Hari berganti, dalam rangka memantapkan hati untuk melangkahkan kaki di negeri tempat Pak Habibie belajar, hari ini kami sowan untuk pamitan sekaligus menerima pengarahan dari jajaran pimpinan FKIP UNS. Kebetulah hari ini Bapak Dekan kami tidak bisa menemui karena jadwalnya kegiatan yang harus diikuti. Akhirnya kami langsung diwejang oleh Pembantu Dekan I yang juga doktor lulusan dari jerman. Di bawah nasihatnya, kami semakin merasakan dekatnya negeri Hitler itu di mata kami meskipun waktu keberangkatan kami masih menunggu 3 hari lagi.

Beliau berpesan untuk menjaga nama baik almamater kami dan memberi tantangan kepada kami berempat untuk menerbitkan sebuah buku yang berisi perjalanan kami selama di Wuppertal nanti. Wah, tak boleh main-main dong perjalanan kami nanti. Harus benar-benar dimanfaatkan untuk belajar dan mencari inspirasi.

Hal yang kemudian ditanyakan oleh salah satu temanku adalah bagaimana manajemen keuangan dalam masalah makan. Kata beliau, kalau tahan makan roti terus menerus hidup sebulan di sana bisa sangat irit. Terbersit dipikiranku untuk melakukan hal yang paling esktrim ini agar uang sakuku dapat dimanfaatkan secara optimal di perjalanan ke Eropa. Belanda, Belgia, Berlin, Paris harus bisa kukunjungi. Sudah jauh-jauh ke Eropa rasanya akan kurang kalo aku tidak sekalian menuntaskan mimpiku mengunjungi tempat yang beberapa tahun silam hanya seperti mimpi di siang bolong.

Kemudian aku bertanya tentang masjid dan kehidupan umat Islam di sana. Kata beliau Jerman sangat toleran dalam kehidupan beragama, dan banyak sekali kelompok mahasiswa Turki yang bisa diikuti dalam keperluan ibadah shalat Jumat dan pengajian-pengajian yang lainnya.

Aku berharap, semoga Allah memudahkan perjalananku nantinya.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.