Sepintas judul tulisanku hari ini kelihatan mentereng sekali ya. Padahal ini berawal dari kisah usai berkumpul dengan adik-adik dalam malam inspiratif hari ini. Karena yang datang sedikit dan banyak yang izin akhirnya kami memutuskan untuk menikmati suasana malam pinggiran kota sambil menikmati hidangan khas buatan anak-anak negeri.

Wedang Ronde, Roti Bakar, dan Jagung Rebus, kiranya inilah hal yang mengawali inspirasiku malam ini untuk menuliskan judul di atas. Yah, ketiga makanan tersebut adalah hasil kerja anak negeri. Ketiganya adalah usaha jujur yang insya Allah lebih aman dari praktek korupsi kebanyakan politisi kita hari ini. Betapa tidak? Ketiganya adalah lapangan kerja yang sangat jelas transaksinya dan halal untuk dipilih sebagai mata pencaharian.

Hari ini kita disuguhi aneka toko yang sama dan ada di setiap kota. Usut punya usut, ternyata toko-toko yang telah menjamur di Indonesia itu pemiliknya bukanlah orang Indonesia. Asing punya. Kita juga disuguhi aneka budaya yang menawarkan gaya berpakaian, makanan, hingga gaya hidup yang rasa-rasanya bukan tinggalan para pendahulu kita. Jika sesuai dengan jati diri ketimuran kita tak masalah, lha ini malah membuat kita tambah gebleg dan tidak jelas juntrungannya.

Singkatnya, seberapa cinta kita hari ini dengan sesuatu yang menjadi akar kebanggaan kita. Dalam hal makanan, masihkah kita tertarik untuk menikmati makanan tradisional kita, baik yang dijajakan atau kita masak sendiri. Atau kita justru memilih aneka sajian cepat saji demi gengsi. Seberapa cinta kita hari ini untuk melakukan hal-hal yang sederhana dalam kehidupan kita tanpa harus bermewah-mewah dalam penampilan yang tidak perlu.

Anak-anak negeri hari ini, sejak dulu hingga kini masih konsisten dengan kerja mereka. Mereka yang kini tetap jadi pedagang makanan. Mereka yang hari ini tetap menjadi tukang sapu jalan. Mereka yang hari ini melakukan hal-hal kreatif yang berguna ketimbang mencela politisi yang memang sudah tidak karuan tingkahnya itu. Mari sedikit turun tangan dengan menghargai mereka. Membeli produk mereka. Membantu memberi dukungan ekonomi dan sosial jika kita punya aksesnya. Setidaknya semoga kita tidak dicatat sebagai kaum yang tidak peduli dengan nasib saudaranya. Setidaknya kita menjadi jalan rezeki bagi mereka, yang Insya Allah jauh lebih berharga ketimbang kita setor pada kapitalis yang terus menghisap uang-uang kita.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.