Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Keenambelas #1

Perpisahan yang Mengharukan Pagi hari ini adalah momentum yang mengharukan untuk kami para peserta magang sosial. Setelah dua pekan lebih tinggal di daerah yang permai ini (meskipun sering kepanasan di siang harinya) kami harus segera mengakhiri kegiatan pengabdian kecil ini. Di hadapan siswa-siswi yang berseragam merah putih dan para guru yang berpakain dinas, aku mengucapkan […]

Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Kelimabelas #2

Pamitan Kepala Kampung Kami tinggal punya kesempatan 3 malam lagi di sini. Di awal-awal masa silaturahim dahulu, orang yang paling tidak bisa kami temui adalah kepala kampung Samburakat. Kalau di Jawa ia setingkat kepala Desa. Hanya saja di kabupaten Berau ini, tingkatannya dari Bupati, Camat, langsung ke kepala Kampung. Kepala kampung membawahi beberapa RT. Dari […]

Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Kelimabelas #1

Sang Surya di Keheningan Pagi Sungai Berau Tidak seperti biasanya setelah melakukan rutinitas ibadah pagi kemudian tidur-tiduran menunggu hari terang, aku memutuskan untuk melakukan sesuatu yang spesial pagi ini. Melihat matahari terbit di atas permukaan air Sungai Berau. Tanpa pikir panjang, kupinjam motor Syuaib yang masih baru itu untuk menuju ke tepian. Langit timur belum […]

Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Keempatbelas

Alhamdulillah, Allah masih membuka mataku untuk menatap hari Ahad keduaku di tanah Borneo ini. Sebuah pagi yang menjadi saksi keceriaan anak-anak SD N 002 Gunung Tabur untuk belajar tentang pasar secara nyata. Seperti yang sudah kami agendakan, kami merencakan kegiatan Outing Class untuk seluruh siswa kelas I-VI. Meskipun tidak datang semuanya, tetapi anak-anak yang sudah […]

Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Ketigabelas #3

Obrolan Seputar Kaum Hawa ala Syuaib Dua hari ini aku jengah dengan tema-tema pembicaraan yang diangkat sepupu Pak Darwis, Syuaib yang tinggal serumah denganku. Entah mengapa aku mulai tidak nyaman setiap kali diskusi dengannya setelah dia banyak bercerita tentang masa lalunya dan riwayat kehidupannya di Jene Ponto, Sulawesi Selatan. Sejatinya aku pada awal-awalnya dapat menyerap […]

Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Ketigabelas #2

Prepare to Battle Sebelum anak-anak pulang, mereka kami kumpulkan untuk persiapan Outing Class esok pagi. Dengan mengangkat tema tentang pasar, aku ingin membuat mereka melakukan sebuah drama kecil tentang aktivitas pasar sehingga mereka mengerti bagaimana rumitnya sistem pasar dan siapa saja yang terlibat dalam aktivitas pasar itu. Selain itu, mereka juga akan merasakan pengalaman langsung […]

Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Ketigabelas #1

Bersyukurlah Menjadi Guru SD Sabtu ceria, saatnya aku terjun lagi di satu tantangan baru, mengajar PAI di kelas I. Tentu saja menjadi hal yang unik lagi menantang mengingat sudah dua tahun aku absen dari dunia TPA. Dunia yang memberiku banyak ilmu bagaimana bergaul dengan anak-anak dari yang kecil-kecil sampai besar. Dunia yang selalu sarat dengan […]

Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Keduabelas #3

Bibit Unggul di Padang Gersang Siang ini kami kembali mengisi les. Lagi-lagi ironi pun harus kunikmati ketika mengajar matematika anak-anak kelas VI. Bayangkan saja, anak-anak yang dalam hitungan beberapa bulan ke depan akan mengikuti ujian nasional ternyata operasi hitung dasar pecahan yang merupakan materi kelas IV belum dikuasainya. Bahkan menurut Mustopa yang mengajar mereka di […]

Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Keduabelas #2

Khatib yang Menguji Iman Siang ini aku dan mas Baihaqi memutuskan untuk shalat Jumat di masjid hijau yang megah di ibukota Berau. Usai dari kegiatan sekolah kami langsung meluncur ke kota. Menikmati sengatan mentari yang sepertinya semakin kuakrabi dengan menggelapnya warna kulitku. Hujan debu yang bebas menembus zona-zona jalan rusak membuat kami menutupkan tangan di […]

Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Keduabelas #1

Festival Jumat ala Kami Hari Jumat kedua kami di Berau pun datang. Pagi yang dingin ini dihias kabut tebal yang membuat mentari malu-malu bersinar untuk menyengat kami. Namun selimut alam itu tak berlangsung lama setelah kami usai mandi pagi. Sapa hangatnya membuat perjalanan kami ke sekolah kembali berkeringat. Tapi memang seharusnya demikian, karena hari ini […]