Ketika kami asyik menunggu perkuliahan Dr. Simone, tiba-tiba melintas di ruangan kami dan berhenti di pintu seorang berwajah India yang sangat ramah dan masih muda. Beliau kemudian menyapa kami dan memperkenalkan diri. Wah, ku kira Dr. Amithab itu cewek, ternyata cowok yang masih kelihatan muda dan segar. Saking kelihatan mudanya seperti mahasiswa S-1, temanku terkejut waktu beliau memperkenalkan diri.

Beliau sangat ramah terhadap kami dan kami sempat berdiskusi banyak hal dengan beliau, diantaranya tentang perayaan tahun baru. Karena memang sama-sama negara yang hanya mengadopsi dari Eropa kami saling membandingkan keramaian tahun baru di negara masing-masing. Diskusi kemudian berlanjut tentang artis-artis India, sampai dia berseloroh bahwa dia bangga karena namanya agak mirip dengan Amitha Bachan. Ketika kami tanya apakah ada garis keturunan yang dekat dengannya, beliau berkata tidak. Ha ha ha, ternyata salah.

Beliau datang ke Jerman sejak tahun 1992 dan menetap di sini sebagai warga negara Jerman. Ternyata beliau adalah diaspora India di Jerman. Aku kemudian jadi teringat cerita tentang banyaknya diaspora Indonesia di luar negeri yang hari ini sebelumnya harus digalang kekuatannya agar tumbuh rasa cintanya terhadap tanah air. Kata mas Bashori, fasilitator Bakti Nusa DD UI, waktu berdiskusi denganku ketika aku berkunjung ke UI, jika susah berkiprah di Indonesia, padahal kita punya kemampuan besar, jadilah diaspora Indonesia saja yang nanti memberi banyak kemudahan kepada orang-orang Indonesia ketika akan belajar di negeri yang kita tinggali.

Aku kemudian berpikir, apakah berpindah kewarganegaraan karena sebuah alasan pilihan hidup di masa depan dan ingin memberi kemudahan kepada warga negara asal kita adalah bukti cinta tanah air. Hari ini India dan China menjadi raksasa di dunia karena diaspora mereka kokoh dan mencintai negeri tempat nenek moyang mereka berada. Bagaimana dengan Indonesia? Kuharap kita mulai merencanakan hidup sejak hari ini tentang apa yang akan kita berikan untuk negeri kita, bukan apa yang akan kita ambili dari negeri kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.