Ketertarikan berikutnya adalah kisah dari tiga sahabat yang menjadi penghuni kawasan dinding Maria, Mikasa-Eren-Armin. Mereka adalah tiga bocah yang malang karena orang tua mereka telah mati. Mikasa kehilangan kedua orang tuanya lewat sebuah pembunuhan misterius hingga akhirnya Eren berhasil menyelamatkannya dan mengajaknya tinggal bersama. Eren kehilangan ibunya saat serangan pertama Titan datang dan memakannya. Ayahnya menghilang secara misterius sebelum serangan Titan datang dan hanya meninggalkan tanda tanya bagi Eren. Armin, sahabat Eren dan Mikasa yang terkenal sangat cerdas dan selalu penasaran untuk melihat dunia luar.

Tentu saja hal yang menyentuh adalah kesetiaan Mikasa pada Eren. Sebuah persahabatan yang semula berawal dari hutang budi hingga akhirnya menjadi sebuah bagian keluarga yang bermuara pada cinta. Mungkin lucu sih ketika Mikasa yang begitu cantik & sempurna itu justru takluk pada Eren yang emosional dan kekanak-kanakan. Tetapi begitulah cinta, tidak ada alasan bagi seseorang untuk memberikan kesetiannya pada orang lain ketika dirinya diliputi cinta. Karena cinta yang sejati itu tidak memiliki alasan rasional untuk menjelaskannya.

Kisah kesetiaan ketiga sahabat ini membuatku belajar untuk memandang sisi persahabatan yang kujalin selama ini. Aku perlu menelaah kembali apa yang terjadi dengan diriku dan komunikasi yang kujalin selama ini. Membangun persahabatan dan mungkin cinta yang penuh kesetiaan tentu bukan hal yang mudah, karena di sana ujian akan selalu datang untuk menguji seberapa setia kita terhadap apa yang telah kita ikrarkan bersama. Jika kita telah berjanji setia pada sebuah jalan atau seseorang maka pantang bagi kita untuk mundur. Maka memaknai setiap kesetiaan kita setiap saat penting agar tidak luntur oleh pragmatisme. Tiba-tiba aku terpikir tentang orang-orang yang telah menikah, yah mereka adalah sepasang manusia yang diuji janji setianya, apakah benar-benar setia atau karena hanya sebatas kepentingan sempit nan picik?

Aku lalu mengkhayal sosok Mikasa dalam kehidupanku nanti. Bukan soal cantiknya guratan wajah yang ditampilkan dalam anime tersebut, tapi tentang kesetiaannya dalam membalas budi orang yang telah berjasa padanya. Wow, ini adalah sebuah kesetiaan yang sempurna bukan. Alasan tidak ingin kehilangan bagian keluarganya yang tersisa tentu sangat mengharukan bagiku saat Mikasa selalu ingin berada di dekat Eren, di samping dirinya telah menaruh cinta yang besar untuk orang yang pernah menyelamatkan kehidupannya itu. Orang yang memiliki kesetiaan ini tentu luar biasa, dan mungkin setiap kita berharap memiliki pendamping hidup yang mampu setia dengan sempurna bukan? Ngaku aja lah.

bersambung …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.