oleh Harry Hasan Santosa

Wahai para Ayah, tahukah anda, menikah dan mendidik anak adalah peristiwa peradaban terpenting sepanjang sejarah manusia, sepanjang sejarah bangsa2, dan sepanjang sejarah hidup anda?

Sudah selayaknya alokasi waktu, perhatian, tenaga, ruhiyah, keteladanan diberikan sepenuh-penuh kemampuan kita. Dunia masa depan adalah dunia dimana hasilpernikahan kita dan pendidikan anak2 kita menjadi penentu kedamaian, keselamatan dan kelestarian manusia dan alam seluruhnya.

Anak-anak kita akan menghuni peradaban masa depan, yang mungkin kita tidak akan pernah bisa menyinggahinya. Bisa saja anak2 kita lebih dahulu menghadap Robbnya, tetapi pada ghalibnya mereka akan hidup pada ruang dan waktu serta peristiwa di masa depan, yang sadar maupun tanpa sadar, kitalah para ayahnya yang membangun dan mengkonstruksikan persepsi dan pensikapan mereka atas ruang dan waktu serta peristiwa2 itu kelak.

Persepsi dan pensikapan yang baik akan terbangun oleh imaji2 anak2 kita yg positif atas diri mereka, Tuhan, Alam, Masyarakat, Bangsa dstnya, semenjak hari pertama mereka hadir di bhmi menjadi amanah kita para ayah. Imaji2 yg buruk thd diri, Tuhan, alam, masyarakat dll akan melahirkan luka persepsi, dan luka persepsi akan nampak pada pensikapan yg buruk pd semua itu. Secara kolektif tentu saja pensikapan ini akan membuat peradaban manusia semakin kelam. Hak pendidikan adalah hak terbaik dan utama yg bisa kita laksanakan sungguh2 sebelum ajal menjelang.

Bahkan hak anak kita sudah ada jauh sebelum kita menikah, yaitu dicarikan ibu yang baik untuknya. Maka didiklah anak2 kita sebagaimana orang2 shalih dan mushlih berjihad (bersungguh-sungguh) menegakkan peradaban dan kebenaran.

Jadikan peradaban masadepan peradaban yg indah, damai dan lestari bagi manusia dan alam semesta, sebagai warisan terbaik yg bisa kita berikan dalam sepenggal umur kita di dunia, maka wujudkan itu dgn sungguh2 menjalankan pendidikan sejati utk anak2 kita.

Salam Pendidikan Masa Depan

Facebook

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.