Jika di Indonesia, setiap hari bahkan ketika waktu mendung tebal di musim penghujan pasti matahari masih bisa terlihat, maka di sini melihat matahari adalah sebuah karunia Allah yang tidak ada duanya. Melihat langit biru yang cerah dan sinaran matahari di musim dingin adalah peristiwa langka yang mungkin hanya akan terjadi sebulan dua-tiga kali atau mungkin lebih lama lagi.

Pagi ini aku mendapati waktu yang cukup panjang untuk menyelesaikan beberapa tulisanku yang sempat tertunda sekian lama. Ketika ketiga temanku mengajak jalan-jalan ke Vodafone aku memutuskan untuk tetap di wohnung saja. Lebih pewe di sini untuk mengetik sambil mendengarkan lagu-lagunya Maher Zain dan Irfan Makki. Di saat asyik mengetik aku melihat pemandangan yang sangat berbeda dari biasanya. Gedung-gedung di depan apartemenku terlihat berpendar, itu tandanya ada matahari bersinar. Aku segera berlari keluar (tentunya memakai jaket dan sepatu boat dulu dong) dan mengambil foto-foto gedung dan matahari. Indah sekali, maka nikmat tuhanmu yang manakah yang akan kau dustakan.

Setelah hampir pukul satu siang, aku segera berkemas ke kampus. Usai shalat dzuhur aku segera berangkat kampus. Awalnya ke pemberhentian bus menunggu jenis Uni-Express yang akan mengantarku ke kampus, tetapi karena jadwal keberangkatannya masih 20an menit lagi kuputuskan untuk berjalan kaki ke kampus, sambil menghangatkan badan dengan olah raga untuk melawan hawa dingin (sebenarnya alibi juga karena ragu apakah beneran bus berseri E itu bisa sampai ke kampus, karena buku petunjuknya semua dalam bahasa Jerman). Alhamdulillah, tak sampai 20 menit sampailah aku di kampus dengan beberapa foto-foto pemandangan kaki bukit yang hari ini cerah.

Kawan, melihat matahari di sini ketika musim dingin adalah kenikmatan tersendiri. Tidak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan itu ketika kita biasanya dapat melihat matahari itu dengan terang sepanjang hari. Di bulan ini, matahari terbit setengah sembilan dan terbenan setengah 5 sore, hari yang cukup singkat bukan. Itu pun jika sinaran matahari terlihat ketika awan cerah. Kebanyakan ditutup oleh mendung yang sangat tebal sehingga mungkin hanya bersinar selama 2 jam saja atau mungkin seharian tidak akan terlihat matahari. Hari ini aku mendapatinya cerah bersinar sejak terbit hingga terbenamnya. Segala puji bagi Allah yang telah menjadi matahari ini bersinar indah di siang hari.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.