Kemarin sore, sya baru aja keliling mengunjungi TPA2 di desaku buat ngasihke brosur panduan lomba antar TPA

Intinya ….  setelah itu, pedih rasanya hati ini. Pilu rasanya diri ini. Udah ngerasa jadi aktivis di kota, tapi ternyata begini realita yang selama ini tersembunyi dari pemandanganku. Sebelumnya aku berpikir, TPA-q mungkin sekarang lagi di uji dengan keterbatasan SDM yang mampu mewakafkan waktunya untuk mengajar generasi masa depan yang luar biasa. Berharap banyak remaja dusun yang lain yang mampu memberikan inspirasi bagiku.

Ternyata …..

Apa yang ku lihat hingga kini belum bisa ku percaya.

Ada masjid yang sehabis buka santrinya malah pulang semua, ….???? Padahal belum shalat maghrib

Ada masjid yang jumlah santrinya memprihatinkan dengan jumlah pengajar yang jauh lebih memprihatinkan lagi

Ada masjid yang TPAnya hanya dipegang satu orang. Pemudanya liar dan susah pendekatannya

dan mungkin yang belum saya kunjungi akan memberikan cerita yang sama, minimal variatif

Yang pasti ini adalah ladang dakwah yang luar biasa. Ketika persatuan remaja Islam cendikia mulai akan di angkat ke permukaan, aku melihat ada harapan di sana. Maka dari itu, wahai kalian yang telah terbuka hatinya, tidak ada lagi kata nanti atau besok atau kapan-kapan lah. Ini saatnya kita mengambil bagian untuk memperbaiki diri dan memberikan warna kebaikan bagi masyarakat lewat adik2 kita. Bangun desa kita dengan cahaya Islam.

Terkadang seseorang berpikir bahwa dakwah ini tergantung pada individunya. Ingatlah, dakwah Islam ini milik Allah semata. Jangan sekali-kali berpikir ketika kita sengaja pergi, melarikan diri, atau apa pun namnya, gerakan dakwah ini akan hancur. Justru kitalah yang patut dikasihani ketika kita memang sengaja meninggalkannya. Karena tidak sulit bagi Allah untuk mengirimkan penggantinya. Dan takutlah barangkali kesempatan untuk kita tidak akan datang lagi.

Ayo Sahabatku, mari kita berperan sesuai dengan kemampuan yang sanggup kita berikan. Menjadi pengajar TPA, mengisi kultum, menjadi tukang bersih2 masjid, menjadi muadzin, menjadi rema masjid yang produktif, menghidupkan ukhuwah antar sesama remas Beji, dan buuuaaaaaaaaaaaaaaaaaanyak lagi yang dapat kita lakukan. Mumpung sekarang bulan Ramadhan, semangat itu pasti lagi meninggi. BARANGKALI INI ADALAH RAMADHAN YANG TERAKHIR BUAT KITA.

(Repost from my FB Notes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.