Aku kagum dengan China yang berhasil merekam semangat dari para pendahulunya dengan berbagai film legenda yang sarat nasihat. Di balik sejarahnya yang panjang, mereka sangat rapi dan berhasil mengemasnya kembali untuk menjaga kehidupan sang naga.

Hal yang tidak pernah diseriusi oleh Indonesia dalam menggarap film sejarah mereka yang sebenarnya tak kalah hebat sejak zaman Sriwijaya hingga perjuangan heroik mengusir para penjajah oleh para sultan di nusantara. Kalaupun ada drama serial penggarapannya terkesan kejar tayang, plotnya belum verified berdasarkan fakta sejarah (lah sejarahnya juga belum diklarifikasi dengan serius oleh para pakar sejarah negeri ini).

Kini babak “kemerdekaan” itu telah memasuki usia yang ke-68. Sebenarnya tidak ada kata merdeka dalam negeri kita. Karena itu hanya babak sejarah tentang kekuasaan yang terus berganti. Mau zaman Sriwijaya atau pun reformasi ya sama saja, perang perebutan kekuasaan tetap ada. Bedanya mereka bisa membuat karya dan mewariskan semangat juang yang hebat, tapi yang masa kini lebih banyak mewariskan luka.

Atau jangan-jangan ini potret bangsa kita hari ini. Karena bukankah pemimpin itu representasi mayoritas rakyatnya. ?#?introspeksidiri?

Sumber : My FB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.