Tadi malam aku mendapat mutarabbi baru yang dipindah dari berbagai kelompok halaqah. Dan malam ini pula beberapa binaan yang telah lama bersamaku izin rame-rame karena mendapat tugas dosennya untuk membantu persiapan ISO esok harinya. Karena dosen yang meminta juga orang yang keren, akhirnya kuputuskan untuk mengizinkan mereka dengan syarat meminta beliau mewejang mereka sebagai ganti pertemuan denganku malam ini.

Karena serba baru, akhirnya kegiatan malam ini hanya perkenalan dan diskusi. Aku mendapatkan banyak ilmu dari sahabat baruku ini. Mereka unik dan inspiratif. Berangkat dari masalah mereka masing-masing, jadilah malam ini hidup dan penuh dengan cerita bermanfaat. Mulai dari masalah pribadi hingga masalah persoalan umat. Akhirnya aku memiliki ide untuk ke depan mengajak mereka melakukan sebuah proyek sosial yang akan membuat mereka terikat dan merasa memiliki kedekatan dengan masyarakat. Demikianlah liqaat malam ini berjalan.

Di akhir kuumumkan beberapa taklimat kepada mereka semua baik yang datang maupun yang tidak datang. Sebagian mereka ada yang menyatakan sanggup. Namun kemudian ada saja yang bertanya ini itu dan sepertinya masih mengalami keraguan. Pikirku, ini ga boleh dibiarkan berlarut-larut. Kemanjaan mereka akan membuat mereka tidak lagi dewasa dan terbiasa membereskan urusan pribadinya. Bahkan mereka akan terbiasa mengada-adakan alasan baru jika mereka tidak mau dan pekewuh.

Terkait kegiatan mucer yang udah kuumumkan mereka yang bilang sanggup itu akhirnya tanya macam-macam. Mulai dari tempat dan tetek mbengeknya. Karena aku tidak tahu ya aku jawab dengan jujur. Maka mulailah mereka beralasan nanti tidak diizinkan orang tua. Tiba dititik itu aku akhirnya harus mengeluarkan wejangan penting, bahwa sekarang saatnya berpikir dewasa untuk membereskan urusan pribadi masing-masing baik itu komunikasi dengan orang tua, interaksi dengan teman untuk sebuah pilihan.

Terbiasa beralasan tanpa komitmen untuk bergabung hanya akan menambah masalah dalam aktivitas ke depan. Itulah yang sering dialami beberapa aktivis kampus, mungkin juga termasuk diriku pada waktu-waktu yang lalu. Beralasan tidak diizinkan orang tua, padahal untuk sebuah kegiatan yang positif bisa jadi karena buruknya komunikasi kita kepada meraka atau memang kepercayaan orang tua yang rendah bahwa kita mampu menjaga diri.

Stop banyak alasan, katakan ya atau tidak, jangan ya tapi …. atau diawali dengan sebenarnya ….. atau yang lain. Alasan hanya akan membuat diri sendiri rugi dan melewatkan kesempatan yang sebenarnya baik. Semua itu pilihan, segera pilih dan jangan banyak menggantung pilihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.