Tahun 2013 ini sepertinya memang tahun kebangkitan ekonomi media, menurutku sih. Jika dahulu media adalah oposisi pemerintah karena keberaniannya membongkar borok-borok pemerintah sehingga rakyat berbelas kasih menghidupi para penulis-penulis berita idealis itu, kini media menjadi sebuah ladang bisnis yang sangat menjanjikan. Sisi yang lain, dia menjadi remote control yang bisa membuat jutaan orang tidur, bodoh, saling beradu atau malah saling memaki satu sama lain. Itulah media.

Dahulu media massa setidaknya hanya berujung pada kotak bernama radio atau televisi dan lembaran kertas koran dengan kualitas nomor sekian, kini variasinya lebih banyak dan semakin mudah diakses setelah berkembangnya sosial media dan menjamurnya ponsel-ponsel pintar alias smartphone. Abad 21 menjanjikan integrasi semua sistem yang memungkinkan berbagai kekacauan itu cukup dipicu dari satu sebab saja, maka pengaruhnya akan meliputi seluruh sistem yang terintegrasi itu.

Jika dicermati dengan akal yang tenang, pemberitaan media-media massa hari ini tidak lagi dominan sebagai sebuah suara pembongkaran ketidakadilan yang tertutupi, karena justru ketidakadilan saat ini lebih banyak digerakkan oleh pribadi-pribadi yang masih sadar lewat sosial media. Meskipun ada sekali dua kali tapi rasa-rasanya itu juga lantaran ketidakadilan yang diangkat dianggap sebagai isu yang seksi.

Rundown pemberitaan media saat ini lebih seperti program berita yang sudah dirancang satu tahun sebelumnya untuk merekayasa masyarakat sesuai kebutuhan sang pembuat program. Media adalah hal yang netral, tapi otak yang menggerakkan media tentu punya kepentingan, karena sekarang berita adalah uang, dan siapa sih yang hari ini tidak butuh uang banyak? Aku tertawa ngakak melihat pemberitaan Eyang Subur yang memang sangat aneh itu. Dimulai dari sebuah perlawanan para mantan muridnya, eh sekarang salah satu mantan muridnya yang belum artis mendadak jadi artis. Kata muridnya yang lain, dia jadi ikut-ikutan kayak Subur. Dan perlahan berita itu tenggelam, berganti dengan yang lain.

bersambung …..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.