatinya adalah landing page iklan saat banyak dari para publisher ketawa-ketiwi menikmati iklan yang laris manis karena halamannya ramai.

Ini hanya curcol dari kamar lain yang suka nulis2 soal informasi2 antimainstream. Yang antimainstream aja utak utik keyboard di kamar bisa dapat uang jajan lebih dari cukup, apalagi wartawan-wartawan beneran yang udah ditarget kejar tayang bikin berita, apalagi berita pesanan.

Saya mantap untuk pilih presiden besok.

Facebook

Kategori
Refleksi

Perspektif Investasi Dalam Pikiran Bodohku

Istilah investasi itu lucu dalam perspektif negara ini. Jika kran investasi asing dibuka di negeri ini besar-besaran sebenarnya itu penipuan untuk rakyat yang bodoh karena menganggap uang adalah kekayaan. Rakyat diberi uang senang namun tanah hilang, lahan dikuasai. Tapi kalo yang menjadi biang keroknya adalah kepala daerah, anggota dewan, dan para pejabat negara, ya itulah kezaliman. Dan sangat menyedihkan lagi jika mahasiswa-mahasiswa di kampus apatis terhadap hal seperti ini atau terlalu agresif sehingga kritisnya utopis sambil kampanye salahkan sistem ini itulah. Njur gek ngapa nek wis koar2? Bangga dul.

Masalah utamanya itu gimana memandirikan masyarakat, menginternalisasikan keimanan dan ketawakalan yang hakiki kepada Allah. Wong kita udah dikasih aset abadi berupa tanah dan kekayaan alam kok gelem2en diganti dengan uang yang tidak berjaminan (dolar itu sertifikat utang, bukan sertifikat untuk emas). Malah ada yang nyalah2in sistem uang kertas suruh ganti emas dan muncul investasi emas, yo padha wae selama sistem moneternya seperti sekarang. Segala sesuatu yang ditimbun tanpa tujuan itu menyengsarakan rakyat lain yang butuh alat edar bernama uang.

Sama-sama narik dolar, gunakan cara yang terhormat dengan jual beli barang, kita punya produk mereka kasih kita dolar, nek ringan meneh malah kita pasang iklannya mereka kasih kita dolar. Tapi kalo memberikan aset itu namanya pekok. Dan rakyat negeri ini secara sistem dibuat bodoh karena segelintir orang ingin menikmati kekayaan dengan cara menindas. Memang hebat sekali VOC, mereka sukses dalam kaderisasi sehingga hari ini tingkat kewarasan kami pun dipertanyakan. Semoga saya saat bikin status ini sadar 100 % dan tidak sedang ngelindur.

Allah, jagalah lisanku agar tidak berdoa kepada-Mu dengan kalimat yang rendah seperti ini, “Ya Allah, berikan aku uang, semoga aku sukses meraih jabatan A, semoga aku menang undian mobil bla bla bla ….”. Jagalah lisan ini agar selalu dapat berdoa dengan doa-doa dalam al-Quran, Hadits dan kalimat2 indah para wali-Mu.

Facebook

Kategori
Pendidikan

Pendidikan Berbasis Kompetisi?

Saya heran, masih saja ada orang2 yang memandang bahwa cara mendidik anak2 supaya kreatif dan siap dalam kehidupan adalah dengan cara kompetisi. Seseorang bahkan mengingatkan saya sebuah pesan dari Musolini: “…utk membuat generasi muda siap utk bersaing dan berfikir kreatif adalah dengan berperang”.

Saya katakan bahwa idea persaingan adalah idea Darwinisme (slogan dari the survival of the fittest). Simak tulisan Harun Yahya. Darwinisme jelas telah melahirkan Fasisme dan tokoh2nya seperti Musolini, yang menyengsarakan dunia. Sesungguhnya Islam membawa spirit pembebasan (liberation bukan liberalisme) dan kepekaan utk menebarkan rahmat bagi semesta. Maka terdengar aneh jika seorang Sahabat Nabi mengatakan jika ingin membuat anak pemberani, maka ajarkanlah Sastra. Tahukah anda, bahwa seorang jendral perkasa sekelas Khalid bin Walid ra adalah pengagum karya sastra? Sesungguhnya perang hanyalah bagian dari upaya pembebasan bukan tujuan itu sendiri.

Tahukah anda, bahwa kompetisi atau persaingan hanya membuat anak2 kita kehilangan jatidirinya krn dipacu untuk meniru oranglain. Orientasi fikiran, perasaan dan sikapnya selalu dikendalikan oleh standar2 dan perangkap obsesi2 yang dibuat oranglain, dan jelas bukan untuk menjadi dirinya. Tidak ada nilai manfaat yang diciptakan dalam persaingan kecuali saling mengintip permainan lawan, saling meniru, saling menjelekan dan saling mematikan. Pemborosan sumberdaya selalu menyertainya. Dehumanisasi, disorientasi, disfungsi, disharmoni selalu terjadi diakibatkan persekolahan berbasis persaingan., seperti yang dialami bangsa ini.

Maka hebatkanlah anak2 generasi Indonesia dengan potensi yang ada dalam diri mereka sendiri dan yang dimiliki bangsa ini, sibukanlah anak2 kita mensyukuri karunia Allah yang ada dalam dirinya dan di alam Indonesia, lalu muliakanlah akhlaknya dengan sebanyak2nya membuat karya yang memberi manfaat dan rahmat bagi semesta.

Salam Pendidikan Peradaban

Harry Hassan Santosa

Kategori
Pendidikan

Ketika Negara Hendak Menjadi Tuhan

oleh Harry Hassan Santosa

Negara ingin jadi Tuhan dgn memusatkan dan menyeragamkan semuanya termasuk persekolahan, maksudnya sih biar mudah mengendalikan utk kepentingan2 negara. Namun karena bukan Tuhan ya walhasil kecapean sendiri krn beban dan tuntutan semakin berat, apalagi komunitas dan desa dikondisikan tergantung abis. Ibarat server sudah ngos ngosan ditumpangi berbagai aplikasi, apalagi banyak virusnya.

Saya kira daripada para ortu memilih HS homeschooling, lebih baik bikin CBE, community based education. Beberapa orangtua2 seide, merancang pendidikan anak2 mereka sendiri, fokusnya pd potensi dan akhlak. It takes village to raise a child. Dibutuhkan komunitas atau jama’ah utk membesarkan anak. Kehangatan jama’ah, masjid, warga akan semarak lagi di perumahan, di kampung dan di desa.

Ayo kembangkan potensi dan akhlak anak2 kita shg mereka terampil hidup, mandiri, dan mampu menghebatkan potensi komunitasnya atau potensi desanya. Jika ada 1000 desa2 dan kampung2 semarak, mandiri dan berakhlak, maka peradaban Indonesiapun akan cerah gemilang. 

Lalu, tinggal sebut, wilayah mana di muka bumi yg ingin dibebaskan dan dimandirikan? Kami (desa2 dan kampung2 mandiri itu) siap dan berpengalaman!

Salam Pendidikan Peradaban

Facebook

Kategori
Dakwah Islam

Kesabaran Dalam Kita Beramal

Kusadari arti penting kesabaran di negeri ini

  1. Yang berjuang di ranah politik, sering tidak sabar untuk memainkan taktik yang jitu dalam meraih posisi, alhasil saat dapat posisis sistem pendukung tidak siap, atau malah bikin kampanye2 hitam yang merusak citra sendiri dan akhirnya malah kalah
  2. Yang anti politik dan menganggap pilihan jalannya benar juga tidak sabar untuk membuktikan pilihannya mampu memberi solusi, alhasil yang keluar bukan kerja nyata yang benar-benar solutif melainkan ejekan2 yang menyakitkan dan sering merendahkan yang lain
  3. Yang jadi rakyat biasa juga tidak sabar untuk mengikuti perubahan yang ditawarkan para pemain politik, alhasil keluarannya cuma komentar, nyinyir dan serangkaian pelarian frustasi yang memang tidak ada manfaatnya. Itulah mengapa lawak dan industri hiburan semakin laris di negeri ini.

Kesabaran itu memang kunci, kunci untuk mereka yang ingin menatap masa depan yang lebih baik. Lebih penting lagi Sob, kesabaran itu bukan tindakan pasif, tetapi ketahanan dan kejelian untuk melihat peluang hidup. Mau kita bertahan mandiri dan bekerja sama toh, apa yang menjadi amal kita akan dipertanggungjawabkan sendiri2 di hadapan Allah. 

Amal bersama itu untuk melipatgandakan manfaat dan meledakkan kekuatan. Tetapi urusan pahala akhirat kembali ke diri masing-masing Sob. Jadi mari belajar bersabar, terutama menjaga kedamaian hati dan keamanan lisan kita. Hidup memang begini, yang penting sadar posisi, sadar peran, dan kita lakukan tindakan terbaik yang kita mampu.

Facebook

P

Kategori
Refleksi

Konon Indonesia Negeri “Sekuler” dan “Liberal”

Negeri ini memang “sekuler” dan “liberal”, hingga sebagian umat Islamnya ikut-ikutan terjerat ke sana. 

Ada yang memisah-misahkan agama dan politik sehingga kalo masjid dipakai membahas persoalan keumatan dalam konteks kekuasaan buru-buru dicap jual beli ayat untuk kepentingan politik, lalu digeneralisir untuk semua yang begitu. Apa ini juga ga bisa dikatakan semacam “sekuler”.

Ada yang teriaknya memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan dari penindasan hingga kebablasan, bab adab dan masalah hati umat tidak dipedulikan, sing penting nyuara sak suara-suarane dhewe, sak enak udele dhewe. Hantam sana hantam sini sak penake dhewe. Apa ini juga ga bisa dikatakan semacam “liberal”.

Islam tetap mulia, dalam asas-asasnya yang tegas, dalam fikrahnya yang kokoh, dalam adabnya yang santun dan memesona, dalam naungannya yang damai. Bahkan dalam peperangan, silahkan diperiksa dalam sejarah baik tulisan sejarawan muslim maupun sejarawan barat yang netral, peperangan yang dilalui kaum muslimin adalah peperangan yang beradab, tidak mengenal istilah pembantaian. Begitu musuh kalah, maka segera terjadi perjanjian, bukan pembantaian. Rakyat diamankan dan dibiarkan tetap dalam keyakinannya. Dan itu hanya dapat dipraktekkan oleh hamba-hamba-Nya yang senantiasa rendah hati lagi memiliki kebeningan hati. Bukan yang diliputi kesombongan, kedengkian dan rasa ingin menjatuhkan sesamanya.

Mari istighfar saja. Istighfar yang banyak biar lisan aman dari menghantam dan mencibir yang lain.

Facebook