Lingkaran inspiratif malam ini memberikan pesan singkat padaku tentang arti masa lalu. Yah, kita semua pernah memiliki masa lalu. Entah itu masa lalu yang kelam atau masa lalu yang mungkin lebih indah. Tetapi sudahlah, itu masa yang telah berlalu, yang tak ada manfaatnya jika kita sebut-sebut karena banyaknya kebaikan di sana atau kita sedihkan sampai berlarut-larut karena banyaknya keburukan. Toh semua telah berlalu dan kita menuju waktu yang lebih realistis bernama sekarang. Kita pun masih menghadapi misteri tentang waktu yang bernama nanti atau besok atau masa depan.

Maka hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah mengatakan kepada masa lalu itu bahwa itu yang terbaik pada saat itu. Sesuatu yang telah kita lalui yang telah terekam dalam catatan malaikat tentang keburukan dan kebaikan. Yang lebih penting untuk kita pikirkan dan kemudian maksimalkan adalah masa yang bernama sekarang. Yah, kita masih punya waktu hari ini untuk menebus kesalahan di masa lalu. Kita juga masih punya waktu untuk memperbaiki apa yang telah direncanakan di masa lalu.

Dalam konteks perjuangan hidup, maka lebih baik kita selalu menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan-tantangan berikutnya dari pada kita larut dalam bayangan masa lalu. Kita ambil saja ibrahnya dan lekas bangkit untuk melakukan apa pun yang bermanfaat untuk masa sekarang sebagai persiapan menghadapi masa depan yang penuh misteri. Maka mari katakan sekali lagi bahwa masa lalu kita adalah hal terbaik yang Allah takdirkan untuk kita di masa itu.

Pelajaran ini pula yang akan membuat kita selalu optimis untuk menyambut masa depan dan tidak merutuki masa lalu. Mungkin dulu kita tidak bisa memahami Islam dengan baik karena kita terlahir dari keluarga abangan. Setelah kita sedikit terpantik, maka bukanlah hal yang benar jika kita mengkambinghitamkan orang tua kita karena mereka dahulu tidak pernah mengajari kita tentang al-Quran dan shalat. Mungkin dulu kita telah berkubang pada maksiat sejak kecil hingga akhirnya itu mendarah daging menjadi kebiasaan yang susah kita tinggalkan saat ini. Apakah kita akan menyalahkan orang-orang di masa lalu kita karena tidak pernah memperhatikan kita?

Itu bukanlah hal yang bijaksana. Kita katakan bahwa hari ini saatnya berjuang untuk membalikkan semua keadaan itu. Kita telah sadar dan harus berubah. Jika kita masih memiliki kebiasaan buruk, maka seburuk apa pun saatnya kita ubah. Jika pun sesekali terulang, kita tetap bertekad menghilangkannya dari diri kita. Semoga Allah memudahkan kebiasaan itu dan hilang sirna dari diri kita untuk selamanya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.