Katanya hari ini Hari Kartini, kata kalender begitu, kata yang lain-lain juga begitu. Akhirnya aku juga ikut aja deh berkata iya. Ini hari Kartini, soalnya katanya dulu Raden Ajeng Kartini dilahirkan pada tanggal dan bulan yang sama dengan tanggal dan bulan belasan dekade yang lalu. Tapi aku tidak akan menuliskan Kartini dalam sudut pandang yang sering orang-orang tuliskan.

Yang aku tahu dia adalah pejuang keadilan untuk kaum wanita di Indonesia, bukan feminis yang selalu merongrong terwujudkan kesetaraan gender. Dia hanya menuntut keadilan dalam pendidikan dan peran kaum wanita dalam pembangunan kualitas ibu Indonesia, bukan menjadi pegiat feminisme apalagi femen yang hobi berpose ria tanpa busana di depan umum.

Maka untuk hari Kartini ini, aku persembahkan empat ratu yang memukauku dalam sejarah hingga hari ini. Empat wanita yang menyejarah karena keagungan dan kemuliaan yang dimiliki. Empat wanita yang kuharapkan diwarisi oleh istriku kelak, entah seperseribu atau sepersejutanya, yang penting ada titisan yang melekat pada dirinya nanti. Siapakah mereka? Merekalah 4 ratu yang luar biasa : Asiyah sang Isteri Firaun, Maryam sang Ibunda Isa, Khadijah sang Istri Setia, Fathimah Az-Zahra sang Pemilik Lautan Kesabaran. Sebenarnya masih banyak juga kisah yang memukau dari para wanita yang pernah menyejarah, namun karena hari ini spesial, maka aku tulis saja yang paling membuatku spesial.

Asiyah sang Isteri Firaun

Kita semua tahu bagaimana raja yang berkuasa di negeri Mesir itu terkenal sangat kejam. Firaun (Paraoh) sebenarnya adalah gelar raja terbesar di Mesir, hanya saja yang disebut dalam al-Quran ini adalah raja kejam yang pernah berkuasa bersamaan dengan masa hidup nabi Musa alayhissalam. Asiyah lah sang Isteri yang selalu setia mendampingi sang suami durjana ini. Meski demikian ia tetap dalam keimanannya kepada Allah. Dialah yang kemudian berhasil membawa Musa ke istana setelah ditemukan terhanyut dalam sebuah peti di sungai (karena dihanyutkan ibunya sesuai dengan perintah Allah).

Asiyah lah yang meyakinkan Firaun untuk memelihara sang anak yang kelak akan menjadi penentang terbesarnya di kemudian hari. Singkat cerita suatu ketika Firaun mengetahui keimanan Asiyah dan dia memaksanya agar mengakui suami yang kejam itu sebagai tuhan. Asiyah menolak tunduk dan akhirnya dia disiksa. Hingga akhirnya Asiyah berdoa kepada Allah agar dibangunkan istana di Syurga. Inilah doa yang indah itu “Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim.” (QS. At-Tahrim [66] : 11). Dan karena siksaan Firaun itu, Asiyah akhirnya menghadap ke haribaan Yang Maha Tinggi. Inilah potret wanita pejuang yang tetap bisa bertahan keimanannya dalam lingkungan penuh kemungkaran. #ternyata ada dan ternyata bisa

Maryam Sang Ibunda Isa

Tentang Maryam, tentu di sini akan timbul perbedaan antara kami dan kaum Nashrani. Dalam konteks ini aku memilih untuk membahasnya dari sisi dia sebagai seorang wanita yang taat dan berkhidmat pada Baitul Maqdis. Sejak kecil dia sudah yatim piatu hingga dia hidup dalam asuhan sang Paman, Zakaria alayhisalam. Seperti nazar ibunya sebelum meninggal, maka anak ini kelak akan menjadi pelayan Baitul Maqdis yang akan menghabiskan hidupnya untuk beribadah kepada Allah. Itulah kemudian dia dikenal sebagai “Perawan Suci“, baik kaum muslimin maupun nashrani pasti sepakat dengan sebutan itu. Karena dekatnya dengan Allah, dia bahkan bisa mendapatkan hidangan yang turun langsung dari sisi Allah, demikian terang ayat al-Quran dalam Surah Maryam.

Dalam al-Quran dijelaskan Allah hendak menunjukkan kuasa-Nya kepada manusia. Di dalam ketaatan Maryam yang luar biasa itu, maka Dia mengutus malaikat Jibril (Ruhul Quds) untuk menyampaikan berita bahwa Allah akan menjadikan Isa alayhisalam  sebagai rasul dan kalimat-Nya yang akan memberikan pencerahan bagi Bani Israil. Maryam yang terkejut ketika melihat kehadiran Ruhul Quds hanya bisa berdoa kepada Allah dan akhirnya mukjizat Allah itu terjadi. Maryam mengandung seorang anak yang kelak akan menjadi pembawa ajaran Tuhan. Meskipun dicela kaumnya dan dituduh pezina, dia tetap bertahan hingga akhirnya Allah memberikan keputusan-Nya. Inilah potret wanita yang sangat shalihah dan dekat dengan rabb-nya. #ternyata ada dan ternyata bisa

…… bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.