Sore tadi aku dapat kesempatan untuk berbagi dengan remaja masjid di kampung Jetak. Kebetulan salah satu adik stafku di SIM dulu berasal dari sana, dan karena itulah aku diminta datang untuk berbagi cerita kepada teman-teman. Yah, nuansa Ramadhan ternyata ada asyiknya juga. Kebetulan juga, adikku di kos juga nganggur, jadilah dia kuajak untuk menemaniku meskipun katanya lagi sakit.

Karena tidak diberitahu gambaran pesertanya duluan, meskipun kira-kira juga bisa kubayangkan bagaimana adik-adik di perkampungan itu rata-rata pendiam dan malu-malu singa (karena kalo malu-malu kucing udah pada gede). Yah, aku memilih berbagi tentang sesuatu hal yang dekat dengan mereka dan aku juga tentunya. Apa itu? FB-trend remaja-masalah sosial masyarakat.

Siapa yang tidak kenal dengan Facebook. Nah itulah salah satu sumber masalah para pemuda kita. Perkosaan dan berbagai kasus yang buruk seputar pelecehan seksual berawal dari FB cukup banyak terjadi. Itulah ketika teknologi tak bisa dikelola dengan baik. Padahal hari ini demam situs biru itu jelas tidak dapat dihindari di negeri yang sedang berkembang dan masyarakatnya nggumunan plus suka coba-coba.

Jadi mulai sekarang mari kita mulai ubah cara ber-FB-an. Jangan lagi buat status-status galau, apalagi status bohongan. Jangan caper lagi dah dengan status-status kita. Buatlah status apa adanya, tetapi pilihlah yang positif. Berbagilah energi dan semangat atau sadarkan kawan kita dengan realita sosial, jangan berbagi masalah dan kegalauan pribadimu.

Lalu bagaimana dengan trend remaja sekarang? Ya itulah kemudian hal berikutnya yang harus kita sadari. Sebagai orang timur tentu kita perlu sekali kembali menelaah apakah hari ini kepribadian timur kita mulai terkikis. Kebanyakan masyarakat kita sudah larut dalam berbagai style yang kebarat-baratan. Style yang tidak didasari mindset yang benar hanya akan menjadi masalah.

Memiliki mobil mewah dan berbagai aksesori serba glamour di tanah air itu jelas menyinggung kalangan masyarakat yang masih kelaparan. Hal itu berbeda dengan jika dipraktikan di Eropa yang memang rata-rata standar masyarakatnya begitu. Nah itulah sebuah praktik yang salah tempat. Maka trend remaja yang ngakunya gaul dengan segala bentuknya itu sebenarnya sebuah tindakan tidak bermutu di negeri yang seharusnya mereka belajar dan berpikir untuk melanjutkan pembangunan bangsa ini. Lalu, apakah ini sudah kita sadari sebagai masalah kita? Jika belum, yuk sadar dong, atau kita kelak akan terjajah betulan dengan berbagai trend luar yang berkembang.

Dan yang terakhir, melihat sekelompok anak muda yang masih mau berkumpul dan ngaji bersama itu tentu adalah sebuah harapan di saat hari ini banyak anak muda yang asyik berasyik masyuk melulu. Ada yang sedang menikmati dunia hitam mulai dari minuman keras hingga narkoba. Yang masih waras ini harus terus berjuang agar selamat. Karena di masa depan di tangan siapakah bangsa ini akan dipimpin. Tentu saja kepada generasi-generasi yang masih sehat akalnya dan waras pemikirannya kan.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.