Ketika aku belajar web pada seorang master yang udah lama menekuni dunia blogging dan peranakannya, aku mendapatkan sebuah paradigma baru tentang trend yang berkembang. Beberapa tahun silam orang-orang sangat gencar menggunakan kata kunci tertentu dalam membuat blog mereka. Apalagi saat algoritma google belum bisa mengidentifikasi blog-blog yang AGC atau yang lebih parah dari itu.

Dari beliau aku kemudian dikasih tahu bahwa hari ini mari kita tinggalkan trend untuk ngejar kunjungan tinggi di web kita, entah isinya kayak gimana. Mari sekarang kita mulai trend baru dengan menampilkan yang kreatif dan menawarkan sesuatu yang baru (inovasi). Sekarang kita telah memasuki era konten. Dunia pencarian kata kunci di web hendaknya bukan menjadi ajang membully pengguna internet yang semakin banyak ini.

Dulu beliau bercerita bagaimana webnya juga sering diisi dengan trend yang terbaru. Cocok sih, karena beliau penyuka dunia aplikasi dan web dan itu merupakan keyword yang paling laris jadi postingan-postingan beliau laris dikunjungi. Meskipun terkadang katanya juga pernah membully pembacanya juga atau terkadang malah menggunakan robot untuk menaikkan trafik pengunjung secara otomatis. Kini beliau fokus bagaimana menulis sesuatu di blog itu benar-benar sebuah konten yang bagus.

Awalnya aku juga berpikir untuk melakukan hal yang sama demi mengejar angka kunjungan. Namun kemudian kupikirkan ulang, mau jadi apa webku nanti. Kesukaanku adalah pada hal-hal yang kebanyakan orang yang tidak suka. Kalau aku membully pembaca, pengunjung webku jadi tidal loyal. Jika pakai robot, kelihatan ga berkarakter banget. Akhirnya kuputuskan untuk menulis apa yang ideal dalam pikiranku. Kesimpulannya web pribadiku akan terus berisi tulisan-tulisan yang memang keluar dari suasana kehidupanku, bukan sebuah rekayasa untuk mencari kunjungan semata.

Ibrahnya adalah saat ini kita sedang berbicara konten. Dalam kepemimpinan, bisa saja calon-calon pemimpin itu sekarang terkenal karena blow up media, tapi yang tidak siap dengan konten siap-siap aja dihujat rakyat suatu saat. Pemimpin yang tidak punya konten kepemimpinan yang memadai adalah calon perusak yang lebih merusak dari pada para penjahat. Penjahat yang berikrar penjahat lebih terhormat karena ia akan melawan pemimpin yang baik. Tapi ketika pemimpin itu merusak dia lebih bobrok dari penjahat karena dia sudah kalah dengan dirinya sendiri.

Era konten hari ini nyata, bukan pada web saja, tapi eranya kita tunjukkan siapa kita, untuk apa kita, apa kontribusi nyata kita. Tanpa itu, apa artinya kita ada.

4 Comments

    1. Yuli Ardika Prihatama

      Ha ha ha, iya mbak. Termasuk konten kepemimpinan, karena sekarang banyak politisi jadi artis dan artis jadi politisi, jadi ga ada negarawan. Padahal yang layak memimpin bangsa itu negarawan, bukan politisi, apalagi artis. He he he he

        1. Yuli Ardika Prihatama

          Ha ha, maksud saya modalnya memimpin kadang dipertanyakan mbak. Makanya ketika jadi pemimpin seolah-olah satu periode tsb tidak menunjukkan tanda2 kepemimpinan yang tidak memuaskan. Artinya tidak ada konten bagus yang ditawarkan mbak. Dan itu terjadi di banyak wilayah di negeri kita hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.