Banyak orangtua dan guru bertanya, “bagaimana caranya menumbuhkan MINAT MEMBACA pada anak?”

Lalu karena panik, banyak yang kerasukan setan pabrik, maka anak2 digegas dan ditargetkan membaca yang kadang membebani dan membuat ketegangan di rumah atau di sekolah. Entah demi siapa? Demi daya saing? Ada yang mentargetkan anaknya utk membaca satu buku perhari, ada yang mewajibkan 10 buku per-minggu dstnya. Mirip upacara ritual, padahal kesesatan yang dianut para penghamba Darwinisme Sosial.

Seharusnya pertanyaannya dibuat, “bagaimana caranya menumbuhkan MINAT pada anak?”, dengan menghapus kata MEMBACA. Ingat bahwa anak2 secara fitrah adalah pembelajar tangguh dan memiliki sifat2 produktif yang harus direlasikan dengan minatnya.

Seringkali kita tergesa2 dan langsung meloncat kepada penjejalan pengetahuan, padahal Abu Bakar ra berpesan, bukan Aib bagi seseorang yang tidak mengetahui sesuatu yang tidak berelasi dengan dirinya. Jadi Minat, sesungguhnya harus berangkat dari Sifat2 atau Potensi2 Produktif atau Bakat seseorang.

Misalnya anak2 yang punya potensi/sifat produktif spt suka berbagi (sharing), suka melihat oranglain pintar (developer), suka menjelaskan (explainer) dsbnya yang biasa terdapat pada peran Guru, maka pasti akan sangat berminat membaca buku2 yang terkait dunia pendidikan. Misalnya anak2 yg punya potensi/sifat produktif spt designer, engineer, visioner dll yang biasanya terdapat pada sosok peran Arsitek, maka pasti akan sangat berminat membaca buku2 tentang arsitektur.

Minat yang tidak berangkat dari sifat/potensi produktif akan cenderung berangkat dari dorongan syahwat dunia spt ranking, gelar, materi, medali, gengsi dsbnya. Ujung2nya adalah kehampaan dalam karya2 yang bermanfaat bagi ummat.

Itulah mengapa pula Abu Bakar ra berpesan bahwa dua hal yang paling utama adalah mengenal diri (menghebatkan bakat) dan mengenal Allah (memuliakan akhlak).

Salam pendidikan berbasis potensi dan akhlak.
?#?pendidikanberbasispotensi?

Harry Hasan Santosa

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.