Hari ini adalah hari terakhirku di ibu kota. Aku lewatkan hari-hari ini dengan tidur pagi. Sementara kawanku yang kuliah sekaligus kerja di UI telah berlalu sejak pagi. Aku sengaja tidur agar nanti malam terjaga di perjalanan, setidaknya tidak tertidur sepulas di kasur.

Setelah cukup lama dilanda kebosanan, kubaca-baca buku API SEJARAH yang baru saja kubeli ketika di Unpad dan ditandatangani oleh penulisnya itu. Beberapa bab yang kubaca cepat memberikan gambaran bahwa buku ini laksana pedang yang tajam berkilat untuk menggugat distorsi sejarah di negeri ini.

Setidaknya buku ini menjadi jawaban berbagai keganjilan pemahaman sejarah yang pernah kupertanyakan ketika SMA. Beberapa pemaparan sejarah berbagaiĀ  versi yang pernah ku baca baru sebatas membuatku bertanya-tanya. Tetapi setelah dua kali mengikuti sesi seminar Prof. Ahmad Mansur Suryanegara dan akhirnya melihat-lihat bukunya ini aku memiliki gambaran yang lebih jernih tentang sejarah negeri ini.

Sebenarnya pokok permasalahannya terletak pada sudut pandang kita dalam memahami sejarah. Boleh dibilang, siswa-siswa Indonesia sejak merdeka cenderung belajar menggunakan cara pandang Barat, bahkan terkadang Nerlandosentrisme (atau cara pandang Belanda) sehingga tak heran kita bisa-bisanya memuji Belanda yang berubah menjadi baik dengan politik Etis-nya. Begitu juga manipulasi berbagai fakta sejarah tentang pergerakan nasional dan perlawanan sebelum-sebelumnya. Bahkan peralihan dari masa kerajaan Hindu-Buddha ke kerajaan Islam.

Melihat komentar dari tokoh-tokoh cendikiawan Islam yang ada di sampulnya tentu saja buku ini bukan buku sembarangan. Insya Allah setelah selesai nanti akan aku buat resensinya. Di tunggu saja ya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.