Ketiga pertanyaan tersebut perlu ditanamkan ke masing-masing siswa agar mereka dengan jujur menjawab pertanyaan itu bagi diri mereka sendiri. Karena tanpa kepahaman buat apa buang-buang waktu bertahun-tahun untuk sekolah jika hanya menghafal dan melakukan sesuatu tanpa ada yang dimengerti. Itu pertanyaan yang tidak perlu ditagih jawabannya, tapi usahakan agar siswa menanyakan berulang-ulang buat dirinya. Sudah mengertikah ia pada apa yang dipelajarinya selama ini?

Atau jangan-jangan kita sebagai pendidik justru melestarikan budaya pembodohan siswa dengan nilai semata. Nilai bagus tak cerminkan kecerdasan siswa. Tetapi siswa yang cerdas dan menguasai materi, insya Allah nilainya bagus. Mengapa? Kerena soal sesulit apa pun akan mampu dikerjakan oleh siswa yang memahami materi dengan baik. Siswa yang hanya suka menghafal dia hanya mampu mengerjakan soal yang ada dalam jangkauan hafalannya saja. Siswa yang malas, dia hanya punya satu pilihan untuk mendapatkan nilai bagus, yakni berbuat curang dan melakukan segala bentuk kejahatan saat ujian. Mau dibiarkan begitu demi nilai? Tentu saja tidak bukan. Mari kita berjuang bersama untuk memperbaiki pendidikan kita.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.