Obrolan Seputar Kaum Hawa ala Syuaib

Dua hari ini aku jengah dengan tema-tema pembicaraan yang diangkat sepupu Pak Darwis, Syuaib yang tinggal serumah denganku. Entah mengapa aku mulai tidak nyaman setiap kali diskusi dengannya setelah dia banyak bercerita tentang masa lalunya dan riwayat kehidupannya di Jene Ponto, Sulawesi Selatan. Sejatinya aku pada awal-awalnya dapat menyerap banyak inspirasi dari semangatnya bekerja dan perjuangannya selama bersekolah.

 

Tetapi ketika mendengar ceritanya yang sangat panas seputar wanita membuatku cengar-cengir. Setidaknya aku masih menghargainya untuk mau mendengarkan apa yang ingin ia sampaikan. Tetapi sepertinya ini sudah kelewatan untuk terus kudengarkan dan kutanggapi karena dia seperti sudah kehilangan dirinya yang polos ketika pertama kali menyambutku di rumah tinggal ini selama di Berau. Atau jangan-jangan inilah sejatinya dia yang belum ku kenal ketika di awal bertemu. Ah jangan, dia punya banyak impian mulia dan pernah dia deklarasikan di awal-awal pembicaraan kami. Tugas kami adalah menggiring setiap pembicaraan yang panas itu kembali kepada mimpinya.

Mimpinya sederhana, menjadi perantau yang sukses di Kalimantan, melanjutkan pendidikan di Jawa, lalu kembali ke Sulawesi Selatan. Membangun tanah kelahirannya lagi. Oh, adik jangan kau rusak otakmu dengan pikiran-pikiran tidak bermutu itu ya. Ku tunggu kedatanganmu di tanah Jawa selepas kepulanganku nanti. Semoga mimpimu terwujud.

Dan malam ini kututup dengan sebuah kerinduan akan mimpiku di masa depan. Entahlah aku akan menjadi pendampingnya siapa. Apakah dia yang selama ini memang dekat denganku atau kelak ada orang yang lebih didekatkan denganku. Tetapi hakikatnya perjalanan-perjalanan yang telah kualami selama ini membuatku harus terus menyempurnakan visi hidup dan membuat jejak terindah sebelum kelak menghadap yang Maha Kuasa. Salam untukmu, wahai yang kurindukan di tanah seberang, salam untukmu yang lama tak kulihat wajahnya di Jawadwipa.

bersambung …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.