Aku sering berkata ini itu kepada adik-adikku. Harus komitmen lah, harus jujurlah, harus tegaslah bla bla bla. Di saat-saat kesendirian saat ini semua itu kembali kurenungkan. Karena aku pun sebenarnya juga akan termakan dengan apa yang aku katakan sendiri ketika setiap kata yang terucap itu dikhianati oleh ketidakjujuran meskipun itu kecil dan tidak pernah diketahui orang lain.

Aktivis, itulah sebutan nge-trend yang sering melekat pada mahasiswa di kampus yang mau menambah kerjaan ditengah sulitnya kuliah dan mencari pekerjaan. Itulah sebuah label untuk orang-orang dulu yang kuliahnya kelamaan, atau orang-orang sekarang yang lebih sering mangkal di kantor kecil (alias sekre) dari pada kumpul dengan teman-teman seangkatannya untuk nge-game atau kongkow-kongkow. Itulah mungkin beberapa pandangan riil publik atas kata aktivis dan para penyandangnya.

Kemudian aktivis dakwah, apa pula itu? Ketika kata dakwah melekat menambahi kata aktivis maka layangan imajinasi pembaca langsung menuju masjid-masjid kampus dan menemukan sosok-sosok alim yang sedang melingkar dengan mushaf yang dipegang untuk dibaca dan ditadabburi atau sekumpulan wanita-wanita berjilbab lebar di serambi masjid yang juga melakukan hal yang serupa. Memang demikian adanya, definisi itu didahului oleh layangan imajinasi yang kadang-kadang imajinasi itulah yang kemudian mendefisinisikan setiap hal yang terekam oleh matanya, hingga terlupa pikirnya untuk mencerna dan menera.

Memanglah sebuah kenikmatan ketika diri ini bisa mendapatkan kesempatan belajar dan bergabung bersama barisan orang-orang yang berdaya juang tinggi. Salah satu keuntungan yang terasa adalah energy berlipat-lipat untuk terus melakukan perjuangan dan memberikan kemanfaatan, baik untuk diri sendiri dan orang lain. Singkat cerita, ketika bisa bergabung menjadi bagian dari bagian para aktivis kampus, maka sebenarnya saat itulah ruang terbuka untuk belajar banyak hal. Apa yang akan kita pelajari tidak tersedia layaknya toko swalayan di negara maju, tetapi seperti belantara tropis. Siapa pandai merasa dan mencobai mereka yang kemudian tumbuh besar dengan kekuatan luar biasa. Mereka yang mengeluh dan mencela segera tumbang oleh akar-akar pepohonan masalah atau dicincang harimau ambisi atau babi kedengkian.

Aku fasih berkata demikian kepada adik-adikku. Tapi benarkah aku telah berkata itu semua kepada diriku sefasih yang kukatakan kepada mereka. Beruntung aku tidak terlalu suka dengan buku teori-teori kepemimpinan dan motivasi kosong. Aku lebih suka membaca jejak sejarah dan kisah para tokoh atau mendengarkan pengisahan hidup para senior dan pendahulu. Karena kepemimpinan dan nilai itu lebih terhimpun dalan sebuah mozaik perjalanan yang sangat panjang dan kompleks itu. Maka setidaknya karakter itu lebih bisa mengerem mulutku agar tidak berbicara banyak hal yang tinggi padahal api jauh dari panggang pada kenyataaannya.

Ketika masa-masa kepemimpinan itu berakhir, mungkin ini hari-hari yang dipenuhi istighfar sekaligus pembuktian yang sesungguhnya. Karena sesungguhnya sebaik-baik bukti itu adalah laku dimana ia ada atau pun tidak ada dalam sistem yang pernah ia ciptakan. Aku kini hanya memandangi mereka dari jauh bersama rekan-rekan seperjuangan sambil terus berdoa dan memberikan senyum harapan untuk mereka.

Kini aku sadar, selama ini ada banyak yang terlenakan dan terlupakan dari diriku untuk lebih banyak beristighfar. Aku harus memperbaiki apa yang terlupa dari diriku sepanjang perjalanan kemarin. Karena apa yang telah aku katakan, semua akan dipertanggungjawabkan. Bukti tak berhenti atas apa yang telah kulakukan di masa aku mengatakan, tetapi bukti yang sebenarnya adalah aku tetap melakukan baik ketika aku dapat mengatakan atau pun tidak.

Meninggalkan kebiasaan buruk dan terus meningkatkan produktivitas hari ini akan menjadi bukti, bahwa di fase yang hari ini ku jalani aku masih seperti yang dulu. Aku masih seperti yang dulu. Tidak berubah, tetap tegas dan idealis.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.