Pernahkan mendengar Trans-Jakarta? Iya itu moda transportasi umum ibukota yang dibangun pada era Bang Yos. Tetapi, beberapa tahun sebelum itu, dikotaku, Yogyakarta telah dikembangkan transportasi itu lebih dulu, Trans-Jogja. Dengan ukuran yang lebih kecil, moda transportasi dengan minibus impor buatan Hyundai Korea itu telah meramaikan jalan-jalan di Yogyakarta melayani para penumpang.

Namun meski aku menyaksikan sendiri awal pembangunannya ketika SD dahulu, aku baru merasakan sendiri nikmatnya transportasi itu hari ini. Beneran, ini tidak bohong. Sejak lama setiap ke Jogja aku sering menggunakan motor, namun hari ini di perjalanan ke Jogjaku aku memilih untuk menikmati transportasi publik tersebut. Perjalanan dari Solo ke Jogja pun menikmati bus kelas ekonomi dengan ciri khasnya, penuh sesak.

Dengan bus tersebut, aku baru kembali terasadarkan akan memori kenanganku di masa SMA dahulu tatkala sering melakukan touring keliling kota yang menjadi ibukota provinsiku, mungkin juga negaraku. Karena entah kenapa di sini kami warga Jogja memiliki kebanggaan tersendiri ketika dipimpin secara turun temurun oleh seorang raja yang bergelar Sultan Hamengkubuwana, satu-satunya kerajaan tersisa di nusantara ini yang eksis.

Detil kota Jogja masih seperti dahulu, hanya kini lebih ramai dengan baliho-baliho. Namun keteraturan dan bangunan kota yang rapi simetris itu jauh dibandingkan dengan kota tinggalku sekarang. Barangkali ini adalah karakter kota yang tidak mengalami revolusi sehingga pembangunannya benar-benar terencana dengan baik. Tata kotanya masih lebih rapi dengan bangunan-bangunan kuno yang terawat dengan baik.

Tak banyak kesan tertulis hari ini, selain hanya ingin bercerita, akhirnya aku menaiki Trans-Jogja untuk pertama kalinya. Apakah Sahabat sudah pernah menaikinya? Cobalah berkunjung ke kota kami, ibukota raja yang indah dan menjadi saksi sejarah Indonesia itu. Jogja, I miss U, I love U.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.