Usai dari WSW, kami langsung menuju kelas Dr. Claudia tentang kajian interdisipliner sains. Yah, beliau mengisi anak-anak semester 3 calon guru Primary School. Seperti halnya Prof. Tausch, beliau membuat kuliah ini terasa sangat nyaman. Meski beliau menyampaikan kuliah full menggunakan bahasa Jerman tapi kami tetap bisa memahami lewat presentasi yang beliau suguhkan dalam bentuk gambar dan flowchart. Usai kuliah dengan sangat rendah hatinya beliau meminta maaf kepada kami karena tidak menggunakan bahasa Inggris selama kuliah karena kuliah ini sangat penting agar tidak menimbulkan miskonsepsi di kalangan mahasiswa. Yah, tidak mengapa Mrs, karena kamilah yang harus tahu diri.

Karena padatnya jadwal kuliah hari ini dan belum tahu tempat yang baik untuk shalat kami akhirnya harus menjamak shalat dzuhur dan ashar seperti kemarin. Alhamdulillah, ternyata di sini juga ada musholanya. Wah, dugaanku yang dulu terlalu buruk terhadap kampus Eropa. Sejak toleransi mereka yang besar terhadapku yang tidak mau berjabat tangan dengan lawan jenis hingga akhirnya aku tahu ada mushola di kampus ini menjadikanku harus beristighfar atas segala prasangkaku di masa lalu.

Di mushola yang cukup kecil ini, kami berkenalan dengan saudara-saudara seiman kami dari penjuru dunia. Kebetulan ada beberapa yang akan shalat ashar. Saat itu ada Syaifullah dari Prancis dan Orhan dari Turki. Usai shalat ashar (jamaah) dan kemudian dzuhur, ada beberapa sahabat yang datang lagi. Aku hanya ingat satu nama yakni Ismail yang merupakan warga asli Jerman. Oh indahnya perkenalan hari ini. Dari mereka aku tahu bagaimana ke depan aku harus shalat Jumat.

Eropa, mungkinkah kelak di sini justru Islam akan tumbuh dengan kuat dan segera mengulang kejayaan Andalusia lagi. Semoga Indonesia pun bisa melakukan perbaikan agar tidak saling egois dan sibuk pada alirannya sendiri-sendiri. Mari kita tunjukkan Islam sebagai jalan hidup, bukan ritualitas apalagi sebagai fanatisme golongan yang membuat orang kian menjauh dan tidak merasakan Islam sebagai rahmatan lil alamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.