Alhamdulillah, Allah masih membuka mataku untuk menatap hari Ahad keduaku di tanah Borneo ini. Sebuah pagi yang menjadi saksi keceriaan anak-anak SD N 002 Gunung Tabur untuk belajar tentang pasar secara nyata. Seperti yang sudah kami agendakan, kami merencakan kegiatan Outing Class untuk seluruh siswa kelas I-VI. Meskipun tidak datang semuanya, tetapi anak-anak yang sudah […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Ketigabelas #3
Obrolan Seputar Kaum Hawa ala Syuaib Dua hari ini aku jengah dengan tema-tema pembicaraan yang diangkat sepupu Pak Darwis, Syuaib yang tinggal serumah denganku. Entah mengapa aku mulai tidak nyaman setiap kali diskusi dengannya setelah dia banyak bercerita tentang masa lalunya dan riwayat kehidupannya di Jene Ponto, Sulawesi Selatan. Sejatinya aku pada awal-awalnya dapat menyerap […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Ketigabelas #2
Prepare to Battle Sebelum anak-anak pulang, mereka kami kumpulkan untuk persiapan Outing Class esok pagi. Dengan mengangkat tema tentang pasar, aku ingin membuat mereka melakukan sebuah drama kecil tentang aktivitas pasar sehingga mereka mengerti bagaimana rumitnya sistem pasar dan siapa saja yang terlibat dalam aktivitas pasar itu. Selain itu, mereka juga akan merasakan pengalaman langsung […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Ketigabelas #1
Bersyukurlah Menjadi Guru SD Sabtu ceria, saatnya aku terjun lagi di satu tantangan baru, mengajar PAI di kelas I. Tentu saja menjadi hal yang unik lagi menantang mengingat sudah dua tahun aku absen dari dunia TPA. Dunia yang memberiku banyak ilmu bagaimana bergaul dengan anak-anak dari yang kecil-kecil sampai besar. Dunia yang selalu sarat dengan […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Keduabelas #3
Bibit Unggul di Padang Gersang Siang ini kami kembali mengisi les. Lagi-lagi ironi pun harus kunikmati ketika mengajar matematika anak-anak kelas VI. Bayangkan saja, anak-anak yang dalam hitungan beberapa bulan ke depan akan mengikuti ujian nasional ternyata operasi hitung dasar pecahan yang merupakan materi kelas IV belum dikuasainya. Bahkan menurut Mustopa yang mengajar mereka di […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Keduabelas #2
Khatib yang Menguji Iman Siang ini aku dan mas Baihaqi memutuskan untuk shalat Jumat di masjid hijau yang megah di ibukota Berau. Usai dari kegiatan sekolah kami langsung meluncur ke kota. Menikmati sengatan mentari yang sepertinya semakin kuakrabi dengan menggelapnya warna kulitku. Hujan debu yang bebas menembus zona-zona jalan rusak membuat kami menutupkan tangan di […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Keduabelas #1
Festival Jumat ala Kami Hari Jumat kedua kami di Berau pun datang. Pagi yang dingin ini dihias kabut tebal yang membuat mentari malu-malu bersinar untuk menyengat kami. Namun selimut alam itu tak berlangsung lama setelah kami usai mandi pagi. Sapa hangatnya membuat perjalanan kami ke sekolah kembali berkeringat. Tapi memang seharusnya demikian, karena hari ini […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Kesebelas #3
Sate Kurban Setelah sampai di rumah, waktu sudah cukup malam. Rupanya diskusi kami menghabiskan waktu sore dan malam kami. Syuaib yang sudah membuat janji denganku untuk membuat sate daging sapi dari hewan qurban yang menjadi jatah kami rupanya sudah menunggu. Segeralah kami beraksi untuk melakukan aktivitas aneh yang sama-sama belum berpengalaman. Kami berdua sama-sama tidak […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Kesebelas #2
Siang yang Malas hingga Diskusi Malam yang Hangat Siang harinya seperti biasa terpanggang di bawah terik matahari Katulistiwa. Bak terjebak di sauna raksasa, aku menghabiskan siang dengan malas sampai-sampai aku memilih istirahat di rumah ketimbang keluar mengajar les hari ini. Kondisi badan dan pikiran yang sedang eror membuatku nyaman berada di atas kasur siang hari […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Kesebelas #1
Kelas yang Heboh Pagi yang cepat. Jam 7.30 aku ada jadwal di kelas III menggantikan pak Darwis mengajar Pendidikan Agama Islam. Ini pengalaman pertamaku mengajar di sebuah SD untuk sebuah mata pelajaran. Pernah dahulu mengisi siswa-siswa di sekolah dasar, tetapi tentu saja tidak dalam pelajaran formal. Awalnya agak dag dig dug der juga, mengingat reputasi […]





