Tiga hari terakhir ini aku akan buat rekapitulasi perjalanan akhir tahunku. Sebuah masa yang menjadi titik pembalikan belajarku dari kampus ke dunia nyata. Aku memang belum lulus hingga hari ini, tapi aku kini merasa telah wisuda lebih awal dan tinggal menyatakan status bahwa aku telah wisuda. Mungkin nanti fakultasku ngasih gelar S. Pd. (Sarjana Pendidikan). Tapi aku telah lebih dahulu mewisuda diriku sendiri, S. P. D. juga sih, tapi Semakin Percaya Diri.

Visi Hidup

Sepulang dari perjalanan ke Eropa, aku diliputi kegalauan hebat. Tepat tanggal 31 Desember 2012 aku menginjakkan kaki lagi di Jakarta. Hari itu aku membuat refleksi tentang perpindahanku dari dunia gemerlap dan mewah Eropa ke dunia slum area. Aku masih ingat betul bagaimana bersih dan nyamannya Gastehauss (apartemen) yang kami tempati, yang kemudian segera kunetralkan dengan singgah 3 hari di kampung kumuh di atas lahan sengketa kawasan Pancoran Jakarta.

Jika aku mau tinggal di rumah teman yang lebih layak bisa. Atau menyewa kamar hotel uang sisa dari perjalanan masih cukup. Tapi tidak bagiku. Di sinilah aku mengalami banyak perubahan luar biasa. Tentang idealisme. Tentang visi hidup kedepan yang harus kurevisi lagi dari perencanaan hidupku. Bahwa hidup benar-benar bicara soal esensi, bukan duit semata, apalagi soal kesejahteraan. Hidup itu memaknai setiap detik perjalanan, bukan sekadar melihat dan mengagumi, lantas foto-foto saja.

Meskipun belum tahu resolusi terbaik untuk 2013, setidaknya aku merasakan ada hal baru dan revolusioner yang harus kulakukan untuk mengubah diriku ini. Aku telah beruntung tercebur dalam lingkungan yang kupilih sendiri sejak kecil dalam nuansa belajar. Dan yang lebih enak lagi, semua itu murni kujalani sendiri tanpa paksaan orang tua. Dikaruniai orang tua yang sangat demokratis tentu adalah kenikmatan tersendiri bagikut. Yang tidak pernah berkata kamu hari ini, kamu harus itu, tetapi selalu bertanya, gimana cah bagus untuk selanjutnya?

Pertanyaan itu baru terjawab ketika kuartal kedua 2013, saat salah satu sahabatku di ma’had dahulu mengajakku bergabung dalam sebuah petulangan baru. Yah, bukankah aku telah menekuni dunia IT sejak SMP. Meskipun secara pembelajaran aku mungkin tidak banyak melatih keterampilan dalam diriku, tetapi setidaknya hal itu adalah hal yang menyenangkan bagiku sejak dahulu. Kemudian, bukankah aku sejak SD terbiasa membuat tulisan-tulisan kecil, mengapa hari ini aku tidak melanjutkannya lagi dengan serius. Setidaknya 2 tahun aktivitas bloggingku apa tidak cukup menjadi alasan untuk mulai memonetize hobiku ini.

Lagi pula, aku merasa tidak suka dengan hal-hal yang monoton dijalani. Sebuah aktivitas pekerjaan yang prosedural. Aku hanya betah bahwa tiap hari harus bekerja, meskipun saat liburan. Asal yang kukerjakan selalu berbeda dan mengandung tantangan baru. Sesuatu yang selalu memberikan perspektif baru dan sesuatu yang baru untuk kupelajari.

Di titik inilah, rencana hidupku perlu kurevisi. Karena visi hidupku adalah hal terpenting untuk dicapai. Maka cara terbaik harus selalu dihadirkan untuk menuju ke sana. Tahun 2013 menjadi langkah baru untukku melihat sesuatu lebih detil, menghargai sesuatu yang lebih kecil untuk menjadi potensi yang bisa diolah. Aku pikir ini akan berguna dalam perjuanganku ke depan. Bukankah setiap kita mengemban tanggung jawab perbaikan bagi umat, bukan sekedar hidup untuk diri sendiri. Maka sejak kita meniatkan itu, maka saat itu pula kita harus berpikir bagaimana kita menjadi manusia yang merdeka agar segala upaya perbaikan yang kita lakukan memberi dampak besar kepada setiap orang, tanpa ada ketakutan atas hutang materi dan hutang lainnya.

bersambung …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.