Catatan-Catatan di Lingkaran Inspiratifku

Sejak aku mengenal sosok guru yang hebat di masa awal-awal mengenal Islam, maka saat itulah aku terkesan dengan keindahan Islam ini. Bagaimanapun, sebagai generasi muda yang lahir di lingkungan masyarakat Islam abangan, menemukan nur agamanya sendiri bisa jadi serupa dengan orang-orang Barat yang menemukan cahaya Islam. Bedanya mereka dititik frustasi hingga akhirnya tenang dengan memeluk […]

Menjadi Saksi Demokrasi

Pemilu 2014 segera tiba. Pesta Demokrasi 5 tahunan masyarakat Indonesia itu segera menggema lagi. Saat ini antar partai sudah mulai saling mem-bully satu sama lain melalui medianya. Rakyat-rakyat yang masih bodoh dan tidak paham politik jadi anak panah yang digunakan sebagai obyek adu domba. Pengusaha serakah dibalik kepentingan besar ini hanya senyum-senyum melihat parade adu […]

Paradigma Baru Dakwah Kampus, Masuknya Warna Ilmi

Dakwah kampus, sebuah terminologi yang menghasilkan imajinasi sosok-sosok pemuda yang alim nan sholeh atau wanita-wanita berjilbab besar yang menunduk malu-malu. Atau juga imajinasi tentang kelompok-kelompok pengajian yang begitu populer di tahun-tahun pasca reformasi. Ah benarkah hanya seperti itu? Yang biasanya terlihat itulah yang tertangkap dan yang terekam. Tetapi jika pelakukanya hanya berimajinasi sebatas itu, maka […]

Berpikir Anti Mainstream

Masih bertalian dengan buku yang baru kuresensi kemarin. Hari ini kita dihadapkan pada realita citra. Sebuah realita artifisial, yaitu memandang kenyataan yang semu. Sebuah hal yang meyakinkan untuk disaksikan dan dirasakan tetapi sesungguhnya itu adalah kumpulan omong kosong yang dihasilkan dengan teknologi tinggi. Siapa produsennya? Sulit dijelaskan, tapi kebanyakan orang jadi terarahkan setelah mereka bersahabat […]

Ketika Gunung Kelud Ikut Meramaikan Tahun Pencitraan 2014

Tadi malam, dalam keadaan antara sadar dan tidak aku mendengar dentuman dan gemuruh yang cukup besar. Kukira itu aktivitas anak-anak muda yang sedang menghadiri pesta wayang kulit dan berbagai perayaan. Maklum di Solo, perayaan Imlek cukup besar. Meskipun sudah memasuki tengah bulan, tetapi toh mungkin itu masih bisa dirayakan oleh mereka yang merayakan, pikirku. Dan […]

MPKD 2: Cinta Untuk Indonesia

Negeri ini telah mewarisi suasana damai. Sejarawan yang masih jeli menuliskan kisah pergiliran masa Sriwijaya ke Majapahit hingga masa Islam. Pertumpahan darah antar agama bukanlah ciri dari masyarakat kita. Sriwijaya hancur karena diserang sesama penguasa Budha dari India. Majapahit hancur diserang oleh Kediri yang dendam ketika mereka dihancurkan Raden Wijaya. Dan justru generasi Majapahit yang […]

MPKD 2: Kami Tetap Tegak Berdiri

Mari bertekad untuk tetap tegak berdiri di saat yang lain telah rapuh. Kami adalah pewaris sah ibu pertiwi ini. Kita semua umat Islam dan semua yang memang dahulu telah berjuang merebut kembali ibu pertiwi yang dijajah oleh kaum imperialis adalah pewaris sah yang berhak untuk memerintah negeri ini. Bukan pemimpin-pemimpin yang justru membiarkan kapitalis asing […]

MPKD 2: Persiapan & Simulasi Perang

Salah satu hal yang tidak dapat dilewatkan dalam kegiatan perkemahan ini adalah simulasi perang. Esensinya bukan terletak pada persiapan untuk melakukan revolusi atau menjadi pemberontak, jangan salah paham dulu. Karena kami sama sekali tidak didoktrin untuk menjadi oposisi pemerintah. Kami diajari untuk mengambil peluang partisipasi dalam edukasi masyarakat agar menjadi bagian dari masyarakat yang cerdas […]

MPKD 2: Menahan Diri & Berprestasi

Yang bisa dilakukan adalah berprestasilah di posisi yang kita tempati saat ini. Bangun kemandirian ekonomi agar kita dapat selalu berteriak lantang untuk mengatakan yang benar dengan sarana-sarana yang ada. Tidak waton njeplak, apalagi sok pamer kecerdasan di muka umum saat pembaca di kalangan masyarakat kita yang masih awam dengan Islam ini dan perlu dikenalkan dari […]

MPKD 2: Memahami Realita & Menyalakan Api Semangat

Meskipun kemah ini banyak makanan fisiknya, tapi jelas pembinaan fikriyah dan ruhiyah tetap berjalan. Amal yaumi tetap diperiksa meskipun tidak ada denda dan sarapan fisik. Tapi masak sih mau berbohong jika tilawahnya masih kurang beberapa halaman lantas mengatakan bahwa sudah lengkap 1 juz dari pada malu. Kami berprasangka baik bahwa para peserta semua jujur, jika […]