Kali ini aku mau meresensi sebuah film yang mengangkat sejarah Siam (Thailand). Sebuah film yang bagus untuk menjadi pelajaran bagaimana menjadi orang tua yang visioner sehingga berhasil mewariskan pola pikir yang kuat bagi generasi penerusnya. Jika hal ini dilakukan oleh seorang raja yang memerintah sebuah negeri, maka negeri itu akhirnya akan selamat dari kehancurannya ketika sudah mafhum bagaimana seringnya para raja memanjakan putera-puteranya sehingga terlahir generasi penerus yang rusak.

Adalah Raja Mongkut, raja yang memerintah Siam ketika memasuki masa kebangkitan Eropa untuk menancapkan kuku kolonialismenya ke negeri-negeri timur. Dalam film ini dia digambarkan sebagai seorang raja yang sangat open mind dan cerdas dalam menyikapi perkembangan dunia khususnya berkaitan dengan gelombang westernisasi sebagai akibat dari proses kolonialisme yang terus berdatangan ke Asia Tenggara.

Dari jalinan persahabatan dagang yang dibangun oleh kerajaan Siam itu dengan Inggris, dia meminta didatangkan seorang guru dari Inggris untuk mengajar putera-puterinya di istana. Maka datanglah Anna Leonovens beserta puteranya untuk menjadi guru bagi generasi Raja Mongkut itu, khususnya untuk sang putera mahkota, Pangeran Chulalongkorn. Proses pembelajaran pun dilakukan untuk membuka wawasan para pangeran dan tuan puteri di negeri itu sehingga mereka memiliki kecakapan untuk melihat perkembangan dunia saat itu.

Hal yang berkesan dalam film itu adalah adanya proses yang cair bagaimana sang raja memperkenankan ada sedikit perubahan gaya hidup selama satu malam untuk menyambut kedatangan perwakilan kerajaan Inggris dalam jamuan makan malam. Semua menggunakan penampilan gaya Eropa dan menampilkan perpaduan yang indah antara budaya Siam dengan Eropa yang membuat perwakilan Inggris merasa tersanjung dan bersedia menjadi sekutu kerajaan Siam di masa itu. Bahkan sang raja pun bisa berdansa dengan Anna di malam itu.

Fragmen lain yang ditampilkan Anna dalam film ini adalah adanya pengekangan dalam masalah perjodohan dan cinta yang membuat seorang wanita memilih menjadi biarawati dari pada menikahi seorang yang tidak dicintainya. Di sini memang kental sekali bagaimana film ini menyerukan kebebasan yang tentu bisa kita saring dengan kearifan cara pandang kita.

Fragmen yang lain adalah hal yang sudah umum dalam dunia politik dan kekuasaan. Adanya intrik dan pengkhianatan adalah hal yang umum. Di sini Anna yang diperankan oleh artis cantik Jodie Foster itu menampilkan kreatifitasnya dengan membunyikan terompet Inggris dan petasan saat raja Mongkut dan pasukannya yang terbatas dikepung oleh pasukan pemberontak. Hal itu membuat para pemberontak ketakutan karena mengira bantuan dari Kerajaan Inggris datang.

Dari film ini aku mendapatkan gambaran mengapa Siam (Thailand) menjadi satu-satunya negara di ASEAN yang tidak pernah dijajah pada masa kolonialisme. Kisah di film ini tentu saja hanya potongan kecil dari perjuangan panjang raja Mongkut. Tetapi setidaknya aku mendapati gambaran yang sangat jelas bahwa jika kita ingin bertahan dari gempuran di masa depan maka hendaklah kita melakukan kaderisasi dengan sungguh-sungguh untuk generasi penerus kita.

Visi besar raja Mongkut akhirnya berhasil menjadikan penerusnya, Raja Chulalongkorn sebagai raja besar yang melakukan banyak perubahan besar di masa itu, seperti sistem peradilan, menghapus perbudakan dan serangkaian perubahan lainnya. Maka menjadi orang tua itu sebenarnya bukan perkara menikah, berhubungan badan, lalu punya anak, diberi makan dan tumbuh besar. Tentu tidak sesederhana itu.

Jika ingin menerbangkan pesawat saja kita harus sekolah di penerbangan dan berlatih keras tiap hari. Untuk mengemudikan kereta api atau peralatan yang canggih lainnya butuh keahlian khusus. Lalu bagaimana jika kita hendak mendidik anak yang merupakan teknologi Tuhan yang paling canggih di alam semesta ini. Ternyata menikah dan mencari calon istri itu bukan perkara dia cantik dan menarik, tetapi adalah tentang dia istimewa sehingga kelak kami tidak salah urus ketika dikarunia karya teknologi Tuhan yang paling canggih itu.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.