Meskipun kemah ini banyak makanan fisiknya, tapi jelas pembinaan fikriyah dan ruhiyah tetap berjalan. Amal yaumi tetap diperiksa meskipun tidak ada denda dan sarapan fisik. Tapi masak sih mau berbohong jika tilawahnya masih kurang beberapa halaman lantas mengatakan bahwa sudah lengkap 1 juz dari pada malu. Kami berprasangka baik bahwa para peserta semua jujur, jika belum genap jawab belum, jika sudah ya dijawab sudah.

Saat sesi materi, kami mendapatkan motivasi dan dapat berdiskusi secara luas dengan pembicara yang dihadirkan. Sisi-sisi yang selama ini kerap dicibirkan ke partai politik Islam adalah anggapan mereka yang menjerumuskan diri pada cara-cara yang kotor, yang bernama politik. Setahuku, kata dalam sebuah bahasa itu netral. Maka persepsi dan tindakan orang yang memahaminyalah yang akan membuat kata “politik“ itu jelek atau baik.

Mengapa umat Islam Indonesia harus bangkit dalam partisipasi politik saat ini. Simpel saja alasanya, karena kita termasuk pewaris sah atas negeri ini. Jika hari ini SDA kita banyak dikuasai asing dengan kepemimpinan yang ada sekarang, lantas berbagai bentuk penjajahan pola pikir terjadi juga membuat bangsa ini semakin bodoh, masak ya kita diam saja. Setidaknya ini ikhtiar yang dilakukan sebagian kita untuk menduduki kursi parlemen, menduduki jabatan pemerintahan yang strategis dan berbagai pos penting.

Pertanyaan berikutnya adalah mengenai polemik dari perilaku elit politik yang terkadang tidak etis. Ya memang, dan jika itu sebuah kesalahan, kami juga tidak diajari untuk membenarkan, kami katakan itu tetap salah. Hanya kami tidak diajarkan untuk lalu merendahkan seseorang di muka umum dan memisahkan diri, membuat jamaah baru lagi dengan berbagai alasan pembenaran yang sebenarnya semakin melemahkan perjuangan umat Islam.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.