Saya heran, masih saja ada orang2 yang memandang bahwa cara mendidik anak2 supaya kreatif dan siap dalam kehidupan adalah dengan cara kompetisi. Seseorang bahkan mengingatkan saya sebuah pesan dari Musolini: “…utk membuat generasi muda siap utk bersaing dan berfikir kreatif adalah dengan berperang”.

Saya katakan bahwa idea persaingan adalah idea Darwinisme (slogan dari the survival of the fittest). Simak tulisan Harun Yahya. Darwinisme jelas telah melahirkan Fasisme dan tokoh2nya seperti Musolini, yang menyengsarakan dunia. Sesungguhnya Islam membawa spirit pembebasan (liberation bukan liberalisme) dan kepekaan utk menebarkan rahmat bagi semesta. Maka terdengar aneh jika seorang Sahabat Nabi mengatakan jika ingin membuat anak pemberani, maka ajarkanlah Sastra. Tahukah anda, bahwa seorang jendral perkasa sekelas Khalid bin Walid ra adalah pengagum karya sastra? Sesungguhnya perang hanyalah bagian dari upaya pembebasan bukan tujuan itu sendiri.

Tahukah anda, bahwa kompetisi atau persaingan hanya membuat anak2 kita kehilangan jatidirinya krn dipacu untuk meniru oranglain. Orientasi fikiran, perasaan dan sikapnya selalu dikendalikan oleh standar2 dan perangkap obsesi2 yang dibuat oranglain, dan jelas bukan untuk menjadi dirinya. Tidak ada nilai manfaat yang diciptakan dalam persaingan kecuali saling mengintip permainan lawan, saling meniru, saling menjelekan dan saling mematikan. Pemborosan sumberdaya selalu menyertainya. Dehumanisasi, disorientasi, disfungsi, disharmoni selalu terjadi diakibatkan persekolahan berbasis persaingan., seperti yang dialami bangsa ini.

Maka hebatkanlah anak2 generasi Indonesia dengan potensi yang ada dalam diri mereka sendiri dan yang dimiliki bangsa ini, sibukanlah anak2 kita mensyukuri karunia Allah yang ada dalam dirinya dan di alam Indonesia, lalu muliakanlah akhlaknya dengan sebanyak2nya membuat karya yang memberi manfaat dan rahmat bagi semesta.

Salam Pendidikan Peradaban

Harry Hassan Santosa

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.