Wah wah, setelah beberapa hari ini sesekali terganggu dengan konfrontasi pembully-an para pendukunga partai, tokoh atau apa pun di dinding facebook, sepertinya aku perlu ikut-ikutan membuat opini saja deh. Kali ini aku fokus untuk melihat sisi menarik dari perilaku politik masyarakat pengguna media sosial.

Terlebih dulu aku membuka diskusi politiknya. Maaf biar nanti tidak salah, aku tidak memakai rujukan tentang arti politik. Yang jelas kita sama-sama paham bahwa politik itu pasti ada selama ada manusia. Mengapa? Karena jika ada manusia hidup maka dia pasti punya keinginan untuk berkuasa, dan caranya yang dinamis itu kira-kira yang menjadi tindakan politiknya. Nah lalu dengan sederhana yang melatari tindakan mereka tentu saja karena politik itu sendiri kan. Benar ga? Silahkan yang pakar politik berkomentar.

Intinya hari ini berkembang kata-kata seputar politik, politisi, apolitis, partai politik, dan sebagainya. Yang lucu adalah munculnya opini antipolitik atau ada juga pernyataan politik itu kotor. Ini menarik untuk dicermati jika keluar dari mulut manusia. Bagaimana bisa? Bisa saja karena definisi politik di setiap kepala itu berbeda bukan, termasuk pengalaman hidup dan keluasan pandangannya turut membuatnya membuat keputusan atas sebuah akar kata politik itu.

Menurutku, mustahil hari ini kita netral dalam menentukan sikap politik. Jika ada yang mengatakan demikian, aku meragukannya. Bahkan dalam praktisnya, jika dalam konteks pemilu orang memilih golput maka golput juga dikatakan sikap politik bukan. Nah, jadi tidak masuk akal orang yang anti politik dan mengaku tidak berpolitik. Termasuk mengatakan bahwa politik itu kotor. Karena politik ya hanya sebuah konsep, yang akan bernilai benar atau salah setelah dijalankan oleh pelakunya.

Jadi dalam konteks Pemilu 2014 ini, untuk yang berpendapat bahwa golput itu baik, maka itu adalah sikap politik Anda. Toh yang mau golput juga kampanye golput kan. Jadi tidak perlu munafik bahwa itu bukan sikap politik. Yang penting dikaji adalah mana yang lebih berguna, golput atau memilih. Jika memilih, sebaiknya mana yang dipilih bagaimana strateginya agar menghasilkan pilihan yang tepat. Jika golput apa tindakan konkritnya untuk menghasilkan perbaikan di masyarakat. Jika hanya koar-kora yang sifatnya provokatif lagi menimbulkan perdebatan, saya tidak yakin pelaku-pelaku ini adalah orang yang menggenggam solusi. Paling banter ya tukang ribut di jejaring sosial untuk menambah eksistensinya saja. Demikian opini saya.

Jika Anda tidak setuju, sekali lagi ini opini. Jika Anda mendebat, debatlah dengan konteks yang tepat dan sesuai konteks pembicaraan yang saya ajukan. Di luar itu, saya hapus komentarnya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.