Kemenangan yang Bersejarah Dalam pertandingan sepak bola, menang kalah sesungguhnya hal yang sangat biasa. Tetapi terkadang ia akan menjadi sejarah ketika kemenangan atau kekalahan itu bersamaan dengan momentum tertentu, atau menjadi jawaban dari serangkaian peristiwa sejarah yang pernah terjadi. Dan malam ini, Indonesia membuat sejarahnya lagi dalam dunia sepak bola. Malam ini adalah malam […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Keenam #2
Visi Perubahan sang Kepala Sekolah Di tengah kondisi istirahat menikmati aliran keringat itu, datanglah dua orang yang tidak ku kenal ke rumah. Ternyata satunya adalah adik Pak Darwis yang menjadi pegawai di sekolah lain. Satunya lagi adalah kepala sekolahnya yang ternyata juga bernama Pak Darwis. Dua orang ini mampir untuk beristirahat dan akan mengambil motor […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Keenam #1
Wartawan Gadungan dan Atlet Amatiran Pagi ini kami datang agak siang di sekolah. Sesuai informasi yang kami terima dari kepala sekolah hari ini anak-anak pulang pagi karena para guru dan komite sekolah akan bergotong royong membangun ruang kantin baru. Alasannya ruang kantin saat ini adalah ruangan yang bersebelahan dengan toilet sehingga tidak nyaman. Dengan adanya […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Kelima #4
Kisah Sukses Mantan Atlet Malam ini agenda kami mengunjung salah satu guru muda di SDN 2 Gunung Tabur. Selain menjadi guru, beliau juga menjabat sebagai ketua pemuda di kampung tersebut. Wajahnya rupawan, maka tak heran istrinya pun juga sebanding dengannya. Sangat cool dan mungkin sekiranya dia beruntung menjadi artis pasti akan banyak membuat para wanita […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Kelima #3
Marah Besar Siang harinya waktu kuhabiskan untuk tidur karena hari ini begitu panas. Barangkali kisah musim panas yang terjadi di Eropa sehingga orang-orang sana cenderung untuk buka baju. Sampai-sampai ke mana-mana juga hanya memakai pakaian mini. Di ruang tamu rumah ini, kami pun melakukan hal yang sama seperti umumnya penduduk sini ketika menghabiskan siang mereka. […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Kelima #2
Rapat Guru dan Gemuruh Suasana Hati Usai para siswa melakukan senam pagi, kami bergabung dalam sebuah forum guru. Agenda kami jelas, memaparkan rencana program yang telah kami susun saat di LPI DD, kemudian kami revisi berdasarkan hasil survey beberapa hari kemarin. Dengan mendampingi pak Asrie, kepala SDN 2 Gunung Tabur, kami berasa menjadi pembicara penting […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Kelima #1
Pindah Rumah Empat hari lamanya kami tinggal di kontrakan mas Baihaqi. Suka duka yang terasa di sana setiap hari mulai dari konser anak-anak di kamar tetangga sebelah yang memilukan, meskipun terkadang melihat keceriaan mereka juga menjadi kerinduan. Juga tentang air mandi kami yang lebih mirip kopi susu yang aku minum saat di warung Bu Tarti […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Keempat
Pagi hari ini tak banyak hal berbeda yang kami lakukan. Bersih-bersih badan, sarapan dengan nasi dan telur yang kami masak sendiri. Seperti kemarin, pagi ini kami lalui dengan malas hingga menjelang matahari sepenggalah. Kami pun ke sekolah untuk bertemu dengan ibu RT yang juga penjual di kantin sekolah. Katanya hari ini ada pertemuan ibu-ibu PKK. […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Ketiga #5
Silaturahim dan Pemetaan Kekuasaan Usai berbincang dengan dai al-Azhar itu, kami pun menunaikan shalat Isya di masjid. Target malam ini adalah silaturahim dengan dua orang kunci di kampung ini, kepala sekolah dan ketua RT. Selama tiga hari di sini kami tak pernah melihat mereka datang untuk shalat jamaah di masjid. Sebagai seorang muslim, mari berprasangka […]
Tujuh Belas Hari Mengenal Berau Kami : Hari Ketiga #4
Kisah Dai dari Al-Azhar Mesir Setelah berdiang di bawah terik matahari siang, tanpa sadar kami tertidur di teras masjid sambil menunggu datangnya waktu shalat. Kami sepertinya mulai akrab dengan iklim malas di daerah ini. Ketika memang kami tak ada kerjaan atau benar-benar capek, inilah satu-satunya hiburan yang solutif mengingat kami tak punya rumah dan televisi […]





