Ribut BBM: Refleksi Pasal 33 dan 34 UUD 1945 #1

Hari ini mahasiswa banyak yang turun ke jalan untuk menolak kenaikan BBM di saat para anggota dewan sedang bersidang memutuskan apakah BBM akan naik atau tidak. Sekilas biasa saja! Yah, bukankah momentum-momentum ini hanya berulang. Dari dulu hingga sekarang. Sama dan serupa. Aku tidak akan berkomentar tentang apa yang telah diperjuangkan rekan-rekan aktivis di sana. […]

Lampu Merah

Ceritanya tadi malam aku lagi online di markas. Eh, tiba-tiba rombongan para Gus blogger datang mengunjungi kami. Ternyata mereka akan bermalam di sini. Jadilah malam ini akan ramai dengan para blogger yang lagi Tour. Aku lupa namanya, tapi beliau adalah salah satu dosen yang menjadi SC ASEAN Blogger Conference 2013 tahun ini. Akhirnya mereka mengajak […]

XL Brotherhood : Akademi Sosial XL untuk Pedalaman Indonesia

Sebagai salah satu perusahaan penyedia layanan seluler yang menduduki tiga besar di tanah air, XL kini telah berhasil meraih banyak kesempatan untuk memberikan layanan kepada masyarakat, khususnya segmen remaja. Aneka program layanan yang pro remaja membuat operator yang satu ini cenderung lebih disukai oleh para remaja, meskipun keberadaannya selalu bersaing dengan operator lainnya yang juga […]

Menulis itu Berani

Ceritanya tadi sore aku diminta berbagi ke adik-adik di HMP (Himpunan Mahasiswa Program Studi) Pendidikan Fisika Grafitasi, organisasiku di masa masih muda dulu. He he, ceritanya hari ini disuruh menyemangati mereka agar mau menulis. Karena TOR-nya terlalu sistematis aku malah bingung jadinya. Akhirnya aku menemukan kata kunci. Menulis : keberanian. Selama ini kita (mahasiswa) terlalu […]

Algoritma Realita #3

Tapi sudahlah, ini hanya imajinasiku. Ketika perdebatan panjang Soekarno dan kaum nasionalis dengan Hamka, Natsir dan kaum Islamis belum selesai, muncul komunis yang kemudian menawarkan heroisme pengentasan kemiskinan yang akhirnya secara teknis terlihat sebagai pembantaian berdarah. Militer yang terlanjur sekuler akhirnya justru menjadi mesin pembunuh setiap generasi yang ada di tanah air ini. Padahal mereka […]

Algoritma Realita #2

Kemudian ada juga sebuah analisis yang berkaitan dengan politik etis Van Deventer yang salah satunya adalah pendidikan. Sehingga kaum priyayi yang mampu bisa kuliah di negeri Belanda. Jika menilik konteks sejarah waktu itu, golongan yang paling ditakuti belanda pasca berhasil dirusaknya sistem kesultanan-kesultanan yang berkuasa adalah kalangan pesantren, di samping juga golongan-golongan adat yang masih […]

Algoritma Realita #1

Istilah algoritma sangat akrab dikalangan para programmer dan matematikawan. Sebuah cara berpikir sistematis yang sangat kompleks untuk membuat sebuah program atau aplikasi adalah bahasa lain yang sederhana dari istilah algoritma. Semakin gampang aplikasi dipakai para pengguna untuk sebuah sistem yang besar, berartis semakin rumit algoritma yang digunakan untuk membangun aplikasi tersebut. Maka aku berpikir alangkah […]

Era Konten

Ketika aku belajar web pada seorang master yang udah lama menekuni dunia blogging dan peranakannya, aku mendapatkan sebuah paradigma baru tentang trend yang berkembang. Beberapa tahun silam orang-orang sangat gencar menggunakan kata kunci tertentu dalam membuat blog mereka. Apalagi saat algoritma google belum bisa mengidentifikasi blog-blog yang AGC atau yang lebih parah dari itu. Dari […]

Empat Partai Abadi di Kampus Kita #2

Jika perguruan tinggi yang katanya tempatnya kaum cendikia dan para pemimpin bangsa saja isinya mayoritas orang-orang apatis dan netral, maka mau ambil dari mana lagi nih pemimpin-pemimpin bangsa berikutnya. Atau ambil dari Amerika saja (jadinya manut banget sama Pak Obama). Atau ambil dari Jepang (rajin impor Honda jadinya). Atau ambil dari Malaysia (rajin ngirim TKI […]

Empat Partai Abadi di Kampus Kita #1

Catatan ini adalah kelanjutan dari tulisanku yang berjudul Diferensiasi Figur dan Gerakan, khsusunya bagian pertamanya. Aku telah menuliskan sebuah gambaran mahasiswa hari ini yang telah memiliki partai masing-masing di kampus dan aku yakin berlaku di seluruh kampus Indonesia, meskipun porsinya berbeda. Aku istilahkan partai, karena seolah-olah posisi ini sudah berisi segolongan mahasiswa yang fanatik terhadap […]