Kategori
Refleksi

Pembuka di Hari Ulang Tahun Negara Kita

Aku kagum dengan China yang berhasil merekam semangat dari para pendahulunya dengan berbagai film legenda yang sarat nasihat. Di balik sejarahnya yang panjang, mereka sangat rapi dan berhasil mengemasnya kembali untuk menjaga kehidupan sang naga.

Hal yang tidak pernah diseriusi oleh Indonesia dalam menggarap film sejarah mereka yang sebenarnya tak kalah hebat sejak zaman Sriwijaya hingga perjuangan heroik mengusir para penjajah oleh para sultan di nusantara. Kalaupun ada drama serial penggarapannya terkesan kejar tayang, plotnya belum verified berdasarkan fakta sejarah (lah sejarahnya juga belum diklarifikasi dengan serius oleh para pakar sejarah negeri ini).

Kini babak “kemerdekaan” itu telah memasuki usia yang ke-68. Sebenarnya tidak ada kata merdeka dalam negeri kita. Karena itu hanya babak sejarah tentang kekuasaan yang terus berganti. Mau zaman Sriwijaya atau pun reformasi ya sama saja, perang perebutan kekuasaan tetap ada. Bedanya mereka bisa membuat karya dan mewariskan semangat juang yang hebat, tapi yang masa kini lebih banyak mewariskan luka.

Atau jangan-jangan ini potret bangsa kita hari ini. Karena bukankah pemimpin itu representasi mayoritas rakyatnya. ?#?introspeksidiri?

Sumber : My FB

Kategori
Kilas Sejarah

“17” yang Spesial untuk Indonesia

Tahukah kamu? Berapa jumlah rakaat shalat wajib seharinya? Tanggal berapa al-Quran diturunkan? Tanggal berapa kemerdekaan Indonesia diproklamirkan?

Kumpulan pertanyaan tadi mengawali tulisan malam ini. Gara-gara tadi habis mendengarkan kultum dari da’i yang sering mengisi di masjid sekitar kosku. Kebetulan malam ini ngisinya di masjid Kalimasada ISI Surakarta.

To the point aja. Intinya Ramadhan tahun kemarin dan tahun ini terasa begitu spesial. Karena ada 3 fenomena sweet seventeen yang bertaburan di dalamnya. Bagaiaman tidak, ternyata angka 17 terasa menjadi “sesuatu” banget. Karena tentu kita sudah maklum dengan berbagai hal yang berkaitan dengan angka 17 itu sendiri.

17 = Jumlah Rakaat Shalat 5 Waktu

Tentu sudah tidak asing lagi ya dengan hal ini. Atau ada yang lupa? Ketahuan kalo ga shalat tu kalo sampe lupa. Atau mungkin shalatnya sebagai hobi dan habbit saja, bukan sebagai aktivitas rabbaniyah (plak!!! Menampar diri sendiri nih namanya). Intinya, ini angka spesial yang wajib tertanam kuat dibenak setiap mukmin. Shalat adalah pembeda antara orang beriman dan orang kafir.

17 Ramadhan = Turunnya Al-Quran

Meskipun tanggal 17 Ramadhan itu katanya debatable terkait benar tidaknya Jibril menemui Rasulullah di Gua Hira’ untuk membacakan wahyu pertama surat al-Alaq, pastinya angka 17 lagi-lagi spesial sebagai refleksi dibukanya cahaya (renaisans) bagi umat manusia setelah sekian lama terbuai dalam kegelapan dan kejahiliyahan. Luar biasanya Allah! Maha Pengasih kepada ciptaan-Nya, Dia beri kita momen spesial ini yang akan senantiasa dikenang sepanjang zaman.

17 Agustus = Kemerdekaan Indonesia

Dan ini yang terakhir. Angka 17 Agustus menjadi sepesial karena dilalui Ramadhan kali ini. Hari kemarin baru saja aku melihat bukti mengapa tanggal itu spesial. Ketika aku mengantar adik-adik ke FNQ di seberang jalan, tepatnya di alun-alun kabupaten aku melihat serombongan pasukan anak muda yang sedang disiapkan dan disuruh baris berbaris di tengah terik matahari. Puasa-puasa lho! Kira-kira pada puasa ga tu para calon paskibranya ya? Yah, intinya aku cuma mau bilang, tu kan tanggal 17 Agustus itu spesial untuk Bangsa Indonesia, sampai-sampai untuk mengibarkan kembali sang Saka Merah Putih, diperlukan dana bermilyar-milyar untuk membiayai proyek pembentukan paskibra mulai dari tingkat nasional sampai kabupaten, bahkan di kecamatan dan instansi pemerintah pun konon juga membuat paskibra sendiri-sendiri. Luar biasa!

Kesimpulannya, semoga tahun ini menjadi tahun yang baik bagi Bangsa Indonesia yang tengah berada di titik nadir. Ekonominya kuat semu. Moral bangsanya dipertanyakan gara-gara korupsi dan kekacauan dunia remaja. Keislamannya juga makin diragukan gara-gara sering perang saudara, debat kusir, sampai-sampai ada yang sempat korupsi pengadaan al-Quran. Ruwet amat sih masalahnya. (Geleng-geleng kepala)

Semoga Allah menunjuki umat Islam Indonesia dan menjadikan jalan untuk kembali sadar membangun peradaban seperti spirit perang sabil Diponegoro dan Paderi, atau perjuangan Rakyat Aceh, atau perjuangan-perjuangan sesudahnya untuk mengembalikan harkat dan martabat umat Islam sebagai bagian terbesar dari bangsa Indonesia. Bukan untuk mendominasi, tetapi memang sudah menjadi fakta sejarah bahwa jika Islam diimplementasikan secara benar, maka ia akan menjadi paying kedamaian dunia seperti yang telah dibuktikan selama berabad-abad oleh kekhalifahan umat Islam di dunia.

Aku rindu itu! Dan aku yakin nanti akan terwujud. Allahu akbar