Kategori
Cinta

Kasihmu Amanahku

Spesial for Mas Krisna Dwipayana dan Mbak Istika Wulandari yang sedang merayakan hari bahagianya

 

Pernikahan menyingkap tabir rahsia
Suami isteri inginkan keluarga yang bahagia
Dan mengharapkan sebuah bahtera indah
Untuk bersama belayar ke muara

Pernikahan, menginsafkan kita
Perlunya iman dan takwa, meniti sabar dan redha
Bila masa senang syukuri nikmat Tuhan
Susah mendatang tempuhi dengan tabah

Isteri janji telah dipateri
Diijab kabulkan dan dirahmati
Detik pertemuan dan pernikahan
Yang dihujani air mata kasih
Demi syurga Ilahi

Suami jangan menagih setia
Umpama Hajar dan setianya Zulaikha
Terimalah seadanya yang terindah
Di lubuk hatimu
Isteri adalah amanah buatmu

Pernikahan mengajar tanggungjawab bersama suami dan isteri 

Isteri hamparan dunia
Suami langit penaungnya
Isteri ladang tanaman
Suamilah pemagarnya
Isteri bagai kejora
Suami menjadi purnama
Tika isteri beri hempedu
Suami tabah menelannya

Tika suami terteguk racun
Isteri carilah penawarnya
Sungguh isteri rusuk yang rapuh
Berhati-hatilah meluruskannya

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=qC0d41TIzGg]
Kategori
Cinta

Kau Sahabat Kau Teman

[kenangan untuk sahabat kami yang telah wafat di jalan perjuangan, Alfi Noor Rokhman]

 

 

Telah tiba saat waktu kau tinggalkan kami

Kerana takdir yang Maha Esa telah menetapkan

Sedih rasanya hati ini bila mngenangkan

Kau sahabatku kau teman sejati

 

Tulus ikhlasmu luhur budimu bagai tiada pengganti

Senyum tawamu juga katamu menghiburkan kami

Memori indah kita bersama terus bersemadi

Kau sahabatku kau teman sejati

 

Sudah ditakdirkan kau pergi dulu

Di saat kau masih diperlukan

Tuhan lebih menyayangi dirimu

Ku pasrah diatas kehendak yang Esa

 

Ya Allah,tempatkannya di tempat yang mulia

Tempat yang kau janjikan nikmat untuk hamba Mu

Sahabatku akan ku teruskan perjuangan ini

Walau ku tahu kau tiada di sisi

 

Perjuangan kita masih jauh beribu batu

Selagi roh masih di jasad hidup diteruskan

Sedih rasa hati ini mengenangkan dikau

Bagai semalam kau bersama kami

 

Moga amanlah dan bahagia dikau di sana

Setangkai doa juga Fatehah terus kukirimkan

Moga di sana kau bersama para

 

Lagu ini pernah dipopulerkan oleh Hijjaz untuk mengenang kepergian alm. Sholeh Ramli
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=wMFKxgGaLIs]

Kategori
Cinta

Amazing Mom

Dibalik kehebatan seorang anak, ada sosok ibu yang luar biasa di sana. Imam Bukhari, sang ahli hadits terkemuka senantiasa dididik ibunya dengan sabar, kecil dalam keadaan buta hingga akhirnya Allah berkenan mengembalikan penglihatannya berkat kesabaran dan doa yang selalu dipanjatkan Ibunya. Imam Syafii, yang selalu dijaga makanannya agar yang masuk ke perutnya adalah makanan yang halal sampai-sampai dirinya pernah diangkat ibunya dengan kepala dibawah agar seluruh isi perutnya keluar usai memakan makanan yang tidak jelas perolehannya. Dia pun menjadi salah satu ulama terkemuka di kalangan umat Islam. Di mana ada tokoh besar lahir, biasanya ada sosok ibu yang luar biasa telah mendahuluinya.

Ini hanya sebuah prolog untuk kisahku hari ini. Perjalanan ke salah satu kota kecil di lingkup kabupaten Klaten untuk mengunjungi salah satu orang tua siswa SABS. Tujuan utamaku adalah untuk kepentingan bisnis karena diminta untuk membantu membuatkan lapak online. Tapi tanpa di sangka hari ini, aku bahkan mendapati kisah luar biasa bahwa memang seorang ibu itu akan menjadi salah satu kunci keberhasilan bagi anaknya di masa yang akan datang.

Kisah ini adalah tentang cerita bagaimana perjuangan seorang ibu untuk selalu memenangkan hati sang anak yang dianggap tidak normal oleh lingkungannya. Dia adalah anak hebat dengan bukti bahwa IQ-nya di atas rata-rata. Tetapi karena yang menonjol adalah kemampuan intuitifnya yang didukung dengan motorik kasar yang hampir dua kali lipat dari umumnya, dia mengalami kelemahan dalam masalah matematika dan logika. Jangankan menulis, membaca tulisan menjadi hal yang sulit dia lakukan tanpa dukungan yang luar biasa dari orang yang mengerti akan kehebatan anak ini.

Maka aku memberi acungan jempol 4 untuk ibunya yang sangat perhatian dan selalu melakukan konsultasi dengan psikolog untuk memantau perkembangan buah hatinya. Sang anak yang memiliki kecerdasan dalam berkarya dan membuat aneka kreasi ini terus ia dukung meskipun orang lain yang tidak paham menganggapnya aneh. Ia memang akan mendapat nilai jelek jika diminta tes dengan mengerjakan soal, tetapi jangan heran dan tercengang jika dia jenius dalam menjawab pertanyaan dan melakukan berbagai kreativitas yang tidak dapat dilakukan orang pada umumnya.

The amazing mom, itulah guru yang kutemui hari ini. Sosok yang berhasil mengangkat kepercayaan diri seorang anak sehingga selalu tegar menghadapi hidup. Berbeda itu adalah anugrah, karena kita tidak harus berkompetisi dengan banyak orang. Kita diberi hal terindah yang tidak Allah berikan pada orang lain. Tinggal bagaimana kita mengerti bahwa kita berbeda dan kita akan melengkapi kehidupan ini dengan perbedaan yang kita miliki.

Ha ha, ini menjadi salah satu referensi untuk mencari pendamping hidup yang baik nanti. Dapat satu lagi konsep untuk melakukan identifikasi. Namun tentunya, akulah yang harus terus berubah agar aku semakin cakap dalam melewati hidup ini. Madrasah hidup ini akan terus berlanjut dalam setiap petualangan panjang ini. Terima kasih Bu atas cerita yang luar biasa hari ini.

Kategori
Cinta

My Love

Lagu ini pernah sebenarnya sangat jadul banget. Tapi sampai hari ini tetap asyik didengarkan. Bahkan dalam interpretasi yang lain lagu ini sah sah saja jika digunakan untuk mengenang seseorang. Bukan saja sebagai kekasihnya (karena memang kalo dilihat dari lirik dan konteksnya lagu ini seputar orang yang ditinggal pergi kekasihnya), tapi mungkin orang-orang yang kita cintai.

Sejak kepergian kakek di bulan Rajab kemarin, terkadang aku merasa rindu. Ketika mengunjungi rumahnya, melihat pada kursi ruang tamu yang kini kosong, timbul rasa Rindu. Ingin sekali aku bertemu beliau meski dalam mimpi. Sejak kepergiannya aku baru melihatnya sekali dalam mimpi. Aku ingin melihatnya sesering mungkin.

Aku ingin melihatnya seperti saat kematian guruku yang mulia, Allahyarham KH. Muh Hussein meninggal 5 tahun silam. Aku bermimpi shalat dengan imam beliau seperti biasanya. Bermimpi bertemu ruh orang-orang tercinta yang telah wafat sepertinya memberi arti lain kebahagiaan ketika hati ini sedang rindu.

Lagunya Westlife ini tiba-tiba ngehits aja deh, tapi maaf ya aku bukan maniak musik. Kesukaanku pada hal-hal ini bersifat seasonal saja.

“My Love”

 

An empty street, an empty house

A hole inside my heart

I’m all alone, the rooms are getting smaller.

I wonder how, I wonder why, I wonder where they are

The days we had, the songs we sang together.(oh yeah)

 

And all my love, I’m holding on forever

Reaching for the love that seems so far

 

[Chorus:]

So I say a little prayer

And hope my dreams will take me there

Where the skies are blue, to see you once again… my love.

All the seas from coast to coast

To find the place I Love The Most

Where the fields are green, to see you once again… my love.

 

I try to read, I go to work

I’m laughing with my friends

But I can’t stop to keep myself from thinking. (oh no)

I wonder how, I wonder why, I wonder where they are

The days we had, the songs we sang together.(oh yeah)

 

And all my love, I’m holding on forever

Reaching for the love that seems so far

 

So I say a little prayer

And hope my dreams will take me there

Where the skies are blue, to see you once again… my love.

All the seas from coast to coast

To find the place I Love The Most

Where the fields are green, to see you once again…

 

To hold you in my arms

To promise you my love

To tell you from the heart

You’re all I’m thinking of

 

Reaching for the love that seems so far

 

So I say a little prayer

And hope my dreams will take its there

Where the skies are blue, to see you once again… my love.

All the seas from coast to coast

To find the place I Love The Most

Where the fields are green, to see you once again… my love.

 

Say it in a prayer (my sweet love)

Dreams will take it there

Where the skies are blue (woah yeah), to see you once again my love. (oh my love)

All the seas from coast to coast

To find the place I Love The Most

Where the fields are green, to see you once again…. My Love.

 

Jika menghendaki videonya, lihat disini saja deh
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=ulOb9gIGGd0]

Kategori
Cinta

Saatnya Menentukan Pilihan

Hari ini aku mendengarkan obrolan pasangan muda yang nyentrik, Aa Canun dan Teh Fufu. Kesampaian juga setelah beberapa waktu lalu hanya sering dengar namanya disebut-sebut atau apa deh seputar masalah nikah. Sore ini terjawab bagaimana Aa Canun yang nama aslinya Ikhsanun Kamil memilih tidak menjadi dokter yang bergelar dr., tetapi mengambil jalan menjadi dokter cinta. Cieee. Begitu pula isterinya Teh Fufu yang nama aslinya Foezi Citra Cuaca Elmart (widih aneh dan nyentrik banget namanya).

Pasangan muda ini hadir dalam obrolan seputar dunia muda yang digelar oleh MQ FM Bandung. Ketebak kan, aku mendengarkannya lewat streaming sambil membereskan esai yang akan kukirim ke panitia lomba di negeri kincir. Sambil berharap besok bisa ke negeri kincir itu, aku pun menikmati obrolan renyah mereka tentang seputar persiapan pernikahan. Wow …… mulai deh!

Nah, dari percakapan yang sangat menarik itu semakin banyak khazanah yang kuterima tentang sebuah pernikahan. Disampain adanya persiapan ternyata menikah itu harus diwujudkan dalam perasaan hati kita yang sesungguhnya bahwa kita butuh menikah. Selama hal itu belum muncul dalam benak perasaan terdalam kita maka pasti akan ada masalah ketika dipaksakan menikah. Rasa untuk butuh menikah salah satunya tumbuh dengan proses belajar dan persiapan yang benar, bukan banyak mengetes lawan jenis satu per satu. Nah … lo

Pada intinya, pernikahan yang barokah itu adalah ketika kedua calon yang akan menikah itu sibuk untuk memantaskan diri sebagai suami dan istri ke depannya. Tanpa harus janjian dan saling menanyakan “sudah“ sampai mana. Jaminannya adalah bahwa laki-laki yang baik untuk wanita yang baik. Laki-laki yang buruk untuk perempuan yang buruk, itu sudah Allah sampaikan dalam al-Quran. Percaya nggak? Aku percaya.

Makanya dalam suatu kondisi atau terkadang ada yang memahami sak klek bahwa menikah itu melalui proposal, jalur murabbi, ustadz dll. Itu adalah sarana bagaimana kita menjemput jodoh (bukan mencari jodoh) sesuai dengan spesifikasi kita. Setiap zaman pun ada kecerdasan yang mesti di asah dari naluri setiap ikhwan yang akan menikah.

Kalau dahulu, kata salah satu ustadz muda favoritku, orang mau nikah lebih gampang katanya. Suatu ketika seorang teman ayah sang ustadz tadi tengah berada di sebuah kereta waktu dia bersin, lalu ada wanita yang mendoakannya yarhamukallah. Seketika itu juga dia menanyakan alamat rumah wanita itu dan dikesempatan berikutnya dia melamarnya. Wow, iyalah masa-masa tahun 70-80-an jelas adab Islami itu menjadi sesuatu yang tabu. Kalo ada satu pasti jadi rebutan.

Berbeda lagi dengan hari ini yang semuanya katanya serba klise karena banyaknya penokohan dan pencitraan. Facebook, twitter, dan berbagai sarananya bisa mengubah sisi lain seseorang menjadi orang yang lain lagi. Ah, kalo yang hari ini memang lebih rumit, tapi setidaknya jadi seorang ikhwan kudu mampu menyusun kata-kata kunci untuk bisa dijadikan pilihan dalam memutuskan pendamping hidupnya nanti. Ada sisi yang tidak akan pernah berubah dari setiap wanita shalihah meskipun telah melintasi zaman, dan itu harus terus digali di masa bujang ini sambil terus memantaskan diri (kata A Canun dan Teh Fufu).

Saatnya menentukan pilihan. Mungkin bukan nama, tapi menjadi seperti apakah kita dan seperti apakah yang akan menjadi teman kita. Terima kasih Aa Canun dan Teh Fufu atas inspirasinya sore ini, karenanya ingatan-ingatanku yang lain pun terpanggil sambil menunggu buka puasa.

Kategori
Cinta

Cinta

cinta kita melukiskan sejarah

menggelarkan cerita penuh suka cita

sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu

cinta kita sejati

(Cinta Sejati – Bunga Citra Lestari)

Beberapa hari lalu aku diminta berbagi kepada adik-adik AAI di fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNS. Wah bingung juga sih ketika diberi TOR yang isinya kurang lebih berjibun dan membuatku merasa minder dengan kontennya. Terlanjur menyanggupi, ah berangkat saja dan bismillah.

Karena tujuannya menyemangati agar adik-adik tetap semangat AAI akhirnya aku menemukan sebuah tagline untuk itu. CINTA. Ya itu kata yang selama ini menjadi kekuatan besar dalam hidupku juga. Dan tak sengaja aku kembali teringat dalam bait lagi Cinta Sejati dalam film Habibie dan Ainun. Ah ini saja deh modal untuk mengisinya, apalagi untuk adik-adik di ilmu sosial, terlalu banyak teori pasti tidur mereka.

Aku meyakini bahwa setiap hal hari ini terjadi karena cinta. Cinta, dalam imajinasi tiap orang mungkin berbeda. Tapi hakikat cinta ini mampu menggerakkan setiap orang untuk mampu berbuat sesuai dengan imajinasi cintanya masing-masing. Maka seberapa baguskah imajinasi cinta kita. Jika mendengar cinta, lalu imajinasinya mengarah pada dua jenis manusia yang saling berkasih maka sebatas itulah cinta yang ia dapat. Semakin kita mampu memberikan imajinasi terbaik atas cinta, maka sebesar itulah kemampuan diri kita akan dibuktikan. Cinta, sulit dijelaskan, tapi ia pasti ada.

Maka Cinta itu harus dirawat agar tidak mengalami pembusukan. Cinta harus dijaga dinamikanya agar tidak menyeleweng dan sesat. Cinta harus diperkaya dengan lautan ilmu agar ia semakin bermakna. Cinta harus dipupuk agar ia senantiasa hadir indah di setiap masa dan di mana saja. Cinta yang sejati, akan membawa kita kepada sang pemilik cinta itu. Siapa ia? Allah azza wa jalla.

Kesimpulannya, cinta itu memang akan membuat siapa pun mencipta sejarahnya. Dalam cinta, maka tercipta sebuah liku-liku hidup yang sarat makna. Maka seberapa dalam cinta kita. Seperti apakah cinta kita. Dan sebesar apakah cinta kita. Selurus apakah cinta kita. Setiap kita akan mendapati jawabannya di hari akhir nanti tentang CINTA kita masing-masing. Selamat bercinta!

Kategori
Cinta

Four Queens for Kartini’s Day #3

Kesimpulannya, wanita-wanita yang agung tersebut itu telah mewariskan inspirasi yang berabad-abad lamanya. Dalam bentuknya masing-masing di tiap zaman, wanita-wanita yang mendapatkan titisan sifat ini (maaf ini bukan seperti bahasan titisan Dewa lho ya) dia akan melahirkan ulama-ulama luar biasa di kemudian hari. Seperti bundanya Imam Syafii, bundanya Imam Bukhari, bundanya imam-imam yang lainnya.

Jadi aku lebih setuju bahwa emansipasi wanita itu adalah tentang hak mendapatkan pendidikan dan optimalisasi peran kaum wanita seperti apa yang Allah takdirkan kepadanya. Wanita punya tempat mulia sendiri sesuai pada tugasnya masing-masing. Dari kisah-kisah di atas kita bisa memahami bahwa seorang istri itu bukan 3M (macak, masak, manak = berdandan, memasak untuk suami, dan memberikan keturunan).

Setahuku Kartini hanya menuntut hal itu terjadi ketika di zaman itu pendidikan hanya diberikan kepada kaum pria. Setahuku Kartini, yang juga muridnya kyai Sholeh Darat tidak pernah mengatakan seperti apa yang sering diperjuangkan kaum feminism hari ini tentang persamaan gender dalam konteks praktis yang justru merubah tatanan hidup masyarakat timur menjadi radikal dan tidak harmonis.

Wahai saudariku, ini sekedar hadiah kecil untuk kalian yang sedang merayakan hari kemerdekaan kaum wanita. Semoga kemerdekaan kalian tak mengurangi cita rasa kewanitaan dan keibuan kalian di masa nanti. Kita pernah punya sejarah tentang wanita yang namanya menyejarah. Ia ada, ia nyata, pernah hidup dan hingga kini inspirasinya masih ada. Dan itulah yang kuharap ada pada belahan jiwaku nanti.

Sebagai penutup tulisan ini ada sebuah syair yang cukup syahdu tentang “Wanita” yang dipopulerkan oleh munsyid dari negeri Jiran “DHearty”

Kau digelar sebagai penyeri dunia

Hadirmu melengkap hubungan manusia

Bukan sahaja dirindui yang biasa

Malah Adama turut sunyi tanpa Hawa

 

Akalmu senipis bilahan rambut

Tebalkanlah ia dengan limpahan ilmu

Jua hatimu bak kaca yang rapuh

Kuatkanlah ia dengan iman yang teguh

 

Tercipta engkau dari rusuk lelaki

Bukan dari kaki untuk dialasi

Bukan dari kepala untuk dijunjung

Tapi dekat dibahu untuk dilindung

Dekat jua di hati untuk dikasihi

Engkaulah wanita hiasan duniawi

 

Mana mungkin lahirnya bayangan yang lurus elok

Jika datangnya dari kayu yang bengkok

Begitulah peribadi yang dibentuk

 

Didiklah wanita dengan keimanan

Bukannya harta ataupun pujian

Kelak tidak derita berharap pada yang binasa

 

Engkaulah wanita istimewa

 

Sedarilah insan istimewa

Bahawa kelembutan bukan kelemahan

Bukan jua penghinaan dari Tuhan

Bahkan sebagai hiasan kecantikan

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=-DJU4XK0qCI]
Kategori
Cinta

Four Queens for Kartini’s Day #2

Khadijah sang Istri Setia

Bercerita tentang ibunda Khadijah radhiyallahu anha ini seperti nostalgianya Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam di masa-masa awal dakwah Islam. Ketika itu salah satu istrinya, Aisyah Ummul Mukminin radhiyallahu anha merasa cemburu akibat sering disebutnya Khadijah hingga dia melontarkan sebuah kata yang tidak seharusnya diucapkan untuk Khadijah, akhirnya Rasulullah marah dan menjelaskan keutamaan Khadijah atas istri-istri Rasulullah yang lain. Apakah keistimewaannya?

Beliaulah orang pertama yang menjadi pendamping setia Rasulullah di permulaan dakwah Islam. Disaat masyarakat mengusirnya, dialah yang membesarkan hatinya dan selalu mendampinginya. Hartanya yang kaya akhirnya terus dibelanjakan demi dakwah Rasulullah. Dia amat pengasih dan penyayang kepada anak-anaknya. Istri yang paling banyak memberikan keturunan bagi Rasulullah, termasuk sang putri Fathimah Az-Zahra. Bicara kesetiaan pada sang suami, maka Khadijahlah contoh yang semestinya menjadi inspirasi para muslimah hari ini. There is no one better than her.

Maka tak heran ketika Rasulullah sampai bersabda “Tidaklah Allah mengganti untukku (istri) yang lebih baik darinya (Khadijah). Dia beriman kepadaku saat orang-orang kufur. Dia mempercayaiku saat orang-orang mendustaiku. Dia memberikan hartanya kepadaku saat orang-orang mengharamkan harta untukku. Dan dia memberikan aku anak saat Allah tidak memberikan anak dari istri-istriku yang lain”. Inilah potret serikandi Islam pada permulaan Rasulullah memulai dakwah ini. Sabar, setia dan sangat gigih. #ternyata ada dan ternyata bisa

Fathimah az-Zahra sang Pemilik Lautan Kesabaran

Mungkin selama ini tak banyak orang yang mengenal bahwa putri Rasulullah yang sangat mulai ini hidup dalam kekurangan harta. Bahkan dalam kisah pernikahannya dengan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu tak semulus pernikahan di era hari ini. Karena keluarga nabi seyogyanya tidak menerima hadiah, apalagi sedekah dan zakat dari umatnya (harta yang berhak dimakan nabi selain dari kerja kerasnya sendiri, adalah harta rampasan perang, berdasarkan ketentuan Allah dalam al-Quran), maka pernikahan Ali dan Fathimah akan menjadi kisah nyata bagaimana mereka membangun keluarga dari titik negatif, bukan lagi nol.

Maaf ini juga sekaligus sindiran bagi keluarga-keluarga yang masih hidup hari ini dan mengklaim sebagai ahlul bait (keturunan Rasulullah) tapi kemudian masih terbiasa menerima infaq dan diagung-agungkan layaknya manusia yang lebih tinggi derajatnya dari manusia yang bukan keturunan Rasulullah. Maka kita tidak selayaknya memperlakukan orang berbeda-beda berdasarkan nasab (keturunan) atau kemewahan yang dimilikinya. Tetapi dari keimanan dan kecintaan mereka pada agamanya.

Ketika keduanya menikah, maka banyak hadiah yang diterima oleh kedua mempelai itu. Sampai suatu ketika Rasulullah mengunjungi keduanya di sebuah rumah. Rasulullah terheran dengan kecukupan keluarga ini karena Ali bukanlah saudagar, dia adalah pemuda ahli ilmu yang tak berharta. Setelah diinvestigasi (bahasanya keren euy) dan diketahui itu barang-barang hadiah maka Rasulullah mengingatkan Ali tentang hukum keluarga Rasulullah sehingga semua barang-barang itu dikembalikan kepada pemberinya. Bahkan rumah yang ditempatinya pun hampir saja dikembalikan. Namun demi menjaga izzah (kehormatan) Ali, maka Rasulullah menyatakan rumah itu sebagai hutang yang harus dilunasi. Nah itulah kiranya bagaimana Rasulullah mendidik keluarganya agar tidak bisa menerima apa-apa yang memang sebenarnya bukan haknya.

Nah, satu penggal kisah ini kiranya kita bisa membayangkan bagaimana kesabaran sang Putri dari manusia yang paling mulia di muka bumi ini menjalani hari-harinya. Maka tidak mengherankan ketika dalam kesehariannya, terkadang dapur Ali dan Fathimah ini tidak mengepul. Kesabaran Fathimah mendampingi Ali ini menjadi bukti kesetiaan seorang istri pada pemuda yang berilmu. Jika Fathimah memiliki lautan kesabaran, maka Ali bin Abi Thalib adalah lautan ilmu (bahrul ulum). Inilah prototipe wanita yang mulia dalam keterbatasan harta namun tetap dapat menjadi istri yang selalu meneguhkan suaminya. #ternyata ada dan ternyata bisa

…… bersambung

Kategori
Cinta

Four Queens for Kartini’s Day #1

Katanya hari ini Hari Kartini, kata kalender begitu, kata yang lain-lain juga begitu. Akhirnya aku juga ikut aja deh berkata iya. Ini hari Kartini, soalnya katanya dulu Raden Ajeng Kartini dilahirkan pada tanggal dan bulan yang sama dengan tanggal dan bulan belasan dekade yang lalu. Tapi aku tidak akan menuliskan Kartini dalam sudut pandang yang sering orang-orang tuliskan.

Yang aku tahu dia adalah pejuang keadilan untuk kaum wanita di Indonesia, bukan feminis yang selalu merongrong terwujudkan kesetaraan gender. Dia hanya menuntut keadilan dalam pendidikan dan peran kaum wanita dalam pembangunan kualitas ibu Indonesia, bukan menjadi pegiat feminisme apalagi femen yang hobi berpose ria tanpa busana di depan umum.

Maka untuk hari Kartini ini, aku persembahkan empat ratu yang memukauku dalam sejarah hingga hari ini. Empat wanita yang menyejarah karena keagungan dan kemuliaan yang dimiliki. Empat wanita yang kuharapkan diwarisi oleh istriku kelak, entah seperseribu atau sepersejutanya, yang penting ada titisan yang melekat pada dirinya nanti. Siapakah mereka? Merekalah 4 ratu yang luar biasa : Asiyah sang Isteri Firaun, Maryam sang Ibunda Isa, Khadijah sang Istri Setia, Fathimah Az-Zahra sang Pemilik Lautan Kesabaran. Sebenarnya masih banyak juga kisah yang memukau dari para wanita yang pernah menyejarah, namun karena hari ini spesial, maka aku tulis saja yang paling membuatku spesial.

Asiyah sang Isteri Firaun

Kita semua tahu bagaimana raja yang berkuasa di negeri Mesir itu terkenal sangat kejam. Firaun (Paraoh) sebenarnya adalah gelar raja terbesar di Mesir, hanya saja yang disebut dalam al-Quran ini adalah raja kejam yang pernah berkuasa bersamaan dengan masa hidup nabi Musa alayhissalam. Asiyah lah sang Isteri yang selalu setia mendampingi sang suami durjana ini. Meski demikian ia tetap dalam keimanannya kepada Allah. Dialah yang kemudian berhasil membawa Musa ke istana setelah ditemukan terhanyut dalam sebuah peti di sungai (karena dihanyutkan ibunya sesuai dengan perintah Allah).

Asiyah lah yang meyakinkan Firaun untuk memelihara sang anak yang kelak akan menjadi penentang terbesarnya di kemudian hari. Singkat cerita suatu ketika Firaun mengetahui keimanan Asiyah dan dia memaksanya agar mengakui suami yang kejam itu sebagai tuhan. Asiyah menolak tunduk dan akhirnya dia disiksa. Hingga akhirnya Asiyah berdoa kepada Allah agar dibangunkan istana di Syurga. Inilah doa yang indah itu “Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim.” (QS. At-Tahrim [66] : 11). Dan karena siksaan Firaun itu, Asiyah akhirnya menghadap ke haribaan Yang Maha Tinggi. Inilah potret wanita pejuang yang tetap bisa bertahan keimanannya dalam lingkungan penuh kemungkaran. #ternyata ada dan ternyata bisa

Maryam Sang Ibunda Isa

Tentang Maryam, tentu di sini akan timbul perbedaan antara kami dan kaum Nashrani. Dalam konteks ini aku memilih untuk membahasnya dari sisi dia sebagai seorang wanita yang taat dan berkhidmat pada Baitul Maqdis. Sejak kecil dia sudah yatim piatu hingga dia hidup dalam asuhan sang Paman, Zakaria alayhisalam. Seperti nazar ibunya sebelum meninggal, maka anak ini kelak akan menjadi pelayan Baitul Maqdis yang akan menghabiskan hidupnya untuk beribadah kepada Allah. Itulah kemudian dia dikenal sebagai “Perawan Suci“, baik kaum muslimin maupun nashrani pasti sepakat dengan sebutan itu. Karena dekatnya dengan Allah, dia bahkan bisa mendapatkan hidangan yang turun langsung dari sisi Allah, demikian terang ayat al-Quran dalam Surah Maryam.

Dalam al-Quran dijelaskan Allah hendak menunjukkan kuasa-Nya kepada manusia. Di dalam ketaatan Maryam yang luar biasa itu, maka Dia mengutus malaikat Jibril (Ruhul Quds) untuk menyampaikan berita bahwa Allah akan menjadikan Isa alayhisalam  sebagai rasul dan kalimat-Nya yang akan memberikan pencerahan bagi Bani Israil. Maryam yang terkejut ketika melihat kehadiran Ruhul Quds hanya bisa berdoa kepada Allah dan akhirnya mukjizat Allah itu terjadi. Maryam mengandung seorang anak yang kelak akan menjadi pembawa ajaran Tuhan. Meskipun dicela kaumnya dan dituduh pezina, dia tetap bertahan hingga akhirnya Allah memberikan keputusan-Nya. Inilah potret wanita yang sangat shalihah dan dekat dengan rabb-nya. #ternyata ada dan ternyata bisa

…… bersambung

Kategori
Cinta

Inspirasi Walimahannya Izza

Ceritanya tadi siang aku ke walimahan salah satu teman se-angkatan yang nikah. Bersama teman-teman sesama single kami asyik mencari sasaran untuk melakukan pengecrokan selama di sana. Ada satu yang orangnya kalem, dan pantas jadi sasaran empuk. Maaf bro, memang beginilah kelakuan kita (eh kami). Alhasil kunjungan kami ke walimahannya Izza menjadi seru banget.

Di samping itu, ada sebuah konsep baru yang benar-benar ideal yang baru kutemukan dengan kepalaku sendiri (biasanya cuma dengar cerita). Yaitu pengaturan tamu hingga prosesi foto-foto pengantin yang benar-benar terjaga. Dalam Islam, hal seperti ini sebenarnya sangat ditekankan agar semua berjalan baik dan syar’i. Begitu memasuki halaman rumah, kami langsung terpisah antara tamu putra dan putri. Kami menyalami among tamu masing-masing dan duduk di tempat yang disediakan.

Tak hanya sampai di situ, ternyata PIC acara hampir semuanya dari keluarga. Mulai dari yang menikahkan, Qari dan saritilawahnya, kemudian yang memberikan khutbah nikahnya. Petugas KUA tinggal mencatat dan mengurus administrasinya saja, karena pernikahannya dilakukan oleh walinya sendiri (alias ayahnya Izza). Wah-wah ini sih namanya benar-benar pesta keluarga.

Kesimpulannya, ada banyak cara untuk mempersiapkan pernikahan yang baik dan syar’i. Semuanya adalah pilihan kita. Tentunya persiapan sebelum pernikahan itu jauh lebih penting. Kata kuncinya, jika ingin mendapatkan yang benar-benar baik, pantaskan diri untuk meraihnya. Bukan mencobai satu-satu, apalagi mem-PHP-i. Ini sekedar nasihat kecil untuk yang nulis ini, dan para bujang-bujang yang lagi galau. He he.

Barakallah Izza dan Sofyan, semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.