Ceritanya aku dapat Tag Catatan di FB dari salah satu rekan perjuanganku di kampus. Banyak di antara kita yang tidak tahu duduk permasalahan dan kedudukan penting sebuah lembaga negara. Masyarakat hanya pragmatis memahami berita, terutama berita korupsi yang berkembang saat ini. Berikut adalah catatannya

Sebuah Analogi Tentang KPK

Ada sebuah analogi menarik yang baru saya dapatkan baru saja dalam sebuah acara. Analogi terkait Pemerintah-DPR-KPK-Kejaksaaan-Kepolisian. Mungkin rekan rekan pernah mendengar terkait hal ini. Tetapi saya tetap ingin membagi kepada rekan rekan semuanya. Boleh sepakat boleh tidak, cuma share =).

Dalam struktur kepemerintahan Indonesia sekarang tidak terdapat lembaga tertinggi negara. Yang ada hanyalah lembaga tinggi negara. Bisa dilihat di bagan diatas. Ada Presiden, DPR,DPD,MK, MA, KY, BPK, Kepolisian,dll. Lantas, dimana letak KPK berada?

KPK sendiri merupakan lembaga ad-hoc. Lembaga sementara yang dibuat karena ada kebutuhan khusus. Yang berarti KPK bukanlah lembaga permanen dan bisa dibubarkan saat tidak diperlukan lagi.

Masuk ke analoginya. Analogi yang sederhana yang semoga bisa dipahami dengan mudah.

Pemerintah = Bapak

DPR = Ibu

Kepolisian dan Kejaksaan = Anak

KPK  = Guru Privat

Ada seorang bapak dan Ibu, mereka mempunyai dua orang anak. Mereka berdua dissekolahkan disebuah sekolah. Ternyata di sekolah itu  mereka berdua tidak begitu cemerlang prestasinya. Karena itu kedua orangtua itu memanggil seorang guru privat untuk memberi pengajaran (supervisi) anak didiknya supaya lebih paham akan tugas sekolah yang diberikan.

Ditengah perjalanan ternyata sang guru privat malah mengerjakan tugas dari murid yang diberikan dari sekolah. Sang guru privat yang hanya memberi arahan atau ngajari murid, malah mengerjakan tugas yang seharusnya dikerjakan oleh sang murid. Sang murid pun akhirnya malah diam saja tidak mengerjakan tugas dan sampai sang guru privat selesai dia tidak bisa menyelesaikan kerjanya.

Memberantas dan mengadili korupsi pada dasarnya adalah tugas dari kepolisian dan kejaksaan. Karena mungkin dianggap kinerja dalam hal pemberantasan dan pengadilan korupsi masih belum optimal, maka dibuatlah sebuah lembaga ad-hoq yang bertugas menjadi supervisi kejaksaan dan kepolisian dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Lembaga supervisi itu sekarang justru malah semakin asik dengan penindakan korupsi. Adanya festival penangkapan tangkap-tangan korupsi semakin memeriahkan di media nasional. Namun lembaga inti (kepolisian dan kejaksaan) kurang dalam hal pemberantasan korupsi. KPK semakin meroket sementara kepolisian dan kejaksaan masih dibawah.

Semoga KPK semakin bisa menarik lembaga kepolisian dan kejaksaan dalam hal pemberantasan korupsi, bukan hanya meroket tinggi sendirian. ^_^

Semangat!

Facebook

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.