Hari ini aku mengerjakan beberapa pesanan web yang telah diorder beberapa hari lalu. Alhamdulillah, bisnis web melalui www.dikamedia.com setidaknya mampu mencukupi kebutuhan sehari-hariku saat ini. Terima kasih juga kepada sahabat sekaligus adik tingkatku ketika di pondok pesantren dahulu yang mengajakku menikmati jalan “pengangguran“ ini, menawarkan berbagai fasilitas padaku sehingga aku tetap bersemangat belajar untuk mengasah berbagai keterampilanku mulai dari menulis hingga dunia per-web-an.

Tawaran bergabung di komunitas PT Pengangguran Indonesia Tbk sepertinya menjadi hal yang banyak mengubah paradigmaku tentang arti bekerja. Terlebih ketika murabbiku berpesan kepadaku bahwa menjadi pemuda muslim itu penting untuk memantapkan pondasi ekonomi sebelum kelak mengemban amanah yang lebih berat dan lebih kuat. Aku sadar aku terlalu lama hanyut dalam ketergantungan beasiswa dan berbagai sarana yang sejatinya kusadari akan hilang pada waktunya dan tentunya itu bukanlah penggantungan yang tepat.

Beruntung aku selama kuliah tidak menambah beban dengan berbagai beasiswa yang digelontorkan oleh negara, aku hidup dari beasiswa perusahaan. Mungkin sense of pressure lebih ringan dari pada ketika aku merasakan banyak beasiswa negara. Apalagi kampusku adalah kampus yang masih jadi anak manisnya Departemen Keuangan, subsidi berjibun tiap tahun untuk kampus membuat bayaran kampus kami tetap lebih murah dibanding kampus negeri lainnya meskipun terus mengalami kenaikan.

Berbisnis, itulah jalan yang seharusnya segera kupikirkan agar pasca lulus nanti aku tidak berpikir mencari kerja. Tetapi bisa menjadi mandiri dan bisa berbagi dengan banyak orang. Aku bersyukur jalan bisnis online yang ditawarkan oleh sahabatku tadi. Karena kami terikat akan sebuah kesepakatan, saling berbagi, saling membantu, saling mengoreksi dalam suasana egaliter. Bukan dalam ikatan atas bawah dan tekanan.

Dan meskipun aku bermimpi menjadi Dosen (jika baik bagiku semoga dikabulkan)agar bisa banyak “meracuni“ mahasiswa, jalan online ini harus aku pertahankan terus. Aku hanya ingin berbagi cerita, baik yang kualami atau pun yang kudapati dari para pejuang-pejuang kehidupan ini. Guru, dosen, pendidik atau apa pun itu, keberhasilan mereka semata-mata bukan pada masalah siswa dapat nilai bagus atau tidak, tetapi justru pada jawaban masa depan, terlahir atau tidaknya generasi yang mampu mengemban amanah kepemimpinan masyarakat dan bangsa ke depan.

bersambung …..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.