Maaf saudara-saudara, hari ini terpaksa saya nulis lagi sesuatu yang ada kosakata-kosakata nggak baiknya : korupsi, politisi busuk, dll. Tapi semoga ini bisa menjadi sesuatu untuk kita semua hari ini.

Ketika mahasiswa mulai gelisah dengan pengesahan UU Desa yang diprediksi bakal meningkatkan praktek korupsi di negeri ini (katanya om Iwan Fals sih KKN emang udah berkembang biak sampe kelurahan – cek lagi “Dan Orde Paling Baru” di Manusia Setengah Dewa), maka buat apa gelisah. Bukankah memang kenyataan hari ini politik adalah alat sah untuk praktek bisnis omong kosong. Apa yang dijual? Janji kanĀ (baca: omong kosong). Siapa penjualnya? Tentu saja para politisi busuk itu. Siapa pembelinya? Rakyat yang mau disuap. Jika praktek jual beli ini terjadi maka setiap 5 tahun ada praktek penjajahan bergilir. Simpel kok.

Jadi, jika kita ingin negeri ini tetap selamat ya mari sama-sama perbaiki diri untuk tahan dan tidak ikut-ikutan di praktek bisnis omong kosong itu (baik kita sebagai rakyat atau yang mau jadi politisi). Namun bukan berarti juga kemudian tidak ikut-ikutan berpolitik (apalagi punya pikiran picik politik itu kotor, lah Anda hari ini bisa hidup damai, bisa shalat, bisa ber-Islam dengan baik meski masih di ranah individu dan komunitas kecil bukankah karena keputusan politik di negeri ini yang masih memberi ruang kebebasan beragama, coba kalo diperintah tentara komunis?). Kata mentorku dan aku juga setuju dengan hal itu, kalo jadi mahasiswa/ dosen ya jangan suka nerima uang begitu saja kalo akadnya ga jelas dari mana n buat apa. Kalo jadi pengusaha ya jangan suka curang dengan menghalalkan segala cara. Kalo jadi birokrat ya jangan hanya Asal Bapak Senang (ABS).

Jadi nanti mau UU apalagi yang mau disahkan kek. Emang kita pikirin. Mari kita pikir cara bagaimana bertahan dan saling menasihati satu sama lain untuk tetap jadi manusia terhormat dan jujur. Biarlah yang lagi jaburan menikmati harta haramnya, toh juga rezeki kita ga akan kemana? Karena rezeki itu hak prerogatif Allah subhanahu wa ta’ala

Facebook

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.