Mengunjungi tanah mancanegara merupakan sebuah mimpi tersendiri bagi sebagian orang. Demikian juga denganku, sejak kecil ayahku selalu menyemangatiku untuk giat belajar agar suatu saat nanti bias menjadi seperti Pak Habibie. Ternyata beberapa waktu lalu, Allah mengabulkan harapan ayah itu (dan tentunya harapanku) untuk mengunjungi tanah yang pernah menjadi tempat belajar B.J. Habibie salah satu putra terbaik bangsa di bidang teknologi. Tepatnya dari tanggal 03 – 30 Desember 2012 aku dan tiga teman lainnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Jerman melalui sebuah seleksi pertukaran mahasiswa, lebih tepatnya kunjungan belajar di Bergische Universitat Wuppertal di negara bagian Nord-Rhein Westfalen Jerman.

Dengan dukungan dari fakultas, Beastudi Indonesia Dompet Dhuafa dan beberapa sponsor lainnya, perjalanan meraih salah satu mimpi ini akhirnya dapat terwujud. Selama 3 pekan kami menjalani kuliah bersama Prof. Tausch dan timnya di Jurusan Pendidikan Kimia dan berbagai aktivitas baru di kampus yang sangat berbeda dengan kebanyakan kampus di Indonesia. Kami banyak mendapat inspirasi baru selama mengikuti kuliah di kelas dan berbagai aktivitas di kampus, baik tentang komunikasi, dedikasi, dan pelayanan yang baik dalam pendidikan. Sebagai mahasiswa di kampus pendidikan, maka pengalaman ini adalah modal berharga bagi kami agar nanti ketika menjadi pendidik dapat menjalankan amanah ini dengan baik.

Selain itu kami memanfaatkan berbagai kesempatan di setiap akhir pekan dan liburan sepekan terakhir untuk memperkaya wawasan kami sekaligus menjejakkan diri di beberapa kota Jerman seperti Wuppertal, Dusseldorf, Dortmund, Muenster, Aachen, dan Berlin, kemudian di Kota Paris di Perancis, dan kota Amsterdam di Belanda. Kisah perjalanan ini membuatku teringat dengan berbagai kisah para pendahulu yang pernah menceritakan perjalanan mereka dalam buah karya, Edensor, Negeri 5 Menara, 99 Cahaya di Langit Eropa dll. Dan hari itu aku pun bersyukur bisa menjejakkan kaki di tanah-tanah yang katanya menjadi mimpi banyak orang. Namun demikian, kecintaan untuk Indonesia tak akan pernah tergantikan dengan teraturnya tatanan hidup di sana. Indonesia tetaplah negeri terindah yang ditakdirkan untuk kita semua.

Reposted fromĀ http://www.beastudiindonesia.net/beasiswa-prestasi/176-menggapai-mimpi–spirit-ayah-membawaku-ke-negeri-habibie-belajarĀ 

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.