Belajar Kapitalisme dan Feodalisme dari Lagu-Lagunya Iwan Fals #1

Beberapa waktu lalu, teman-teman Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS memintaku untuk berbagi inspirasi kepada adik-adik angkatan muda mereka yang sedang menjalani pembinaan di Sekolah Penerus Bangsa. Materinya cukup berat, layaknya seorang pakar aku diminta bercerita tentang problematika bangsa dan solusinya. Waduh, berat nih, tapi cobalah tetap maju. Bismillah. Berhari-hari aku mencari inspirasi untuk materi yang […]

Jangan Jadi Pelupa #2

Maka pengingat hari ini adalah untuk membuat kita melawan lupa. Mari jangan jadi pelupa. Karena kita seorang muslim. Kita nikmati hidup kita menjadi seorang muslim dan menjadikan Quran sebagai jalan hidup kita. Kita runut pula perjalanan panjang para rasul untuk mendapatkan hikmah hidup dalam mengaplikasikan nilai-nilai Quran tersebut. Kita menjadi umat pertengahan yang tegas dengan […]

Jangan Jadi Pelupa #1

Hari ini ada dua jadwal konser nih (bukan konser beneran)! Pertama, aku diminta berbagi di kuliah perdana Asistensi Agama Islam (AAI) Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) UNS. Yang kedua aku ditelpon dadakan untuk menggantikan salah satu pembicara hebat di training anak-anak Psikologi. AAI itu Melawan Lupa Acara pertama, TOR yang dikirim kepadaku lebih menekankan […]

Warisan Kolonial

Ini bukan cerita beneran tentang Belanda atau warisan penjajahannya di negeri ini, karena aku juga sudah menolak judul-judul di buku sejarah sekolah yang mengatakan masa kolonialisme. Judul yang mencerminkan mental bangsa terjajah sehingga sama sekali tidak berani menulis judul yang lebih baik, yakni masa perjuangan melawan kolonialisme. Namun untungnya setelah lahirnya organisasi pemuda muncullah masa […]

Ujian Integritas dan Karakter Masyarakat Kita

Sejak kemarin aku dapat kesempatan untuk mudik ke kampung halaman. Agendanya seharian adalah mengurus dua ID card penting yang menjadi identitas diriku. Pertama Surat Izin Mengemudi yang akan segera habis masa berlakunya di hari ulang tahunku nanti. Kedua adalah e-KTP yang belum sempat kuambil di kantor kecamatan. Sebenarnya aku ingin menikmati jalan-jalan sendiri di ibukota […]

Menjadi “Pengangguran” Itu Enak #2

Hari ini kepemimpinan justru menjadi sempit dan hanya diributkan dalam panggung politik. Bahkan sampai yang muda-muda berambisi untuk memimpin tanpa kematangan emosi dan kesiapan berbagai kompetensi yang mumpuni. Bahkan underbowing yang tidak dilandasi semangat belajar mendekatkan para pemuda yang sangat potensial itu pada jurang fanatisme dan eksklusifisme. Aku hanya ingin belajar dan terus belajar bagaimana […]

Menjadi “Pengangguran” Itu Enak #1

Hari ini aku mengerjakan beberapa pesanan web yang telah diorder beberapa hari lalu. Alhamdulillah, bisnis web melalui www.dikamedia.com setidaknya mampu mencukupi kebutuhan sehari-hariku saat ini. Terima kasih juga kepada sahabat sekaligus adik tingkatku ketika di pondok pesantren dahulu yang mengajakku menikmati jalan “pengangguran“ ini, menawarkan berbagai fasilitas padaku sehingga aku tetap bersemangat belajar untuk mengasah […]

Berkiprah Melalui Dunia IT

Siang tadi, adik-adik Sonic (Solo Online Community) berkunjung ke markasku (eh kosq maksudnya). Janjian datang ke tempatku sudah sejak lama dan aku berpikir ada apa gerangan para jagoan IT itu mengunjungiku. Akhirnya siang tadi pertanyaan itu terjawab dengan sebuah buku bisnis yang mereka hadiahkan untukku. Wah, baik banget kalian adik-adik. Terima kasih ya. Selanjutnya mereka […]

Up! Saatnya Kita Naik

Hari ini sepertinya bertema seputar perbaikan dan penyatuan kembali berbagai pemikiran. Dari pagi aku harus konsul dengan dosen yang kutunggu sampai lamaaaa sekali, sekedar untuk membuat kesepakatan ujian seminar. Kemudian ada diskusi membahas sesuatu yang sampai bikin aku bosan karena sebenarnya tinggal masalah aksi nyatanya, namun ya “nglegani“ sajalah dari pada timbul banyak perbedaan dan […]

Ribut BBM: Refleksi Pasal 33 dan 34 UUD 1945 #2

Tentang BBM yang katanya naik, dilematis juga. Mau dinaikkan katanya rakyat butuh BBM, karena memang transportasi publik tidak tersedia memadai (pasal 33 ayat 2 belum terealisasi). Tapi ketika BBM tidak naik, beban utang Indonesia semakin menumpuk mengingat harga minyak dunia semakin naik. Diganti Bantuan Langsung Tunai atau apalah namanya, wah lebih bahaya lagi karena rakyat […]