Kategori
Refleksi

Menakar Antara Esensi dan Deskripsi

Sebuah perjalanan itu akan terasa indah ketika banyak hal yang teringat dan tersambungkan antara hati dan realita. Hidup ini terasa bermakna ketika banyak kejadian di masa lalu dapat memberikan inspirasi untuk hari ini dan dengannya akhirnya terbentuk sebuah peta yang indah di masa depan.

Adalah sebuah hal yang sangat sulit ketika kita harus mengurai benang-benang yang telah bersimpul tanpa diketahui asalnya. Menemukan titik yang saling berkelindan untuk dilepas dan ditata kembali menjadi pintalan benang yang siap dirajut kembali. Tapi itulah mungkin hal-hal yang harus dialami oleh orang-orang yang mendapat amanah untuk menjadi penjaga pasak kehidupan. Mereka-mereka yang telah mengerti tentang realita hidup yang tersembunyi, harus bertanggung jawab untuk menjaga keselamatan pasak-pasak kehidupan itu. Karena kekuatan yang besar menuntut tanggung jawab yang besar.

Maka apa sebenarnya yang terpenting dalam menjalani langkah-langkah ini? Ada yang bilang yang penting esensinya dapat meskipun dalam berbagai hal terlihat berubah dan berbeda seratus delapan puluh derajat dari yang sebelumnya. Ada yang bilang yang penting deskripsinya tetap baik meski terkadang esensinya ga dapat. Ah jadi bingung, ketika masih menjadi junior. Banyak polarisasi dan terkadang muncul polarisasi baru ketika terjadi perbedaan antara porsi esensi dan deskripsi.

Tulisan ini sangat abstrak dan pasti sulit dimengerti. Semoga Anda pusing membacanya. Karena itu tandanya Anda serius untuk memahami alur tulisan ini. Intinya, setiap perjalanan hidup kita menuntut kita untuk menyelesaikan tanggung jawab atau amanah hidup kita selaku manusia. Dan dalam menyelesaikan amanah itu kita dihadapkan pada berbagai jalan dan cara untuk mencapainya. Ada cara yang indah dan terlihat megah. Ada cara yang terlihat tidak bermutu apalagi berkelas. Bahkan mungkin ada cara yang sangat gila lagi tidak jelas.

Maka mari kita pikirkan kembali sebelum memilih cara-cara itu dengan menakar esensi dan deskripsinya. Mana yang lebih penting? Tak satupun orang berhak mengklaim bahwa esensi hidup lebih penting dari deskripsi hidup, begitu pun sebaliknya. Jika kita menjumpai orang yang luar biasa di mata orang, namun sangat bersahaja dalam hidupnya, bisakah kita membenarkan bahwa esensi hidup itu lebih penting? Ataukah kita akan mengatakan bahwa orang yang sangat prestisius dan megah di mata orang kemudian kita katakan bahwa deskripsi hidup itu lebih penting? Yah, Anda pasti bingung antara esensi dan deskripis dalam persepsi saya. Tidak masalah. Tetapi hidup ini adalah sebuah jalan terbaik untuk membuat mimpi dan meraihnya. Jadi mari senantiasa menakar antara esensi dan deskripsi.

Kategori
Pendidikan

My 2nd Scientific Publication on SNFPF 2012

Membangun Sistem Diagnostik Kesulitan Belajar Fisika Online Berbasis Integrasi Jejaring Sosial dan Web

Yuli Ardika Prihatama

Sukarmin, S. Pd., M. Si., Ph. D.

Abstrak

Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan bagian yang penting di era millennium ketiga. Aplikasi TIK telah dimanfaatkan di berbagai bidang layanan dalam bentuk produk-produk praktis yang berguna bagi masyarakat. Dalam bidang pendidikan salah satunya adalah e-learning yang diwujudkan dalam sistem diagnostik kesulitan belajar fisika online dirancang untuk menjadi solusi dalam memperbaiki kualitas pembelajaran fisika siswa.

Sistem diagnostik kesulitan belajar fisika online adalah bentuk perpaduan antara web dan jejaring sosial yang terintegrasi. Jejaring sosial menjadi sarana untuk memperkenalkan sekaligus pintu masuk pengguna untuk mengikuti serangkaian tes diagnostik online. Setelah tes dilakukan, hasil akan disajikan dalam laporan kesulitan belajar secara kuantitatif dan kualitatif. Selanjutnya pengguna akan mendapatkan tips dan trik untuk memperbaiki kualitas belajarnya lewat pesan jejaring sosial Facebook dan Twitter.

Sistem ini akan memberikan beberapa manfaat yang signifikan dalam memperbaiki kualitas pembelajaran fisika. Pertama, pengguna yang merupakan para siswa akan lebih tertarik untuk mengukur kemampuannya dalam memahami fisika, kemudian termotivasi untuk memperbaiki cara belajarnya berdasarkan tips dan trik yang diterima secara berkala. Kedua, guru akan terbantu untuk mengetahui potensi siswa dalam belajar fisika, sehingga dapat menyiapkan perencanaan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.

Kesimpulannya, sistem ini adalah sebuah solusi yang akan meningkatkan kualitas pembelajaran fisika dengan pendekatan ke guru dan siswa secara langsung dalam suasana yang seusai.

Kata kunci    : diagnostic, kesulitan belajar, online, web, jejaring sosial

 

Makalah ini dipresentasikan dalam sesi panel Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika 2012 yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan MIPA, FKIP UNS. Bagi yang ingin mendapatkan full papernya silahkan hubungi email saya di cpx.one@gmail.com

Kategori
Misi Perubahan

Memetik Inspirasi dari Sebuah Organisasi yang Lebih Tua

Usia organisasi itu akan memberikan kontribusi wawasan dan pengalaman bagi para pelakunya. Mereka akan menjadi semakin dewasa pula dalam berpikir dan mengembangkan organisasi. Demikianlah gambaran sebuah organisasi yang ideal yang mampu melahirkan kader-kader dari rahimnya sendiri sehingga makin tua umurnya makin mengembang dan mantap kedudukannya.

Jadi Murid Baru

Adalah aku, mahasiswa angkatan tua yang sejak dulu terobsesi untuk mengikuti pada UKM beladiri di kampus. Karena udah terlanjur terjun di organisasi yang identik dengan mikir dan ngaji rasanya sempat inferior waktu mau bergabung di waktu muda dahulu. Banyak faktor mulai dari kesibukan kuliah hingga nanti serangkaian alasan abstrak kalau begini dan kalau begitu. Alhamdulillah di tahun keempat keinginan kuat untuk mewujudkan harapan itu tercapai. Waktu ekspo UKM kemarin kumulai mimpiku yang udah sejak lama itu. Aku daftar UKM Taekwondo. Dan tahukah, aku adalah murid baru yang paling tua. Karena para pendaftar rata-rata angkatan 2012.

Alasanku bergabung dengan UKM ini adalah faktor keinginan pribadi yang udah sejak lama. Terutama sejak sering berinteraksi dengan hal-hal yang berbau Korea lebih dari setahun yang lalu. Bahkan waktu itu aku bisa menghafal dan menulis dengan huruf hangul dalam waktu kurang dari sepekan. Hanya memang belum begitu berminat dengan bahasa Korea. Jadi wajar dong jika akhirnya aku tertaut untuk ikut taekwondo-nya. Motivasi dasar beladirinya ya karena sabda Rasulullah, mukmin yang kuat lebih baik dari pada mukmin yang lemah.

Super Keren

Ups, ini bukan agenda adik-adik SKI yang udah ada di pamflet-pamflet itu. Aku tertarik aja dengan presentasi UKM ini ketika menyambut maru yang baru rame-rame daftar, termasuk mahasiswa basi kayak aku. Alhamdulillah dapat bahan inspirasi untuk di-ATM dalam open house SIM ke depan. Bukan untuk dicopas, tetapi diterjemahkan menjadi model baru di SIM, karena pasti beda kok kultur organisasi SIM dengan beladiri.

Selain itu, ternyata banyak atlit-atlit taekwondo (baca : taekwondoin) UNS yang sudah meraih puluhan medali. Di usianya yang sudah hampir 22 tahun, UKM ini sudah berhasil mempersembahkan banyak prestasi bagi UNS, Solo, Jawa Tengah, bahkan Indonesia di berbagai kompetisi. Persis seperti yang disampaikan pak Agus Murdo, sosok guru taekwondo sejati yang jadi rekan mengajarku di SMP Islam al-Abidin. Ada juga maru yang baru bergabung ternyata sudah berlevel “Sabeum” (alias sabuk hitam tingkat 1-2). Di sini mah tidak ada istilah tua muda dalam usia, tetapi adalah waktu dan pengalaman latihan serta jenjang kemampuan. Mau anak-anak sekalipun jika sabuknya sudah beda dan lebih tinggi di atasnya ya jangan coba-coba merendahkan. Bukan apa-apa, tapi inilah salah satu penanaman etika dalam sebuah organisasi beladiri.

Selain itu, masih banyak inspirasi terkait pengembangan UKM agar lebih diterima mahasiswa dan benar-benar menjadi sarana pembentukan kompetensi. Yah, tidak perlu saya ungkap di sini, tetapi akan saya bagi kepada teman-teman di jajaran petinggi organisasiku. Terima kasih taekwondo. Hemm, baru ikut di awal dan mengamati dari jauh saja udah dapat banyak inspirasi apa lagi jika aku konsisten untuk berlatih nantinya. Semoga bisa, ha ha ha, keluar kampus paling ga udah naiklah meskipun hanya satu level.

Dan Ternyata

Dan ternyata ada hal-hal yang membuatku jadi aneh. Tidak sengaja, adikku yang di PPSDMS Nurul Fikri, kegiatan beladirinya juga taekwondo. Waduh, bisa diejekin nih kalo kalah saingan. Makanya aku dulu sempat mikir mau banting stir ke beladiri yang lain waktu jadwal latihan keduluan dia. Tapi tak mengapa lah, kalah di sini bukan berarti terus surut latihan. Setidaknya selalu menang dalam beradu argumentasi hingga olok-olokan. (Yang merasa kesindir ga boleh ngambek)

Dan ternyata lagi, aku ketemu lagi dengan rekan sekelas di kampus yang suka bersaing dalam hal terlambat masuk kelas. Lagi-lagi ketemu di sebuah organisasi yang sama. Sampai aku bilang, masak kita ketemu lagi nih. Dia juga membalas, iya ya. Aku sampai bosan melihat kamu. Yah, mau bagaimana lagi. Beginilah ketika sudah menjadi keinginan belajar. Mau bagaimana pun, melaju saja lah.

Akhirnya, inilah inspirasiku hari ini. Semoga bermanfaat.