Kategori
Pendidikan

Belajar Menghargai Pemikiran dan Karya Sendiri

Ceritanya hari ini ada diskusi di kelas sains. Melanjutkan pertemuan sebelumnya, para siswa diminta berdiskusi merumuskan rencana proyek mereka di semester ini. Sebuah cara baru untuk melatih anak-anak SMP membangun komunikasi sejak dini dan mencoba berbagi peran untuk menghasilkan karya bersama. Selain itu, diharapkan timbul sebuah pengalaman bagaimana susahnya berpikir kreatif itu sehingga timbullah sikap untuk menghargai setiap karya sendiri.

Satu jam pelajaran berlalu, ada yang sudah berhasil melengkapi worksheet yang disediakan. Ada yang masih rewel dan saling beradu pendapat tentang karya. Ada juga yang belum punya apa pun dan malah sibuk dalam kebingungannya. Yang rewel coba dilerai dengan beberapa hal yang mendukung salah satu karya agar salah satu mengalah. Yang bingung dipantik agar segera keluar inspirasinya.

Akhirnya hampir semuanya selesai mengerjakan tugas diskusi hari ini. Aku cukup senang dengan capaian tersebut. Setidaknya cara baru ini berhasil meningkatkan keaktifan semua siswa untuk bekerja keras menampilkan karya mereka masing-masing. Jika dibandingkan tahun sebelumnya ketika aku pertama kali diberi kesempatan berbagi di kelas ini, ini jauh lebih baik.

Di pertemuan-pertemuan berikutnya, tugas kami adalah mengawal keberjalanan mereka merealisasikan proyek mereka masing-masing. Menumbuhkan semangat bekerja sama dan saling menolong satu sama lain ternyata saat ini bukan hal yang mudah. Refleksinya adalah aku sendiri mengalami beberapa kali kesulitan saat berkelompok dengan teman-teman waktu masih kuliah di kampus. Tapi beruntung satu dua orang bisa menjadi partner yang baik dalam belajar. Dan itu memang hal wajar karena tiap kita punya kecenderungan dengan tipe orang tertentu juga.

Hal yang terpenting hari ini, setiap siswa telah mengerti rasanya menahan bosan dalam diskusi mereka ketika teman yang lain sedang cerita. Mereka juga mulai berpikir apakah proyeknya bakal berhasil atau tidak. Atau bahkan mereka ada yang masih berpikir keras tentang karya yang ingin mereka hasilkan. Kesimpulannya, berkreasi itu bukan hal yang mudah, maka sebaiknya kita mulai belajar untuk menghargai kreasi-kreasi anak bangsa sendiri. Hal itu diawali dari belajar menghargai karya sendiri setelah merasakan betapa sulitnya membuat karya, terlebih melalui sebuah proses kerja sama. Semoga dari pelajaran ini nanti muncul rasa kebersaan yang semakin erat dan rasa cinta yang besar terhadap hal-hal yang berkaitan dengan negeri ini. Memang kita sedang belajar Sains, tetapi sesungguhnya itu hanya cara bagaimana kita belajar menghargai Indonesia kita.

Kategori
Pendidikan

Mengawali Science Project di Terik UV Pagi

Ini kisah di hari keduaku mengajar ekstra kelompok sains di SMP Islam al-Abidin. Kali ini siswa-siswanya adalah adik-adik kelas VIII dan IX. Yah, mereka jauh lebih tertata dari pada yang sebelumnya. Jelas, secara udah ngoyot satu dan dua tahun di situ, masak ya masih sama kayak adik-adiknya. Sebagai siswa senior mereka sudah mendapatkan kultur belajar yang lebih mapan. Jika sebelumnya siswa-siswanya kalo yang hobi ramai ya clotehan melulu, yang anteng kelewat anteng, yang ini sudah lebih seimbang. Mereka berimbang dalam diam dan aktif. Dan tentu saja karena suasana belajar hari ini di luar ruangan, itu yang membuatku bisa menikmati pembelajaran tadi pagi.

Di halaman sekolah yang bersih segerombolan anak bersila untuk mendengarkan sharing dariku sambil sesekali mereka menanyakan sesuatu terkait maksud kegiatan ini. Yah, asyik juga ya ngobrol dengan adik-adik yang masih fresh. Dan tahu, nggak ketika pembelajaran itu belangsung, matahari sudah sepenggalah naik. Rasa hangat yang hampir mendekati derajat panas mulai terasa di kulit hingga butiran-butiran keringat pun keluar satu per satu. Hmm, aku memotivasi mereka untuk bertahan, karena UV pagi itu sangat baik untuk kesehatan tulang, terutama bagi yang tidak suka minum susu. (Lho apa hubungannya? Cari sendiri)

Setelah saling berkenalan dan membuat kesepakatan akhirnya berakhirlah kelas yang menurutku terasa lama lantaran bingung juga mau ngapain lagi. Mau ngajakin nyanyi-nyanyi kayak TPA, adik-adik yang akhwat malu-malu dan sepertinya memang tidak usah, karena itu lebih baik bagi mereka. Diminta tanya belum pada tertarik untuk bertanya. Dan aku sampai bosan bercerita, karena juga tidak baik terlalu banyak bercerita. Semoga tugas mencari semua “tumbuhan yang berbau wangi” dapat berjalan dengan baik. Dan selesailah tulisan pagi ini.