Menjadi blogger dan tukang online tentu bukan hal yang mudah. Ada yang melihat enaknya saja, kerja sebentar duitnya banyak. Siapa bilang. Itu pikiran khas orang-orang Indonesia produk penjajahan yang masih selalu berpikir “kalo bisa tidak usah kerja susah-susah, tapi uangnya banyak”. Pikiran picik dan tidak bermutu inilah yang melahirkan generasi penyontek hingga koruptor.

Menjadi blogger dan tukang online (entah itu programmer, developer, atau yang berhubungan dengan komputer dan internet) membutuhkan jam terbang tinggi dan konsistensi. Terkadang di masa-masa maniaknya kita akan banyak mengorbankan diri karena terlalu asyiknya sehingga lupa untuk tidur. Dan itulah yang kurasakan sehingga perlu kubagikan pengalaman yang kurang baik ini agar tidak ditiru oleh Anda yang ingin jadi blogger. Yang merasa tidak penting dengan tulisan ini segera pindah postingan saya yang lain aja.

Jadi ceritanya aku pada saat keranjingan ngeblog dan utak-atik web seringkali lupa jam tidur. Pernah stand by 24 jam dan hanya beranjak saat waktu shalat. Bahkan makan pun sambil mantengin lepi. Ketika kebiasaan itu mulai berkembang aku mengalami fase yang paling rusak dalam soal tidur. Waktu tidurku menjadi tidak karuan. Terkadang saat online semalam suntuk, habis shalat subuh baru tidur dan bangun menjelang dzuhur. Dan ternyata ketika itu sering dilakukan tubuhku bukannya sehat meskipun dalam hitungan tidur cukup, tetapi malah jadi pegal-pegal.

Butuh waktu panjang untuk kembali menyegarkan ritme itu lagi. Intinya sekarang masih tersisa kebiasaan tidur setelah shalat subuh, yang terkadang tidak jarang membuatku bangun kesiangan. Padahal hari itu jadwalnya mengajar di sekolah. Jadi pernah sesekali terlambat, bahkan pernah izin karena ketiduran dan bangun-bangun sudah 1 jam terlambat. Malu sih, tetapi itu yang harus dikatakan.

Nah, jadi blogger yang baik itu yang terkendali dan tercukupi waktu tidurnya. Jika sudah selesai urusannya sebaiknya sudahi saja aktivitas Anda dan segera tutup untuk tidur atau mengerjakan aktivitas yang lain. Karena online secara berlebihan terkadang akan mengorbankan sisi sosial kita yang nyata. Terlebih jika besok istri kita cemburu karena melihat selingkuhannya berupa komputer lebih menarik kita ketimbang dirinya. Ha ha ha

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.