Maka pengingat hari ini adalah untuk membuat kita melawan lupa. Mari jangan jadi pelupa. Karena kita seorang muslim. Kita nikmati hidup kita menjadi seorang muslim dan menjadikan Quran sebagai jalan hidup kita. Kita runut pula perjalanan panjang para rasul untuk mendapatkan hikmah hidup dalam mengaplikasikan nilai-nilai Quran tersebut. Kita menjadi umat pertengahan yang tegas dengan keyakinan tauhid kita dan sangat berlemah lembut kepada sesama manusia. Kita kembalikan keindahan Islam yang selama ini cemang-cemong dengan wajah perang dalam persepsi masyarakat awam karena terlalu banyaknya umat Islam yang bodoh dan banyaknya kesalahan persepsi dari kalangan umat lain.

Mari melawan lupa Sahabatku. Mari jangan jadi pelupa. Ada banyak hal yang harus kita ketahui dan kita ingat. Mari ikut AAI agar kita senantiasa diingatkan sehingga kita tidak jadi pelupa. Dengan AAI kita coba eksplorasi diri (tentunya bagi yang jadi asisten, mulailah belajar psikologi agar komunikasi kita semakin baik dengan adik-adik kita). Kita tidak akan pernah jadi malaikat, kita tetap akan jadi manusia yang semoga tidak menjadi pelupa lagi. Mari jangan jadi pelupa.

SWOT itu Sweet

Sorenya aku dapat kesempatan untuk main ke ujung wetan alias Tawang Mangu. Seperti yang disebutkan di atas aku menggantikan seorang pembicara hebat di acara tersebut atas rekomendasi beliau untuk bercerita tentang SWOT. Hemm, aku belum pernah punya pengalaman tentang itu. Tetapi bismillah, ini tantangan berikutnya setelah pagi hari sukses terlewati.

Tentang SWOT pastinya referensi di internet terlalu banyak. Jadi tidak usah kubahas di sini, karena juga tidak jauh beda. Hanya saja yang menurutku penting adalah bahwa SWOT itu harus sweet, artinya dia adalah sebuah mekanisme yang mendukung langkah kita. Banyaknya pertimbangan yang dihasilkan membuat langkah kita semakin mantap dan cerdas, bukan malah kebanyakan pertimbangan jadi nihil aksi dan terus dikepung berbagai keraguan. SWOT dan aksi itu berjalan beriringan sehingga sweet sekali. SWOT itu terus menerus dilakukan, tidak hanya di awal, tetapi di pertengahan, bahkan di akhir setiap tahapan-tahapan yang kita lalui.

Sejak awal aku sudah menyampaikan, aku bukan orang yang mengerti banyak teori psikologi, maka izinkan aku bercerita sebagai seorang guru fisika yang terlalu banyak berpikir filosofis. Maka SWOT itu adalah bagian penting agar kita bisa membereskan urusan pribadi kita agar bisa menjadi insan yang baik lagi bermanfaat. Kemudian dari sekumpulan kita terciptalah gerakan kebaikan yang dapat memberi warna bagi kehidupan ini.

That’s all my inspiration today.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.