Istilah investasi itu lucu dalam perspektif negara ini. Jika kran investasi asing dibuka di negeri ini besar-besaran sebenarnya itu penipuan untuk rakyat yang bodoh karena menganggap uang adalah kekayaan. Rakyat diberi uang senang namun tanah hilang, lahan dikuasai. Tapi kalo yang menjadi biang keroknya adalah kepala daerah, anggota dewan, dan para pejabat negara, ya itulah kezaliman. Dan sangat menyedihkan lagi jika mahasiswa-mahasiswa di kampus apatis terhadap hal seperti ini atau terlalu agresif sehingga kritisnya utopis sambil kampanye salahkan sistem ini itulah. Njur gek ngapa nek wis koar2? Bangga dul.

Masalah utamanya itu gimana memandirikan masyarakat, menginternalisasikan keimanan dan ketawakalan yang hakiki kepada Allah. Wong kita udah dikasih aset abadi berupa tanah dan kekayaan alam kok gelem2en diganti dengan uang yang tidak berjaminan (dolar itu sertifikat utang, bukan sertifikat untuk emas). Malah ada yang nyalah2in sistem uang kertas suruh ganti emas dan muncul investasi emas, yo padha wae selama sistem moneternya seperti sekarang. Segala sesuatu yang ditimbun tanpa tujuan itu menyengsarakan rakyat lain yang butuh alat edar bernama uang.

Sama-sama narik dolar, gunakan cara yang terhormat dengan jual beli barang, kita punya produk mereka kasih kita dolar, nek ringan meneh malah kita pasang iklannya mereka kasih kita dolar. Tapi kalo memberikan aset itu namanya pekok. Dan rakyat negeri ini secara sistem dibuat bodoh karena segelintir orang ingin menikmati kekayaan dengan cara menindas. Memang hebat sekali VOC, mereka sukses dalam kaderisasi sehingga hari ini tingkat kewarasan kami pun dipertanyakan. Semoga saya saat bikin status ini sadar 100 % dan tidak sedang ngelindur.

Allah, jagalah lisanku agar tidak berdoa kepada-Mu dengan kalimat yang rendah seperti ini, “Ya Allah, berikan aku uang, semoga aku sukses meraih jabatan A, semoga aku menang undian mobil bla bla bla ….”. Jagalah lisan ini agar selalu dapat berdoa dengan doa-doa dalam al-Quran, Hadits dan kalimat2 indah para wali-Mu.

Facebook

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.