Ceritanya pagi ini sedang merapikan berkas2 mimpi masa depan. Eh, dipanggil si Heriyanto untuk berehat ria dengan ledakan suara seperti biasa. Due sekuel pagi yang bikin perut mulas hingga guling-guling tapi sarat filosofi mendalam. Nah, simak salah satu hasil parafrasenya khas Yuli Ardika Prihatama atas sekuel tadi ya.

Tuan, sebelum Anda berbicara tentang macam-macam soal bangsa dan era globalisasi yang ruwet ini, ajarilah kami bahasa Inggris. Anda yang sering jalan-jalan ke luar negeri dengan uang kami, lalu suka belanja produk luar negeri dengan uang kami, juga baca-baca buku berbahasa luar negeri itu, pasti sudah fasih bahasa Inggris.

Tolong ajari kami untuk bisa berbahasa Inggris dengan baik, terutama saat kami mengucapkan kata-kata “tif”. Karena selama ini kami lebih sering mengenal EXECU-THIEF, kemudian LEGISLA-THIEF, hingga YUDICA-THIEF. Bahkan kepala kami sampai tidak bisa membedakan hal yang benar karena kami susah mikir yang POSI-THIEF. Lalu bagaimana kami bisa AC-THIEF dan PARTISIPA-THIEF. Ah, kok kami berasa belajar bahasa maling ya Tuan.

Tuan, sekali lagi mohon ajari kami cara mengucapkan “tif” dengan benar agar kami tidak menjadi MALING. Kami orang baik-baik yang berharap dipimpin orang-orang baik. Jika tuan menyayangi kami, maka kami pun mencintai Tuan. Jika tuan mengajak kami bersiap menghadapi era globalisasi, kami siap untuk menyambutnya Tuan asal kami juga diajari mengucapkan “tif” dengan benar.

Kami tahu betapa sulitnya “lidah” kita mengucapkan “tif” Tuan. Namun jika gagal, kami khawatir tidak siap menyongsong era globalisasi seperti yang Tuan-Tuan cita-citakan. Tif tif tif. Semoga kami bisa menjadi Tif tif sejati, bukan THIEF THIEF selanjutnya.

(Terima kasih Om Sujiwo Tejo atas dagelannya pagi ini, aku bisa bikin cerita lanjutannya nih jadinya)

Facebook

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.