Kategori
Sastra

Terpesona

 

Duhai yang hijau

Kau begitu memesonaku

Di tengah hamparan itu

Kau melambai memberiku asa

Menghilangkan gelisah dan resah

Menumbuhkan cinta di jiwaku

Duhai yang biru

Kau tak kalah memesonaku

Menjadi cermin dia yang hijau

Sesekali kau berkamus hitam putih abu-abu

Engkau tetap teduh dalam yakinmu

Tanpa harus bercerita bahwa engkau selalu sama

Duhai aku

Yang silih berganti dalam kabut rasa

Mencinta kemudian membenci

Suka lalu berpaling hati

Ah, itulah laku manusiawi

Yang terkadang diangkuhi

Yang tak pernah diinsyafi

Terpesona aku

Tertegun aku memandang batas horizon itu

Yang hijau, yang biru, mereka sejatinya berbeda

Tapi mereka saja bisa bersua di ujung sana

Lalu bagaimana kita yang sebenarnya diciptakan dalam persamaan dan perbedaan

Mengapa masih suka mengerling sesama dengan tatapan tidak suka

Atau sebenarnya kita memang sedang memendam lara

Kategori
Sastra

Selepas Hujan

Selepas Hujan

 

Selepas hujan

Terbit pelangi di bumi timur

Warnanya lengkap sempurna

Katanya sih itu warna tujuh bidadari

Yang sedang turun dari khayangan

 

Selepas hujan

Bumi kering nan tandus itu

Tak lagi ada tanah merekah

Basah dan menghijau

Ajaib, pepohonan tumbuh sendirian

Tanpa diketahui asalnya

Tanpa diketahui sebabnya

Inikah bahasa Tuhan untuk kita

Bahwa Dia kembali menghidupkan bumi yang mati

 

Aku bertanya

Apakah hujan itu

Jika ia air yang turun

Maka setiap pagi banyak pula air yang turun

Jika ia karunia

Mengapa masih banyak yang kebanjiran

Tapi demi melihat keajaiban itu

Maka memang Tuhan sedang berbicara

Bahwa kita semestinya tahu

Bahwa kita saat ini sedang mati

Mati dalam kealpaan kita

Hingga akhirnya berbagai hujan itu tak datang lagi

Yang ada hanyalah kita sering mengigau kehujanan

 

Hujan

Dia adalah kehendak Tuhan

Bukan ramalan cuaca apalagi ulah pawang hujan

Maka jalanilah hidup itu seperti pepohon yang tumbuh

Dalam jalan alam dan perjuangannya

Ini bukan soal kepasrahan dalam terminologi bangsa manusia

Tapi ini sebentuk syukur dalam terminologi bangsa pohon dan burung

Kategori
Sastra

Kisah Negeri Mimpi

Di negeri mimpi, setiap orang berusaha mendahulukan yang lain dalam soal materi tetapi berlomba mencari inspirasi

Di negeri mimpi, setiap orang dengan bebas berdiskusi dan memberi masukan satu sama lain tanpa ada yang dilancangi, apalagi membuat sakit hati

Di negeri mimpi, setiap orang berusaha menjaga kata-katanya agar tidak menyakiti saudaranya

Di negeri mimpi, kemaafan didahulukan, bahkan sebelum orang-orang membuat kesalahan padanya

Di negeri mimpi, penguasa adalah pelayan bagi rakyatnya yang tidak lagi tertarik soal harta pribadi (sehingga anggaran negara dimanfaatkan optimal untuk menjalankan pemerintahan dan biaya hidup sewajarnya)

Di negeri mimpi, rakyat adalah masyarakat yang aktif berkreasi bahkan sebelum datangnya kebijakan perintah, sehingga kebijakan yang dilahirkan merupakan perkawinan antara aspirasi rakyat setempat dengan kepentingan nasional

Di negeri mimpi, siswa bersekolah bukan untuk mencari kerja, tetapi memang ingin membentuk budaya belajar dan menimba ilmu sejak kecil hingga tua nanti, sehingga sekolah adalah aktivitas tak terbatas sejak dikenalkan oleh orang tuanya dirumah

Di negeri mimpi, penegak hukum adalah orang-orang yang membuat sungkan para penyuap karena bersahajanya hidup dan keengganannya pada materi berlimpah

Di negeri mimpi, setiap orang berpikir 1000 kali untuk sekedar melakukan hal-hal diluar nalar kemanusiaannya karena khawatir mengganggu saudara-saudaranya yang lain

Jika Anda percaya dengan tulisan ini, maka Anda berarti tidak akan pernah melihat negeri itu, karena Anda hanya akan terus bermimpi dan tidak pernah melihat bahwa di sekitar Anda benih-benih itu terus tumbuh untuk menjulang berjaya di zaman kemenangan nanti. Maka terus bermimpilah saja, sampai kusiram air kepalamu atau kuceburkan di sungai.

Reposted from : https://www.facebook.com/ardika.zaid/posts/10201002945586626

Kategori
Sastra

Koordinat Hidupku

 

Tuhan,

Memang kau takdirkan hidup itu laksana gelombang

Kadang aku menjulang di atas puncak gelombang

Kadang pula ku rasakan terseok ke lembah gelombang

Semua tetap berjalan dengan cepat rambat yang seimbang

Tuhan,

Maafkan aku jika tak mampu bersyukur

Sehingga koordinat hidupku tak mampu bergerak positif

Bahkan untuk mencapai kemiringan 30 derajat

Aku takut jika aku tak sepakat dengan teori rotasi itu

Hingga aku justru memutarnya dalam sudut negatif

Tuhan,

Saat terseok di lembah gelombang

Aku berpikir bahwa ini akan berakhir

Tetapi ternyata Engkau masih menghendakiku mendaki lagi

Hanya aku sepertinya sulit melihat puncak yang lain

Apakah karena ia tertutup salju?

Atau karena puncakku kini lebih rendah dari puncak sebelumnya?

Tuhan,

Tolong rotasikan koordinat hidupku

Agar ia terus bergerak positif

Agar aku tak gelisah dalam posisi 0 derajat

Sehingga gelombang yang berjalan itu akan tetap aman

Dan terhindar dari jerat kuadran IV

Tuhan,

Engkau maha tahu apa yang sesungguhnya kupinta ini

Maka doa ini adalah ungkapan kebodohanku bahwa aku lemah

Aku lemah tanpa pertolongan-Mu

Karena bahkan bertahan di lembah gelombang pun aku tak mampu

Kategori
Sastra

Musim yang Tak Terjelaskan

Musim apakah ini?

Ketika kita basah kuyup tanpa tetesan hujan

Musim apakah gerangan?

Ketika langit pekat tanpa mendung nan hitam

Musim apakah ini kawan?

Ketika kita tak mengerti

Tentang angin yang menghembuskan hawa dingin

Tentang sinar mentari yang memendarkan sinar UV

Tentang hutan yang menyimpan segala misteri

Sedang kita tertuju ke lembaran kertas yang penuh arti

Terkadang juga gerakan yang memantik memori

 

Aku heran

Dengan perubahan musim ini

Musim yang mempengaruhi suasana hati

Musim yang sulit dimengerti

Karena ia tak terjelaskan lagi dengan logika matematika sederhana

Atau renungan filsuf yang katanya bijaksana

Bahkan ia tak terdefinisikan dalam dimensi tak terhingga

 

Aku heran

Dia yang menawan

Tapi kurasakan hanya sebuah angan

Mungkin karena pengaruh dari musim yang tak terjelaskan

Musim yang membuat kita tak dapat melihat meskipun ada cahaya

Musim yang membuat kita tak dapat mendengar meskipun ada udara

Musim yang membuat kita tak mampu berkata meskipun dawai pita suara melambai

 

Barangkali,

Akan ada yang berubah

Tentang definisi cinta, rindu, persahabatan, dan permusuhan

Karena hujan pun tak harus menunjukkan airnya

Maka demikianlah masa di mana setiap orang tak mengerti atas apa yang ia tahu

Selain hanya kegaduhan tetangga sebelah akibat kegalauan pikirannya

 

Dan di musim ini

Aku hanya mampu berkata

Mari tutup pintu, dan tidur di atas dipan

Agar kita tak bertanya lagi tentang musim ini

Matikan lampu, dan biarkan esok musim itu berganti

 

RBI, 8 Muharram 1435

Kategori
Sastra

Tegar

Kadang aku bertanya

Apa itu ketegaran

Apakah ia adalah sebuah kekakuan

Tentu tidak, karena tegar itu justru ada pada hati yang lembut

Apakah ia adalah sebuah kekuatan

Barangkali iya, karena ketegaran itu menjadikan seorang itu kuat

 

Lalu bagaimana dengan seorang yang berjuang melawan dirinya sendiri

Sesungguhnya diri ini akan terus berjuang melawan nafsu yang menguasainya

Tegar menghadapi keinginan nafsu yang selalu menyesatkan

 

Dan ketegaran yang seperti batu karang itu

Adalah untuk membuat kita bertahan ketika bisikan-bisikan jahat itu terus merayu

Menyesatkan kita untuk berbuat kehinaan di hadapan Tuhan

 

Ini bukanlah sebuah puisi, bukan pula syair, tapi hanyalah sebuah coretan singkat atas peristiwa hari ini yang harus kusesali dan tak kuulangi

Agar aku tegar untuk bertahan di atas jalan yang lurus ini

Kategori
Sastra

Rindu

Saat mata terbuka tak lagi kudengari kicauan burung-burung itu

Padahal 15 tahun yang lalu, kicauan burung-burung kecil kerap membangunkan tidurku yang malas

Hari ini mungkin kutilang tinggal cerita, pentet tinggal obrolan, apalagi kepodang, ia hanya gambar di bawah tulisan “satwa yang dilindungi undang-undang“

Burung-burung yang cantik itu kini tinggal cerita

Ketika aku ke desa, hampir keberadaannya hanya bisa kupandang ketika aku ke pasar di kios para penjual burung

Itu hanya tentang burung yang sepi berkicau di waktu pagi

 

Bagaimana jika hari ini generasi muda juga menghilang

Desa sepi, masjid sepi, perkumpulan pemuda sepi, oh menyedihkan

Perempatan jalan mendadak ramai, jalan-jalan mendadak ramai dengan raungan mesin yang tidak normal

Mungkin hari ini kita akan bertanya, masih adakah partner yang setia dengan visi besar ini

Berjalan bersama, melangkah seiringan untuk membenahi kehidupan berdasarkan apa yang telah kita pahami di bangku pendidikan

Dan semua itu berkumpul menjadi sebuah kerinduan

 

Dan tahukah arti kerinduan itu bagiku

Yakni saat hati ini merasa sepi untuk berbagi

Ramai berbicara tapi tak pernah bertemu dalam esensi

Hanya basa-basi yang kerap kali menghabiskan waktu kita hari ini

Dan kesepian ini hanya bisa dijawab dengan setiap pembicaraan sejarah dan masa depan

 

Di negeri yang penuh dengan aroma basa-basi ini

Setiap pembicaraan yang terjalin, maka pikiran ini terus mencari, hati ini merasai

Tuk menemukan ikatan yang sesungguhnya dari jiwa-jiwa muda yang masih ingin melihat Indonesia emas

Ataupun belahan jiwa yang akan setia menjadi kunci dinasti sang pengubah sejarah

Ia yang mengerti sejarah dan selalu mendongeng untuk generasinya tentang kepahlawanan dan optimisme

Maka semoga kelak aku diampuni dan diberi kesempatan untuk bertemu dengan jiwa-jiwa yang kuinginkan itu

Sebagaimana kurindukan burung-burung kembali berkicau riang di pucuk-pucuk pepohonan desaku

Sebagai pelepas rasa rindu

Kategori
Sastra

Aku Memilih Indonesia

Jika ada yang berkata, negeriku hancur

Maka aku akan berkata, negeriku masih tegak berdiri

 

Jika ada yang berkata, negeriku rusak

Maka aku akan berkata, negeriku masih baik-baik saja

 

Jika ada yang berkata, masyarakat negeriku rusak moralnya

Maka aku akan berkata, tapi masih banyak juga yang sehat akal dan baik pekertinya

 

Jika ada yang berkata, pemimpin negeriku busuk dan koruptor

Maka aku akan berkata, masih banyak tokoh-tokoh yang menginspirasi kita untuk menjadi orang baik

 

Jika ada yang berkata, rakyat negeriku susah diatur

Maka aku akan berkata, tanyakan pada diri kita, barangkali kita adalah salah satunya

 

Jika ada yang berkata negatif, maka aku akan berkata positif

 

Biarlah orang-orang beranggapan bahwa negeri kita hancur, rusak, dan tidak bisa menghidupi rakyatnya, tapi aku berpikiran bahwa inilah negeri terindah yang dianugerahkan Sang Pencipta untuk kita

 

Dimana lagi kau jumpai negeri yang memberikan segala kebebasannya untuk kita

Kita bebas untuk makan, karena seburuk-buruk tanah kita, kita masih bisa menanam untuk kita makan

Kita bebas untuk bertempat tinggal, karena seburuk-buruk tempat tinggal, negeri kita tetap ramah pada setiap tubuh yang tak berpunya rumah

Kita masih bisa hidup meski tak ada uang di kantong sepeser pun, karena di mana-mana tetap saja masih banyak orang baik yang mau berbelas kasih

Kita masih bisa menikmati banyak hal di negeri ini, karena negeri ini adalah negeri yang berbiaya hidup murah

Bahkan kita bisa berteriak lantang, mulai nyeplos lawakan menyoal kebijakan pemerintah hingga konser musik berhingar-bingar tanpa ada perang besar meskipun tetangga ada yang kesakitan lantaran gaduh luar biasa

Negeri mana yang memberi kebebasannya, bahkan hari ini kita bisa menikmati lezatnya ibadah dalam kesunyian alam karena kedamaian yang ada, ketika Afghanistan, Suriah, Mesir, Palestina semua harus bergejolak yang bahkan untuk sekedar 10 menit bersimpuh pun harus siap dengan roket yang sewaktu-waktu menghujam

 

Bangsa kita itu bangsa timur, bangsa yang luhur, yang sangat pemaaf

Bahkan 350 tahun kita dijajah, hari ini kita telah memaafkannya dengan pemaafan yang luar biasa, sampai orang-orang Turki geleng-geleng kepala pada kita

Bahkan di stadion Gelora Bung Karno beberapa waktu lalu, dengan bangganya masyarakat kita berkata dalam spanduk-spanduk besar itu, “I LOVE YOU N——-”

Hanya dengan 3 nyawa yang tersiar saja, reformasi di negeri kita mudah dijalankan di saat negeri-negeri lain ratusan bahkan ribuan mati pun belum mampu membeli kebebasan itu

 

Maka alangkah naifnya jika hari ini kita tidak mau bersyukur

Bersyukur dalam kerja keras dan keindahan persatuan

Karena jika Allah mau mengazab negeri, maka negeri kitalah yang paling pantas diazab

Diazab hingga rata karena polah sebagian orang-orangnya yang tidak tahu rasa syukur, egois, mau menang sendiri

 

Ini negeri yang terlalu indah kawan

Apakah kalian masih mau bilang Eropa itu indah

Jika kau belum pernah ke sana, cobalah pergi dan merenunglah di sana

Negeri-negeri di sana hanyalah teratur karena kebagusan sistem dan kedewasaan masyarakatnya

Tapi aku tetap memilih Indonesia karena ini negeri terindah yang menjanjikan segala kebebasan untuk kita

Bahkan untuk negeri kitalah potongan tanah Syurga itu disematkan

 

Dan negeri kita hari ini butuh cinta dan pengakuan kita

Dan negeri kita butuh doa-doa kita agar semakin damai

Dan dari negeri kita, kita kirimkan kedamaian itu untuk saudara-saudara kita di sana

Kategori
Sastra

I Will Try

I don’t know why I don’t have a good passion in English. I have a dream to study in foreign country but I don’t like English. Since in junior high school, I didn’t learn English seriously. I felt that English is a difficult lesson till Senior High School. Although I have many friends who expert in English, I don’t have a will to learn that language. I think my interesting in learning Arabic is better than English.

I was aware that English is important to me when the final examination were going to come. I knew my English capability, especially in listening is so bad. I just had about 3 months to prepare it if I wanted to get enough point. I learnt hard. I memorized many vocabularies that I can. I tried to hear many English conservations from cassette. Oh, it made me boring.

Finally, I was able to do the final examination well. Not so good, but I think it was better than all of my English examination. I prepared it seriously and I succeeded in final examination. I got enough point. Not too bad. Oh, that is my memory how I must wait the moment to get awareness on myself about English.

My awareness how important of English for me raised when I was accepted in University. Good understanding of physic theory and concept will be reached if I have enough ability in English to read the physic text book which was written by the Scientist. Oh my God, am I so late to learn English? I think I’m not late yet. I still have enough time to upgrade my capability. But, I don’t have the good environment here. My friends is reluctant when I invited them to speak English or learn English together. Haisss, I think it is crazy. How can the most intellectual person in University using English reluctantly? I don’t know.

But now, I don’t have reason that I can’t speak and write in English. My journey to the Europe last year gave me a wisdom that English is important language for me as same as Arabic for a Muslim. Even though my vocabularies is limited in my memory, I will try to add and use it. I must upgrade my memory to remember it. I must train my tongue and mouth to speak English well. I must use it in many conversation and get the friend from abroad.

I like writing. I like to tell my life story to the other. I think I succeeded to do it in Indonesian, my mother language. In my web, I will try to tell some of my stories in English. It will be a way to test my English and will invite my friend from another country to know about me and my story.

My friend, if you find some grammatical errors in this story, please correct me by giving a comment. I will be very glad to learn from you. I will try. Don’t give up myself. You must learn, learn, and learn till your soul is separated to your body.

Kategori
Sastra

Mungkin Aku Sedang Rindu

 

Sendiri ….. dalam keramaian …… sepi

Bersama ….. tetap di kesendirian ….. sepi

Barangkali aku memang sedang memendam kerinduan

Kerinduan karena aku yang mudah melupakan

 

Aku lupa di saat terluap kebahagiaan

Aku lupa di saat aku berada di atas kapal kecongkakan

Ah, aku memang sedang rindu pada sesuatu yang tak membuatku sepi

 

Hari ini aku mencari cahaya kerinduan itu

Agar aku bisa berkata bahwa aku merinduinya

Rindu pada keyakinan bahwa aku bisa mewujudkan mimpi-mimpiku

Karena kejayaan itu sangat dekat bagi yang merinduinya

 

Ah, mungkin aku memang sedang rindu

Di keramaian manusia yang sepi

Di kesendirian jiwa yang gelisah

Aku rindu

 

Rindu untuk menemukan sujud terindahku pada-Mu

Karena dalam jarak yang terdefinisi itu terasa bahwa aku tak pernah kesepian

Selama-lamanya