Hari ini kepemimpinan justru menjadi sempit dan hanya diributkan dalam panggung politik. Bahkan sampai yang muda-muda berambisi untuk memimpin tanpa kematangan emosi dan kesiapan berbagai kompetensi yang mumpuni. Bahkan underbowing yang tidak dilandasi semangat belajar mendekatkan para pemuda yang sangat potensial itu pada jurang fanatisme dan eksklusifisme. Aku hanya ingin belajar dan terus belajar bagaimana menjadi manusia yang baik.

Kisah tentang “pengangguran“ itu enak, bukan terletak pada aktivitasnya. Yang namanya orang ingin hidup tentu harus bekerja keras dong. Tinggal milih caranya, mau masuk sistem tertentu agar dapat uang (meski kerja atau nggak kerja), korupsi, atau dengan cara terhormat dengan membuat karya dan akhirnya dihargai orang lain. Dunia maya yang menjadi corong kapitalisme hari ini boleh jadi memberi dampak buruk di banyak negara berkembang yang baru kenal internet kemarin sore. Kenikmatan anak-anak mudanya melihat tontonan yang tidak seharusnya membuat para pembuatnya di negara lain semakin kaya. Jadilah negeri-negeri di dunia ketiga itu semakin bodoh dan tidak produktif lantaran kebiasaan facebookan dan berbagai aktivitas dunia maya yang tidak penting. Bukannya untuk berbagi ilmu tapi hanya buang-buang waktu. Maka pengangguran produktif itu adalah duduk di depan internet untuk membuat karya yang bermanfaat. #tamparmukasendiri

Kisah bahwa “pengangguran“ itu enak adalah tentang kita yang sedang menikmati bekerja dengan internet, sehingga bisa untuk meraup devisa bagi negeri ini ketika sebagian masyarakat kita yang bergaya kebarat-baratan yang hari ini bangga untuk membuang uang dengan memperbarui aksesoris mereka yang serba impor. Bahkan sekedar makan juga impor. Para penanggur produktif akan mampu menyetorkan devisa dalam bentuk lain meskipun barangkali tidak pernah tercatat seperti pendapatan TKI. Itulah aku yang hari ini masih pusing untuk sekedar mendefinisikan diri sendiri. Tapi aku percaya, jika ingin bisa berbagi dengan banyak orang, membantu orang-orang yang membutuhkan, dan sebagainya, jadilah orang yang berilmu dengan banyak belajar, kemudian jadilah “pengangguran“, karena “pengangguran“ itu enak.

2 Comments

  1. pursuingmydreams

    Nganggur jadi enak kalau masih bisa tetap dapat pemasukan setiap bulannya :D. Masih enak kalau masih ada kegiatan yg bisa ditekuni. Kalau hanya di depan komputer, aktif di sosial media saja, ngabisin duit buat biaya listrik 😆 .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.