oleh Harry Hassan Santosa

Negara ingin jadi Tuhan dgn memusatkan dan menyeragamkan semuanya termasuk persekolahan, maksudnya sih biar mudah mengendalikan utk kepentingan2 negara. Namun karena bukan Tuhan ya walhasil kecapean sendiri krn beban dan tuntutan semakin berat, apalagi komunitas dan desa dikondisikan tergantung abis. Ibarat server sudah ngos ngosan ditumpangi berbagai aplikasi, apalagi banyak virusnya.

Saya kira daripada para ortu memilih HS homeschooling, lebih baik bikin CBE, community based education. Beberapa orangtua2 seide, merancang pendidikan anak2 mereka sendiri, fokusnya pd potensi dan akhlak. It takes village to raise a child. Dibutuhkan komunitas atau jama’ah utk membesarkan anak. Kehangatan jama’ah, masjid, warga akan semarak lagi di perumahan, di kampung dan di desa.

Ayo kembangkan potensi dan akhlak anak2 kita shg mereka terampil hidup, mandiri, dan mampu menghebatkan potensi komunitasnya atau potensi desanya. Jika ada 1000 desa2 dan kampung2 semarak, mandiri dan berakhlak, maka peradaban Indonesiapun akan cerah gemilang. 

Lalu, tinggal sebut, wilayah mana di muka bumi yg ingin dibebaskan dan dimandirikan? Kami (desa2 dan kampung2 mandiri itu) siap dan berpengalaman!

Salam Pendidikan Peradaban

Facebook

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.