Kategori
Seni

Politik Uang (Iwan Fals)

Boleh saja partai ribuan jumlahnya
Tapi yang menang yang punya uang
Seorang cepek ceng sudah bisa jadi presiden
Begitulah cerita yang berkembang

Gontok gontokan sudah nggak musim
Adu doku ini yang ditunggu tunggu
Pemilu tempat berpestanya uang palsu
Habis kalau nggak gitu nggak lucu

Program program berseliweran
Seperti dongeng jaman kecil dulu
Walau ternyata hanya kibul doang
Tapi kampanye bikin hati senang

Bul kibul tak kibul kibul
Kibul diadu demi perkibulan
Ini sudah dari jaman baheula
Dari jaman raja raja sampai sekarang

Uang adalah bahasa kalbu
Santapan rohani para birokrat
Tentu saja tidak semuanya
Tapi yang pasti banyak yang suka

Jangan heran korupsi menjadi jadi
Habis itulah yang diajarkan
Ideologi jadi komoditi
Bisa diekspor ke luar negeri

Uang adalah bahasa kalbu
Santapan rohani rakyat dan wakil rakyatnya
Tentu saja tidak semuanya
Tapi yang pasti banyak yang suka

Jangan heran korupsi menjadi jadi
Habis itulah yang diajarkan
Ideologi jadi dagangan
Bisa diekspor ke luar negeri

Kategori
Seni

Taburkan Jasa Semaikan Budi

Duh, lihat banyaknya orang pesimis memandang Indonesia gini memang kadang bisa bikin merinding. Bukan terpengaruh untuk jadi ikut-ikutan pesimisnya, tapi merinding karena serasa lihat hantu yang bergentayangan karena lihat orang hidup dengan pandangan kematian gitu. Ngeri deh ya.

Untuk menghibur diri aku buka lagi file-file lagu Hijjaz Record Sdn. Bhd. Ahaa ternyata ada salah satu lagu tentang kemerdekaan. Wah ini Malaysia aja yang menerima hadiah kemerdekaan dari British masih bangga dengan perayaan kemerdekaannya hingga bisa membangun seperti sekarang, masak kita yang merdeka dengan terhormat malah pesimis. Yuk simak aja deh ini

Pengalaman silam mengajar erti hidup

Teramat payah untuk kita harungi

Mengapa masih ada di antara kita persengketaan

 

Perjalanan waktu sering menghambat kita

Yang kian hampir pada titik hujungnya

Tak perlu ragu-ragu untuk tegakkan tugu kemerdekaan

 

Segala-galanya kini telah disediakan

Untuk kita teruskan bersama

Jangan biarkan musuh merapatinya

Menghancurkan kedamaian kita

 

Selagi kita mampu

Pertahankan maruah, agama, bangsa dan negara

Selagi itulah kita kan bersatu

Di situ letak kunci kejayaan kita bersama

 

Taburkan jasa dan semaikan budi

Jadilah kita warga yang berbakti

Hidup semangat cinta kan negara

Demi pewaris bangsa, anak-anak generasi kita

 

Duhai bangsaku, mari kita kekalkan perpaduan dan keharmonian

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=dOaPal_Mvz8]
Kategori
Seni

Sajak Cinta “Sesungguhnya”

Aku masih ingat bagaimana dulu Nazrey Johani bersama Zairie Ahmad, Abu Bakar, Che Amran, dan Anwar Ibrahim melantunkan sebuah lagu yang indah di awal terbitnya album Raihan “Puji-Pujian”. Syairnya syadu dan mengharukan, cocok untuk perenungan tentang cinta kita, cinta yang suci untuk Sang Pemilik Cinta.

Penasaran? Inilah lirik lagu itu

Sebenarnya diri ini cinta kepada-Mu

Sebenarnya diri ini rindu kepada-Mu

Tapi aku tidak mengerti mengapa cinta masih tak hadir

Tapi aku tidak mengerti mengapa rindu belum berbunga

 

Sesungguhnya walau kukutip semua permata di dasar lautan

Sesungguhnya walau kusiram dengan air hujan dari tujuh langit-Mu

Namun cinta tak kan hadir

Namun rindu tak akan berbunga

 

Kucuba menghulurkan sebuah hadiah kepadamu

Tapi mungkin kerana isinya tidak sempurna tiada seri

Kucuba menyiramnya agar tumbuh dan berbunga

Tapi mungkin kerana airnya tidak sesegar telaga Kautsar

 

Sesungguhnya walau kukutip semua permata di dasar lautan

Sesungguhnya walau kusiram dengan air hujan dari tujuh langit-Mu

Namun cinta tak kan hadir

Namun rindu tak akan berbunga

Jika tidak mengharap rahmat-Mu

Jika tidak menagih simpati pada-Mu Yaa Allah

 

Tuhan hadiahkanlah kasih-Mu kepadaku

Tuhan kurniakanlah rinduku kepada-Mu

Moga kutahu syukurku adalah milik-Mu

 

Bagaimana? Indah bukan, berikut ini adalah videonya. Selamat menikmati

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=ffpg5_F6Jos]
Kategori
Seni

Lisan Tak Bertuan

oleh Maidany

Kata yang telah terucap

Tak akan dapat kembali

Bila telah sakit di hati

Tiada mudah tuk terobati

Kepada Allah keampunan akan selalu diraih

Pada manusia kemaafan terasa sulit diberi

 

Ingin jujur berkata dalam tiap bicara

Namun yang ada terkadang hanya dusta

Ingin lisan selalu berhiaskan hikmah

Namun yang ada terkadang hanya ghibah

 

Sungguh tiada mudah untuk merangkai kata

Yang dapat mendamaikan setiap rasa

 

Mari kita tersenyum di dalam diam

Bila tertawa dapat menghinakan (melenakan)

Mari kita tertawa di dalam senyuman

Bila dapat memberikan ketenangan (kedamaian)

Kategori
Seni

Menggapai Kedamaian

Sahabat, aku terkadang mempertanyakan hakikat kedamaian. Apa sesungguhnya kedamaian itu? Apakah ketiadaan perang. Apakah ketika semua materi tercukupi. Apakah setelah semua orang menikmati kebebasannya.

Ah sepertinya tidak sesederhana itu juga. Bukankah pembebasan suatu wilayah yang tertindas itu terkadang membutuhkan perang. Bukankah saat materi berlimpah terkadang orang-orang lupa bersyukur sehingga justru timbul kejenuhan hidup. Bukankah ketika orang menikmati kebebasannya maka timbullah perilaku yang aneh-aneh dan rusak.

Maka cukuplah ketika merasa bebas, lalu berbuat maksiat, maka kedamaian itu menghilang. Maka ketika kita masih terus mengulang kesalahan, sesungguhnya kita kehilangan hati yang damai. Dan kegalauan yang sesungguhnya adalah ketika kita kehilangan kedamaian hati. Kedaiaman yang dianugerahkan Allah sebagai akibat dari ingatan kita yang senantiasa ditujukan pada-Nya, dalam cinta, dalam harap, dalam takut, dan dalam perasaan selalu diperhatikan-Nya.

Tiba-tiba aku teringat dengan satu syair yang pernah disenandungkan oleh Brothers yang masih aku ingat dan sesekali aku mainkan dengan piano ketika di basecamp PINTU.

Kedamaian

Damaikan perasaan lupakan segala kedukaan

Leraikan sengketa yang melanda di antara kita oohh…

Usahlah dikenang segala kedukaan lama

Biarkan ianya terlerai dari hati mu oh teman

Jangan diulang kesilapan lama

Bersama kita pastikannya

Kerana orang beriman tidak melakukan

Kesilapan berulang kali

Lihatlah hari esok

Yang bakal kita hadapi bersama

Semoga ia menjanjikan

Ketenangan yang kita cari

Ku tahu kita merindukan,

Ku tahu kita mengidamkan

Ketenangan dan kedamaian

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=WzWBDCFxiOE]

Hemm, semoga rasa galau pagi ini dapat terobati. Entah mengapa, hal-hal yang tidak sempurna dari diri lebih sering disesali saja ketimbang diperbaiki. Lebih sering diulangi ketimbang diperbaiki. Tetapi setidaknya karunia-Nya berupa hati yang mengerti dan sadar diri masih menjadi hal yang selalu terucap dalam doa dari lisan yang bodoh ini. Semoga semakin hari semakin membaik.

Kategori
Seni

Kerinduan Sebuah Harmoni di Masa Depan

Pagi hari ini, sebuah lagu berbahasa Jepang Natsukashii Mirai yang dipopulerkan oleh seorang penyanyi Sichuan, China yang kini pindah ke Jepang begitu berbeda terdengar dari biasanya. Ah ya sudahlah saya bagikan saja kepada Anda semua pembaca blog ini. Selamat menikmati

Natsukashii Mirai – Longing Future

by Alan Dawa Dolma

??????????????????
?????????????????

????????????????
????????????????

?????????????
????????????
???????????
???????

???

????????????????
?????????????????

?????????????????????
?????????????????

????????????
????????????
???????????
???????

????????????
????????????
???????????
???????

????????????
?????????????
????????????
???????
????????

Translasinya (bagi yang pusing dengan huruf-huruf aneh di atas)

Fuite wataru Kaze no youni Jiyuu de itai
Onaji sora no shita ni ikiru Ibuki no youni

Kita no OORORA Mori no sasayaki Yume o mita
Kawa no seseragi Noboru taiyou Asa ga kuru

Itoshii kimochi o dakishimeyou
Tabidatsu mirai Natsukashii toki e
Yuuki o kibou o arigatou
Utsukushii hoshi no ue de

Chie no tobira akete miyou Hikari no naka de
Kikoetekuru haruka haruka Daichi no uta ga

Doko kara kita no Doko e mukau no Tazunetai
Mimi o sumasou Hadaka no kokoro de Mitsukeyou

Itoshii subete o dakishimete
Tabidatsu toki wa Natsukashii mirai
Yuuki o kibou o arigatou
Utsukushii hoshi no ue de

Itoshii subete o dakishimete
Tabidatsu toki wa Natsukashii mirai
Takusan no iro ni afureteru
Utsukushii hoshi no ue de

Kitto anata e to todoketai
Tsubasa ni nosete shinayaka na koe o
Minna ga to tomo ni ikiteikou
Utsukushii hoshi no ue de
Kono aoi hoshi no ue de


Dan ini terjemahan bahasa Inggrisnya

I want to be free like the wind blowing over the land
Like a breath living beneath the same sky

I dreamed of the northern aurora and the forest’s whisper
The sun rises over a brook, morning will come

Let’s embrace our loving emotions
The future sets off toward that nostalgic time
Thank you for giving me courage and hope
On a beautiful star

Let us open the door to wisdom, within the light
I can start to hear the distant land’s song

I want to ask where we’ve come from and where we’re headed
Let’s listen and find the answers within our naked hearts

Embrace all that you love
The journey’s start is a nostalgic future
Thank you for giving me courage and hope
On a beautiful star

Embrace all that you love
The journey’s start is a nostalgic future
Many colors are overflowing
On a beautiful star

I want you to hear the supple voice
Soaring on wings
Let’s all live together
On a beautiful star
On this blue star

Kalau ingin mendengar lagunya, silahkan langsung ke 4shared.com saja ya!

Kategori
Dakwah Islam Seni

Love Will Prevail

Jika pun hari ini masih merasakan sakit, ingatlah masih banyak saudara-saudara kita yang lebih merasakan kesakitan dan suasana mencekam. Suriah dan Mesir hari ini dalam kondisi yang tidak nyaman. Penindasan, kekejaman dan aneka rupa ketidakadilan hari ini nyata terlihat di negeri itu meskipun sebenarnya ketidakadilan pun terbersit dalam hidup kita negeri kelewat kaya ini.

Sakit ini, biarlah menjadi penggugur dosa jika dilalui dengan kesabaran dan keikhlasan.

Love Will Prevail (Free for Syiria)

 

There’s no fear in my heart

Got nothing left to lose

I saw my loved ones die

Oh, I swear that I won’t give in

By God you’ll never win

I’ll fight for what’s right

 

And nothing can stand in my way

Even if I get knocked down

I will stand my ground

And I’ll never hide or run away

Love will prevail by God it will

Love will prevail I refuse to fail

Love will prevail

 

Life’s become so cheap

So many orphans weep

They forgot how to smile

Oh, I cannot understand

Just how somebody can

Murder an innocent child

 

I swear their lives won’t be lost in vain

Even if I get knocked down

I will stand my ground

And I’ll never hide or run away

Love will prevail by God it will

Love will prevail I refuse to fail

Love will prevail

 

God made me free

You can’t take that away from me

Freedom is my destiny

I have a dream and my dream is to see

To see all my people smile

See all of them free and proud

I feel the wind of peace

‘Cause with hardship comes ease

That’s why I won’t lose faith

And I know that God is Great

 

So, I’ll never hide or run away

Love will prevail by God it will

Love will prevail I refuse to fail

Love will prevail

I won’t run away

Love will prevail by God it will

Love will prevail I refuse to fail

Love will prevail

Lyrics: Bara Kherigi & Maher Zain

Melody & Arrangement: Maher Zain

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=eoMJJCVBCgo]

Sakit hari ini tak seberapa, dan sungguh hari ini kita harus bersyukur dengan kedamaian yang dikaruniakan untuk kita hingga saat ini.

Kategori
Seni

Senandung Kebangkitan

Pernah dengar lagu ini? Sebuah senandung yang pernah dipopulerkan oleh kumpulan The Fikr, sebuah grup nasyid asal Bandung ketika masa jaya-jayanya MQ. Kini lagu itu tetap saja indah untuk didengarkan.

“Kebangkitan”

 

Terbuai bayu merenggut sukma

Menghantar hembusan gema adzan perkasa

Menerpa hati yang lena dan lupa

Membangkit jiwa ghiroh juangku

 

Lunglai terbangun selepas mimpi dunia

Berbasuh gelora iman menderas

Bersuci dalam sujudku yang dalam

Untuk tegak melangkahi masa lalu

 

Jatuh dan bangun dalam kehidupan

Adalah fitrah dari perjuangan

Dikala hati kita terlena

ingatlah Alloh setiap saat

 

Lunglai terbangun selepas mimpi dunia

Berbasuh gelora iman menderas

Bersuci dalam sujudku yang dalam

Untuk tegak melangkahi masa lalu

 

Terbuai bayu merenggut sukma

Menghantar hembusan gema adzan perkasa

Menerpa hati yang lena dan lupa

Membangkit jiwa ghiroh juangku

 

Debur gelombang jihad menghempas enggan

Menerjang segala halang merintang..

Hindari penghujung jalan takdir mulia

Gugur di tanah para syahid tercinta

 

Allohu akbar

 

Debur gelombang jihad menghempas enggan

Menerjang segala halang merintang…

Hindari penghujung jalan takdir mulia

Gugur di tanah para syahid tercinta

 

Jatuh dan bangun dalam kehidupan

Adalah fitrah dari perjuangan

Dikala hati kita terlena

ingatlah Alloh setiap saat

 

Pastikan Alloh membantu diri kita

Untuk tegar dalam kehidupan ini

Bangkitlah kita untuk taat padanya

Lupakanlah kelalaian masa lalu

 

Allohu akbar

 

Nah, ternyata ada video klipnya juga loh. Inilah salah satu karya dari para penerus KH Abdullah Gymnastiar. Rindu mendengarkan suara Aldin dan Irfan sebagai lead vocalnya.

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=ERZLNK7c9o8]
Kategori
Seni

Pemergianmu

Setelah kembali ke Solo dan menunaikan aktivitas lagi seperti biasa, aku masih sering memutar lagi lagu-lagu Inteam. Kumpulan yang pernah berjaya di masa-masa 2005 silam itu menurutku sangat bagus dalam melantunkan syair-syairnya. Dari sekian lagu-lagunya yang bagus itu, aku tertarik pada satu lagu yang sifatnya kenangan untuk yang telah pergi dan dikasihi, Rasulullahi shallallahu ‘alayhi wa sallam.

Pemergianmu

(Ya Rasulallah…)

Kau masih tersenyum mengubat lara

Selindung derita yang kau rasa

Senyuman yang mententeramkan

Setiap insan yang kebimbangan

Hakikatnya, tak tertanggung lagi derita

Di pangkuan isterimu Humaira

Menunggu saat ketikanya

Diangkat rohmu bertemu Yang Esa

Tangan dicelup di bejana air

Kau sapu di muka mengurangkan pedih

Beralun zikir menutur kasih

Pada umat dan akhirat

Dan tibalah waktu ajal bertamu

Penuh ketenangan jiwamu berlalu

Linangan air mata syahdu

Iringi pemergianmu

Oh sukarnya untuk umat menerima

Bahkan payah untuk Umar mempercaya

Tetapi iman merelakan jua

Bahawa manusia kan mati akhirnya

Tak terlafaz kata mengungkap hiba

Gerhanalah seluruh semesta

Walaupun kau telah tiada

Bersemarak cintamu selamanya

Ya Rasulallah

Kau tinggalkan kami warisan yang abadi

Dan bersaksilah sesungguhnya

Kami merinduimu

Senilagu : Frizdan Senikata : Frizdan Hakcipta : Inteam Records Sdn. Bhd.

Penerbit : Fizarahman Zainal Susunan Muzik : Firdaus Mahmud

Sumber : http://liriknasyid.com/index.php/lirik/detail/1969/in-team-pemergianmu.html

Untuk videonya, silahkan buka link berikut

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=enDBWZgXppA]
Kategori
Seni

Lagu Perjuangan ala Siti Nurhaliza

Hari ini ketika sedang menunggui kakek di rumah sambil momong adikku yang super cantik, kudengarkan beberapa senandung Melayu. Baik itu nasyid maupun pop. Yang jelas isinya bukan yang galau-galau ya. Sorry. Salah satu lagunya adalah Bumi Anbiya yang dinyanyikan oleh penyanyi cantik asal negeri Jiran Malaysia, siapa lagi kalau bukan Siti Nurhaliza. Penyanyi yang terkenal santun dan anggun ini ternyata pernah memberikan kado indah untuk Rakyat Palestina.

Mau tahu lagunya? Ini nih video dan liriknya. Maaf ya ini bukan kemudian aku Malaysia-ner. Tapi memang hari ini aku malas dengan kebanyakan lagu-lagu anak muda yang hobi galau dan bicara cinta secethek kubangan saja. Sebagai pecinta budaya melayu, aku tentu tetap menyukai kehalusan bahasa Melayu seperti halnya kehalusan bahasa Jawa.

Agar suasananya lebih hidup, aku pilih embed youtube yang ada ilustrasi di Gaza-nya. Meskipun kualitas suaranya tak sebagus versi yang lain, tak mengapa. Silahkan download dari link yang lain untuk lagunya yang berjudul Melayunya Oda Bumi Anbiya ini.

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=3pR7uy2iS9Q]

Izinkanlah aku bercerita

Sebuah kisah yang telah engkau tahu

Dari kaca TV dan di dada-dada akhbar

Kau sendiri melihat dan mendengarnya bukan?

Penganiayaan satu bangsa terhadap

Satu bangsa yang lain

Begitulah apabila kemanusiaan

Di penghujung kewarasan

Merengkok tubuh mungil

Di atas pasir berbumbung langit

Entah apalah dosanya

Rebah dihinggap peluru yang tak bermata

Berkawat lasykar angkuh

Di balik jentera perisainya

Berselendangkan senjata

Tiada belas nuraga nun dihatinya

Dunia bagai pejamkan mata

Serta terpasung tangannya

Tidak mampu berbuat apa

Sedangkan mungkar beraja… oh(oh mengapa?… ohhh)

Netzarim, Khan Yunis, Gaza, Jenin,

Namlus dan sepanjang tebing barat

Hari demi hari

Lasykar angkuh ini

Terus mengganas mencari mangsanya

Kanak-kanak atau orang tua

Tidak mengapa

Pada mereka sama sahaja!

Mengalir darah merah

Di atas bumi suci Anbia

Laungan Intifada

Bergema membakar semangat perjuangannya

Dunia bagai pejamkan mata

Serta terpasung tangannya

Tidak mampu berbuat apa

Sedangkan mungkar beraja… oh(oh mengapa?… ohhh)

Sampai bila…?

Sampai bilakah penindasan dan

Kekejaman ini akan berterusan?

Sampai bilakah bumi

Anbia ini akan terus

Menyaksikan pertumpahan darah?

Sampai bila rakyatnya harus

Terkapai-kapai mencari keadilan dan kebebasan?

Aku sendiri menanti jawapnya….