Ahli tak Harus Menampakkan Diri

Di kesempatan yang lain ketika aku mengambil kamera ada kisah lain yang tidak kalah inspiratif. Ketika itu beliau sedang tidak ada di rumah. Jadi pengambilan kamera dilayani oleh sang istri. Setelah cukup lama mencari kamera di rak reparasi akhirnya kudapati kameraku yang sekarang telah pulih seperti sedia kala. Yang menarik adalah percakapan-percakapan antara aku, bu Kliwon, dan seorang pemuda yang juga mengambil kameranya hari itu.

Pemuda yang mengaku sebagai salah satu karyawan di bengkel resmi sebuah perusahaan otomotif di kota Kebumen itu bercerita bahwa ia sudah berkeliling kota Jogja untuk mencari service kamera yang dapat mereparasi kameranya. Hasilnya nihil, karena kebanyakan mereka mengaku tidak mampu mereparasi atau mengusulkan ganti ini itu dengan biaya yang tentu jauh lebih tinggi. Dan ditangan beliau ternyata kamera yang katanya rusak LCD-nya itu dapat pulih seperti semula hanya dengan biaya service yang jauh lebih murah. Benar tidaknya paparan pemuda itu tidak penting, tetapi ungkapan kepuasan seorang terhadap layanan itu penting untuk diperhatikan.

Aku pun menyempatkan diri bercakap-cakap dengan istri Pak Kliwon setelah mendapati kameraku kembali. Rasa penasaranku terkait keahlian Pak Kliwon yang fantastis ini membuatku ingin bertanya macam-macam. Ketika kutanyakan sejak kapan beliau memulai usaha reparasi ini, sang istri menjawab sudah 23 tahun, lebih lama dari usiaku. Apakah beliau pernah mengikuti pelatihan resmi tentang kamera, jawabnya tidak karena beliau hanyalah lulusan SMK bidang kelistrikan. Namun beliau sudah terbiasa dengan perangkat elektronika sejak SMP ketika itu ada ekstrakurikuler dan beliau menekuni pada masalah bongkar pasang peralatan elektronika.

Kemudian kulayangkan pandanganku ke tembok, di sana terpampang foto-foto beliau bersama komunitas-komunitas fotografi dan sebuah sertifikat workshop yang beliau terima setahun yang lalu. Kesimpulanku hari itu, beliau adalah ahli kamera yang memang kenyang pengalaman dan besar dari sebuah usaha yang istiqomah. Namanya dikenal karena kredibilitas yang dibangunnya. Khalayak tahu bahwa beliau telah memberikan yang terbaik dalam mereparasi kamera para pelanggannya.

…. bersambung

#Diterbitkan dalam buku Belajar Merawat Indonesia 2 untuk Kepemimpinan Alternatif bersama beberapa aktivis Bakti Nusa Beastudi Indonesia Dompet Dhuafa lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.